• Bank

    Waspada Skimming, BRI Bagikan Tips Aman Transaksi Perbankan

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Kondisi pandemi yang tak menentu seharusnya diikuti oleh kewaspadaan tinggi dalam antisipasi berbagai tindak kejahatan, terlebih di sektor perbankan yang saat ini semakin dibutuhkan.

    Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo mengimbau para nasabah untuk berhati-hati terhadap segala modus penipuan yang mengatasnamakan BRI. Ia pun memberi sejumlah tips agar nasabah tetap dapat bertransaksi secara cepat, aman, dan nyaman.

    Untuk pengguna internet banking atau m-banking dianjurkan selalu menjaga kerahasiaan username dan password, serta menggantinya secara berkala. Hal yang sama berlaku untuk mToken BRI.

    “Dalam melakukan komunikasi terhadap nasabah, BRI tidak pernah meminta PIN ataupun mToken kepada nasabahnya,” kata Indra dengan tegas.

  • Pajak

    Cara Negara Cari Dana di Tengah Pandemi : Dari Pajak Digital Hingga Bea Meterai

    Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 memang sempat bikin banyak emiten terpukul. Namun, ibarat dua mata pisau, wabah ini juga memantik kehadiran investor-investor ritel baru yang bikin perputaran uang di pasar modal kian semarak.

    Data Kustodian Sentral Evek Indonesia (KSEI) per 10 Desember 2020, menyebutkan dari Rp3.491 triliun kepemilikan saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 50,44 persen di antaranya dimiliki investor ritel domestik.

    Dari rata-rata nilai transaksi harian secara tahunan (year-to-date/ytd) Januari-November 2020, yang berjumlah Rp8,42 triliun, sekitar 45,9 persen di antaranya juga bersumber dari transaksi yang dilakukan investor ritel. Ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

  • Makro

    Sri Mulyani Dukung Pelonggaran Utang Negara Terdampak Pandemi

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendukung inisiasi perpanjangan periode pembayaran utang melalui program Debt Service Suspension Initiative (DSSI) yang dibahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu negara-negara yang paling rentan terdampak pandemi covid-19.

    “Kami juga mendorong G20 melalui semangat multilateralisme dapat memperluas dukungan kepada negara-negara rentan,” kata Sri Mulyani pada acara The 5th G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting dikutip dari keterangan resminya Minggu (22/11).

    Sri Mulyani menuturkan Indonesia menyambut baik semua lembaga multilateral yang memberikan dukungan, baik dalam kerangka mikroekonomi, pembiayaan vaksin, maupun pada infrastructure green financing terkait kepedulian terhadap perubahan iklim.

  • Makro

    Bantuan Rp2,4 Juta Demi Putar Roda Ekonomi Pedagang Cilik

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Pemerintah akan memberikan bantuan produktif cuma-cuma sebesar Rp2,4 juta kepada 12 juta pelaku usaha mikro dan kecil pada HUT RI ke-75. Total dana yang disiapkan mencapai Rp28 triliun dan akan disalurkan secara bertahap bagi seluruh pelaku usaha di seluruh provinsi.

    Namun, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengingatkan bantuan produktif tersebut harus lewat usulan dari lembaga yang membidangi koperasi dan UMKM tingkat provisi dan kabupaten/kota yang telah disahkan sebagai badan hukum.

    Kemudian juga, usulan kementerian/lembaga, perbankan, perusahaan pembiayaan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lembaga penyalur program kredit pemerintah yang terdiri atas BUMN dan badan layanan umum (BLU).

  • Makro

    Perlu Siapkan Skenario Terburuk Bila Ekonomi Terjerat Resesi

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia rontok hingga minus 5,32 persen pada kuartal II 2020. Realisasi ini merupakan yang terparah sejak kuartal I 1999 atau era Presiden Habibie.

    Seluruh komponen berdasarkan pengeluaran pun terkontraksi. Konsumsi rumah tangga tercatat minus 5,51 persen, investasi minus 8,61 persen, ekspor minus 11,66 persen, konsumsi pemerintah 6,9 persen, konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) minus 7,76 persen, dan impor minus 16,96 persen.

    Hal yang sama terjadi pada mayoritas sektor usaha yang pertumbuhannya merah sepanjang April-Juni 2020. Sektor transportasi dan pergudangan menjadi yang paling parah karena minus mencapai 30,84 persen.

  • Makro

    Ekonomi Kuartal II/2020 Terkoreksi, Ekonom: Kuartal III Belum Tentu Pulih

    Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II/2020 diprediksi akan terkontraksi pada kisaran -3,5 persen hingga -5,1 persen.

    Proyeksi ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI terkait dengan penyampaian laporan semester I dan prognosis semester II Pelaksanaan APBN 2020, Kamis (9/7/2020).

    Terkait kondisi itu, Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad berpendapat wajar jika pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 diproyeksikan turun lebih dalam dari proyeksi sebelumnya.

  • Finansial

    OJK Mengaku Kewalahan Selesaikan Pengaduan Konsumen

    Jakarta, CNN Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut ada lonjakan pengaduan konsumen terkait relaksasi kredit di bank dan multifinance. Lonjakan terbesar terjadi lewat pesan instan Whatsapp, yang per harinya mencapai 11 ribu pengaduan pada periode Maret-Mei 2020.

    “Pengaduan lewat Whatsapp lonjakan luar biasa, naik antara 35 sampai 40 kali, misal biasanya yang masuk 300 pesan Whatsapp, Maret-April-Mei sampai 11 ribu (pesan masuk) setiap harinya,” kata Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara lewat video conference pada Kamis (4/6).

    Ia menyebut lonjakan terjadi setelah OJK mengeluarkan POJK Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 pada Maret lalu.

  • Makro

    Dampak Pandemi Covid-19, Ekonomi Indonesia Diperkirakan Pulih 2022

    Bisnis.com, JAKARTA— Wabah Covid-19 berpotensi mengubah tatanan ekonomi dunia yang ditandai dengan berubahnya peta perdagangan dunia, selain mengakibatkan mandegnya berbagai bidang usaha.

    Kinerja perdagangan global dipastikan akan terganggu akibat lambatnya perbaikan kinerja manufaktur, khususnya di China hingga menjelang semester pertama tahun ini.

    Di tambah dengan jalur distribusi logistik yang juga terganggu, dampak negatif mau tak mau akan menerpa ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu ke depan. Demikian kesimpulan dari Pusat Kajian Visi Teliti Saksama (VTS) melalui riset kajian berjudul Limbung Roda Terpasak Corona.

    Menurut uji simulasi pandemi dengan model sistem dinamik oleh peneliti Visi Teliti Saksama, M. Widyar Rahman, pandemi corona di Indonesia diperkirakan reda pada awal Juni 2020. Lantas, jika wabah Covid-19 di Indonesia diperkirakan baru bisa mereda pada Juni 2020, bagaimana dengan pemulihan ekonomi Indonesia? 

  • Finansial

    Trik Cari Peluang Usaha di Tengah Virus Corona

    Jakarta, CNN Indonesia — Wabah virus corona yang menyerang dunia, termasuk Indonesia telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam beraktivitas. Penerapan social distancing dan work from home mulai diterapkan demi menekan penularan virus corona.

    Kondisi tersebut menjadi ‘pukulan’ yang tak terhindarkan bagi banyak sektor usaha. Di awal wabah, maskapai dan pariwisata yang terpukul keras. Kini, pusat perbelanjaan pun mulai terasa ‘pukulan’ corona. Pusat perbelanjaan telah tutup sementara waktu. Hanya tenant supermarket dan apotek yang tetap buka karena menyangkut hajat orang banyak.

    Namun, bak koin yang memiliki dua sisi. Kondisi saat ini pun memiliki dua sisi yakni positif dan negatif.  Praktisi Keuangan dari May Institute Ellen May mengatakan saat krisis terjadi dengan berbagai macam penyebabnya banyak orang bangkrut. Namun, kerap kali muncul orang kaya baru.

  • Finansial

    Trik Cari Peluang Usaha di Tengah Virus Corona

    Jakarta, CNN Indonesia — Wabah virus corona yang menyerang dunia, termasuk Indonesia telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam beraktivitas. Penerapan social distancing dan work from home mulai diterapkan demi menekan penularan virus corona.

    Kondisi tersebut menjadi ‘pukulan’ yang tak terhindarkan bagi banyak sektor usaha. Di awal wabah, maskapai dan pariwisata yang terpukul keras. Kini, pusat perbelanjaan pun mulai terasa ‘pukulan’ corona. Pusat perbelanjaan telah tutup sementara waktu. Hanya tenant supermarket dan apotek yang tetap buka karena menyangkut hajat orang banyak.

    Namun, bak koin yang memiliki dua sisi. Kondisi saat ini pun memiliki dua sisi yakni positif dan negatif.  Praktisi Keuangan dari May Institute Ellen May mengatakan saat krisis terjadi dengan berbagai macam penyebabnya banyak orang bangkrut. Namun, kerap kali muncul orang kaya baru.

    “Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena banyak orang yang berfokus pada masalah, dan sedikit orang yang terus berjuang, berfokus pada solusi, berpikir bahwa saya bisa,” ujarnya dalam riset yang diterima CNNIndonesia.com.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image