• Pajak

    Mantap! Penggunaan e-Filling SPT Online Meningkat Tajam

    Bisnis.com, JAKARTA – Realisasi penyampaian SPT per 9 Maret 2020 telah mencapai 6,27 juta pelaporan, meningkat dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 4,73 juta.

    Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak (DJP), jumlah WP yang melaporkan SPT melalui e-Filling tumbuh drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Per 9 Maret, jumlah SPT yang dilaporkan melalui e-Filling mencapai 5,4 juta SPT, lebih tinggi dibandingkan 9 Maret tahun lalu dimana pelaporan melalui e-Filling baru mencapai 4,16 juta SPT.

    Seiring dengan meningkatnya penggunaan e-Filling dalam pelaporan SPT, jumlah pelaporan SPT yang dilakukan secara manual pun tercatat menurun.

  • Makro

    Utang Luar Negeri Capai Rp5.660 Triliun per Desember 2019

    Jakarta, CNN Indonesia — Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai US$404,3 miliar atau sekitar Rp5.660 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar AS) hingga akhir Desember 2019. Posisi utang cenderung melandai, baik di sektor publik (pemerintah dan bank sentral) maupun sektor swasta (termasuk BUMN) masing-masing US$202,9 miliar dan US$201,4 miliar.

    Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), ULN kuartal IV 2019 itu tumbuh 7,7 persen secara tahunan. Tren utang melambat dibandingkan pertumbuhan kuartal IV 2018 sebesar 10,4 persen.

    Hingga Desember 2019, ULN pemerintah tercatat US$199,9 miliar atau naik 9,1 persen. Pertumbuhan utang pemerintah itu lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat tumbuh 10,3 persen.

    “Pertumbuhan ULN pemerintah ditopang oleh arus masuk investasi nonresiden pada SBN domestik dan penerbitan dual currency global bonds mata uang dolar AS dan euro. Ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik yang tinggi,” tulis BI dalam keterangan resmi, Senin (17/2).

  • Makro

    Panen Raya Geser, Darmin Yakin Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen

    Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2018 bisa menembus 5,3 persen. Angka ini membaik dibanding capaian kuartal I yang hanya 5,06 persen.

    Darmin menyebut salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal kemarin adalah masa panen raya yang bergeser dari Maret ke April dan Mei. Panen raya tentu bisa meningkatkan pertumbuhan pendapatan dan pada akhirnya mendorong konsumsi.

    “Pertumbuhan kuartal II lebih tinggi dari kuartal I karena ada tambahannya, yakni pangan. Sehingga kelihatannya kalau kuartal I bisa mencapai 5,06 persen, nah kuartal II ya kami perkirakan 5,2 persen hingga 5,3 persen,” jelas Darmin ditemui di kantornya, Jumat (3/8).

    Hingga akhir tahun ini, ia masih yakin pertumbuhan ekonomi bisa menembus 5,3 persen dengan didorong komponen investasi.

    Darmin optimistis permudahan perizinan layaknya program sistem perizinan investasi terintegrasi (Online Single Submission) membuat investor mempercepat realisasi investasinya.

  • Makro

    Dampak Pertumbuhan Ekonomi ke Penerimaan Pajak Sulit Diterka

    Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Keuangan menyatakan belum bisa memprediksi pengaruh tidak tercapainya target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen terhadap target penerimaan pajak hingga akhir tahun ini. Menurut mereka, kondisi perekonomian dunia saat ini sangat dinamis dan membuat semua hal sulit diprediksi.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp1.424 triliun masih memperhitungkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen.
    Di atas kertas, rasionalisasi target pertumbuhan ekonomi ini seharusnya berdampak pada penurunan pajak. Namun menurutnya, ada sejumlah faktor yang mesti dipertimbangkan.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image