• Makro

    Perekonomian 2020 diproyeksi lebih baik, Sri Mulyani tetap waspada

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 terimbas perlambatan perekonomian global yang cukup signifikan. Penerimaan negara mengalami tekanan seiring dengan lesunya perdagangan global dan aktivitas bisnis, sehingga defisit anggaran pun melebar dari yang awalnya ditargetkan.

    Meski begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, prospek perekonomian global diperkirakan membaik di tahun ini.

    “Di 2020 ada sedikit optimisme yaitu recovery (pemulihan) perekonomian. Harapannya tahun 2019 kemarin adalah bottom (titik terendah) dari pelemahan ekonomi global,” ujarnya, Selasa (7/1).

    Harapan tersebut, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dari Dana Moneter Internasional (IMF). Lembaga itu memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini akan meningkat menjadi 3,4%, dari proyeksi pertumbuhan ekonomi 2019 yaitu 3%.

  • Berita

    DUNIA USAHA : Optimisme Meraih Cuan

    Bisnis, JAKARTA – Kondusifnya iklim usaha dan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang positif pada 2020 membangkitkan optimisme pelaku bisnis di Indonesia dalam mencetak keuntungan.n

    Optimisme tersebut tecermin dari hasil laporan International Business Report (IBR) semester II/2019 yang dikeluarkan oleh Grant Thornton Indonesia, Jumat (27/12).

    Berdasarkan laporan itu, ekspektasi pelaku bisnis Indonesia atas keuntungan usaha mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Ekspektasi atas keuntungan usaha di Indonesia mencapai 84%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laporan serupa pada periode sebelumnya sebesar 70%.

    Angka tersebut juga merupakan rekor tertinggi dari laporan IBR sebelumnya, serta jauh lebih tinggi dari angka rata-rata Asean dan Asia Pasifik yang masing-masing ada pada angka 69% dan 54%.

  • Makro

    Kemenkeu Tanggapi Koreksi Proyeksi Laju Ekonomi Bank Dunia

    Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menanggapi koreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dilakukan oleh Bank Dunia.

    Sebelumnya, Bank Dunia memangkas proyeksi laju ekonomi Indonesia tahun ini dari 5,2 persen menjadi 5 persen.

    Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara menyatakan pemerintah telah mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut. Bahkan, Kemenkeu memperkirakan perekonomian Indonesia tahun ini hanya di kisaran 5,08 persen atau lebih rendah dari tahun lalu, 5,17 persen.

    Proyeksi tersebut telah disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat bersama Komisi XI DPR, Kamis (29/8) lalu. Perkiraan ini jauh lebih rendah dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang dipatok 5,3 persen.

  • Makro

    Ekonomi Global Lesu, Pemerintah Fokus Genjot Investasi

    Jakarta, CNN Indonesia — Pemerintah bakal lebih fokus untuk menggenjot realisasi investasi guna mencapai target pertumbuhan ekonomi di tengah pertumbuhan ekonomi global yang diproyeksi lebih lambat. Bank Dunia dalam laporan terbarunya memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari sebelumnya 2,9 persen menjadi 2,6 persen.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi lantaran perang dagang antara Amerika Serikat dan China tidak kunjung usai. Bahkan, pemerintah China tengah menyusun daftar hitam bagi perusahaan AS sebagai respons atas ancaman kenaikan tarif bea masuk impor yang kembali diberikan oleh AS belum lama ini.

    “Arah antara AS dan China tidak ada yang bisa tebak. Orang jadi pesimis bahkan,” ungkapnya di rumah dinas yang terletak di Jalan Widya Chandra, Senayan, Jakarta, Rabu (5/6).

  • Makro

    Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi Dunia 0,3 Persen

    Jakarta, CNN Indonesia — Bank Dunia (World Bank) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia hingga 0,3 persen pada 2019. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan menyentuh 2,9 persen. Namun, laporan Global Economic Prospects edisi Juni 2019 memotong pertumbuhan ekonomi global menjadi hanya 2,6 persen.

    Laporan itu menyebut koreksi proyeksi sebagai cerminan dari perdagangan dan investasi global yang lebih lemah dari perkiraan pada awal tahun ini. Tak heran, pertumbuhan perdagangan global pun direvisi turun hingga satu poin menjadi 2,6 persen pada 2019 ini.

    Angka pertumbuhan perdagangan dunia itu merupakan angka terendah dalam satu dekade terakhir atau sejak krisis keuangan global melanda.

  • Makro

    Darmin Nasution optimistis pertumbuhan ekonomi 5,3% dapat tercapai

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dana Moneter Internasional (IMF) kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2019 dari sebelumnya 3,7% menjadi 3,5% secara tahunan. Kendati begitu, pemerintah optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap terjaga di atas 5% sepanjang tahun ini.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bahkan masih optimistis, target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% akan tetap tercapai. Meski ia tak menampik, perlambatan ekonomi global menambah tantangan pemerintah untuk mempertahankan laju pertumbuhan ke depan.

    “Kita masih bisa. Tentu kalau (pertumbuhan ekonomi) global melambat, kita perlu bekerja lebih keras, tapi kita masih akan tetap berupaya mencapai itu,” ujar Darmin saat ditemui di kantornya, Selasa (22/1).

  • Makro

    Kenaikan Suku Bunga Akan Ubah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

    Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
    Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya BI-7day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4,5%. Melalui kenaikan suku bunga ini, bank sentral mengaku akan mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi RI pada tahun ini. Adapun pada tahun ini BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan berada pada posisi 5,1%-5,5%.

    “Jadi, tentunya dengan kenaikan 25 bps akan mengubah paling tidak proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia meskipun kalau kita lihat dari sisi growth-nya sendiri kita masih proyeksikan di level 5,1%-5,5%,” ujar Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo, di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image