• Finansial

    Pada Agustus catat rekor, ini perkiraan cadangan devisa bulan September 2021

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ekonom Bank Mandiri memperkirakan posisi cadangan devisa September 2021 tidak akan banyak berubah dari posisi pada bulan Agustus 2021. 

    Sebelumnya, cadangan devisa Indonesia mencetak rekor tertingginya pada Agustus 2021. Pada saat itu, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa sebesar US$ 144,8 miliar atau melesat US$ 7,5 miliar dari posisi akhir Juli 2021 yang sebesar US$ 137,3 miliar. 

    “Jadi, saya melihat cadangan devisa September 2021 masih ada kemungkinan naik, tetapi bisa saja turun. Berkurang atau bertambahnya akan di kisaran US$ 1 miliar sampai US$ 2 miliar,” ujar Faisal kepada Kontan.co.id, Rabu (6/10). 

  • Makro

    Cadangan Devisa RI Turun Jadi US$130,6 Miliar per Februari

    Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa RI sebesar US$130,4 miliar hingga akhir Februari 2020. Angka ini turun dibandingkan bulan sebelumnya, yakni US$131,7 miliar.

    Direktur Eksekutif BI Onny Widjanarko menyebut posisi cadangan devisa Februari 2020 tetap tinggi, meski sedikit lebih rendah dari akhir Januari 2020.

    “Posisi cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor,” ujar Onny, Jumat (6/12).

  • Makro

    Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$131,7 Miliar per Januari

    Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa RI sebesar US$131,7 miliar hingga akhir Januari 2020. Angka ini naik dibandingkan bulan sebelumnya yakni US$129,2 miliar.

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengungkap posisi cadangan devisa Januari 2020 meningkat sedikit dibandingkan Desember 2019.

    “Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” ujar Onny dalam keterangan resmi, Rabu (8/1).

    Bank Indonesia, menurut dia, menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

  • Makro

    Cadangan Devisa Naik Jadi US$129,2 Miliar pada Desember 2019

    Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia mengumumkan cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$129,2 miliar pada Desember 2019.

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menyatakan posisi cadangan devisa Desember 2019 meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2019, yang sebesar US$126,6 miliar.

    “Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” paparnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (8/1/2020).

    Onny menegaskan bank sentral menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

    Dia melanjutkan perkembangan cadangan devisa pada Desember 2019, terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, dan penerimaan valas lainnya.

    Ke depan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

    Sumber: Klik Disini

  • Makro

    Cadev Agustus Naik Jadi US$126,4 Miliar

    Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia merilis data posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2019 tercatat sebesar US$126,4 miliar. Cadangan devisa ini meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2019 sebesar US$125,9 miliar.

    Peningkatan cadangan devisa pada Agustus 2019 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas dan penerimaan valas lainnya.

    Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

    Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

    Ke depan, bank sentral memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

    Sumber: Klik Disini

  • Makro

    KEBUTUHAN VALAS : BI Pastikan Posisi Cadev Terjaga

    Bisnis, JAKARTA — Di tengah penurunan cadangan devisa akibat pembayaran utang pemerintah, Bank Indonesia optimistis posisi cadangan devisa tersebut dapat tetap terjaga di atas level minimum hingga akhir 2019.

    Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengakui bahwa cadangan devisa bergerak dinamis tergantung transaksi valuta asing bank sentral dan pemerintah.

    “Bagi BI, penggunaan cadangan devisa juga dilakukan sebagai salah satu instrumen stabilisasi nilai tukar seandainya BI perlu masuk pasar untuk menjual atau membeli valas,” kata Dody, Rabu (8/5).

    Sementara itu, Dody melihat aliran modal asing yang masuk sejak Oktober 2018 mampu memperkuat cadangan devisa dengan menutup kebutuhan kewajiban valas pemerintah terkait dengan utang luar negeri.

  • Berita

    Cadangan Devisa Terus Meningkat

    Cadangan Devisa Terus Meningkat

    No.21/2/DKom
    Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2018 terus meningkat menjadi USD120,7 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan USD117,2 miliar pada akhir November 2018. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

    Peningkatan cadangan devisa pada Desember 2018 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas, penerbitan global bonds dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif.

    Jakarta, 8 Januari 2019
    Departemen Komunikasi

    Agusman
    Direktur Eksekutif

    Sumber: Klik Disini

  • Makro

    Pelemahan Rupiah Kikis Cadangan Devisa

    Jakarta, CNN Indonesia — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kian melorot sejak awal tahun. Rupiah bahkan sempat mencapai titik terendahnya di level Rp15.284 per dolar AS, terlemah sejak 20 tahun terakhir.

    Pagi ini, rupiah mulai menguat di kisaran Rp15.226 per dolar AS. Sedangkan berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) Bank Indonesia per hari ini menunjukkan nilai tukar rupiah Rp15.233 per dolar AS atau terdepresiasi 12,49 persen jika dibanding awal tahun.

    Berbagai upaya telah dilakukan oleh otoritas moneter untuk menjaga nilai tukar rupiah. Pertama, yakni menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 150 basis poin sepanjang tahun ini. Kedua, melakukan intervensi, baik di pasar modal maupun di pasar valuta asing.

    Untuk melakukan intervensi, BI tentu harus punya modal yang mumpuni dalam bentuk pasokan valas atau biasa disebut cadangan devisa. Sebab, ketika permintaan dan penawaran dolar AS tidak seimbang, BI harus menjual dolar AS agar suplainya di pasar valas bisa memenuhi permintaan.

    Intervensi yang terus-terusan dilakukan BI untuk menahan pelemahan rupiah pun membuat cadangan devisa saat ini kian tergerus. Di tahun ini, posisi cadangan devisa Indonesia memang sempat menyentuh rekor tertinggi, yaitu US$131,98 miliar pada Januari lalu. Namun, delapan bulan kemudian, cadangan devisa menyusut jadi US$114,8 miliar, atau terkuras 13 persen.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image