• Pajak

    Awal Tahun, Penerimaan Pajak Kontraksi Lagi

    Bisnis.com, JAKARTA – Penerimaan pajak per Januari 2020 tercatat sebesar Rp80,22 triliun, terkontraksi sebesar 6,86 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tercatat, penerimaan pajak pada periode Januari 2019 mampu mencapai Rp96,1 triliun.

    Tekanan tersebut timbul terutama akibat realisasi PPh Badan yang hanya sebesar Rp6,92 triliun, terkontraksi 29,34 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan PPh Badan masih mengalami kontraksi karena adanya efek perlambatan ekonomi pada tahun lalu.

    “Korporasi telah melakukan penyesuaian pembayaran PPh masanya karena kinerjanya tidak sejalan dengan yang mereka proyeksikan pada SPT tahunan tahun lalu,” kata Sri Mulyani, Rabu (19/2/2020).

  • UKM

    Penyaluran Kredit UMKM Melejit pada Juni 2019

    Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit kepada sektor UMKM pada Juni 2019 tercatat sebesar Rp1.019,8 triliun atau naik 11,6 persen (yoy) dibandingkan dengan bulan sebelumnya Rp1.019,8 triliun.

    Berdasarkan data BI yang dikutipĀ Bisnis.com, Rabu (31/7/2019), pertumbuhan kredit UMKM pada Juni 2019 tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Mei 2019 yang hanya 10,8 persen (yoy).

    Kinerja tersebut merupakan satu-satunya sektor yang mencatatkan pertumbuhan yoy dibandingkan dengan bulan sebelumnya di tengah perlambatan pertumbuhan yang dialami oleh sektor lain seperti kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi.

  • Bank

    OJK Klaim Likuiditas Tetap Longgar Meski DPK Turun

    Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim meskipun pendanaan bank atau Dana Pihak Ketiga (DPK) menurun pada Maret 2018, perbankan justeru memiliki likuiditas yang berlebih untuk mencapai target pertumbuhan kredit di tahun ini.

    Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank atau salah satu instrumen pendanaan bank menurun menjadi 7,66 persen (tahun ke tahun/yoy) di Maret 2018 dari 8,44 persen (yoy) pada Februari 2018, padahal pertumbuhan kredit bank naik menjadi 8,5 persen (yoy) dari 8,2 persen (yoy).

    Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Senin (30/4/2018) malam, penurunan pertumbuhan DPK bank terjadi karena investor menyesuaikan alokasi pendanaannya ke instrumen lain.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tunedĀ 
close-image