• Bank

    Perbankan Syariah Masih Menunggu Kepastian PSAK 113

    Bisnis.com, JAKARTA — Dewan Standar Akuntansi Keuangan Syariah Ikatan Akuntan Indonesia (DSAS IAI) masih merampungkan standar PSAK 113 tentang Penurunan Nilai Aset Keuangan.

    Jika Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 kini sudah mulai berjalan per 1 Januari 2020, maka PSAK 113 masih dalam penyusunan tahap I dengan total tiga tahapan. PSAK 113 akan mengatur tentang metodologi penurunan nilai atas aset-aset keuangan yang timbul dari transaksi berbasis syariah.

    Dalam publikasi IAI, penyusunan standar tersebut melibatkan perwakilan industri, regulator, dan perwakilan DSN-MUI dalam working group yang diinisiasi oleh IAI. Dalam penyusunan standar tersebut akan memperhatikan dampak penerapan standar tersebut terhadap kinerja keuangan, seperti bank syariah karena akan berpengaruh terhadap rasio kecukupan modal bank syariah.

  • Bank

    Tabungan Dibobol, Perbankan Didorong Benahi Pengamanan Dana Nasabah

    Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri perbankan diharap segera berbenah demi meningkatkan keamanan dana dana data nasabah.

    Harapan ini muncul pasca mencuatnya kasus pembobolan tabungan milik wartawan senior Ilham Bintang, yang dilakukan melalui modus penggantian kartu SIM seluler. Kasus ini dianggap membuktikan adanya kerentanan dalam sistem perbankan.

    “Bila benar uang diambil dengan internet banking, berarti pengamanan harus ditingkatkan. Internet banking sendiri di beberapa bank besar tanah air harus menyertakan token khusus untuk verifikasi. Bahkan ada alat khusus yang dibuat untuk membuat token lebih mudah. Di bank dengan sistem lebih sederhana, token tertulis diberikan oleh bank kepada nasabah,” ujar Pengamat keamanan siber dari Communication & Information System Security Research Center (CISSRec) Pratama Persadha kepada Bisnis, Selasa (21/1).

  • Bank

    Implementasi QRIS, perbankan siap raup untung

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Diluncurkan sejak Agustus 2019 lalu, akseptasi pembayaran berbasis QR Code Indonesia Standard (QRIS) makin luas. Bank Indonesia klaim, kini sudah ada lebih dari 2 juta merchant yang menerima pembayaran via QRIS.

    “Hingga 15 Januari 2020 lalu sudah sudah ada sekitar 2 juta merchant yang menerima pembayaran dengan QRIS,” Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI Filianingsih kepada Kontan.co.id, Senin (20/1).

    Meskipun pasang tarif yang lebih rendah dibandingkan transaksi lain via mesin electronic data capture (EDC), Filianingsih bilang ini tak akan jadi hambatan untuk mendukung implementasi.

    Sebagai catatan, tarif merchant discount rate (MDR) transaksi berbasis QRIS ditetapkan secara umum 0,7% dari nilai transaksi. Adapun, untuk merchant bidang pendidikan tarifnya 0,6%, sementara merchant SPBU 0,4%.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image