• Bank

    Makin canggih, bank besar dan syariah kini sudah bisa buka rekening secara digital

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tren teknologi dan digital yang semakin marak membuat industri perbankan semakin gencar mengembangkan produk berbasis teknologi. Salah satunya yakni pembukaan rekening secara digital maupun daring. Selain untuk menjaga efisiensi, cara ini juga terbukti ampuh dalam upaya menjaring nasabah baru, khususnya dari segmen milenial.

    PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang punya pendekatan berbeda dengan bank pada umumnya yang memberikan layanan pembukaan rekening secara daring. Pemimpin Divisi Pengelola Jaringan BNI, Anang Fauzi menyebut pihaknya menyediakan layanan pembukaan rekening melalui mesin BNI Self Service Opening Account (Sonic).

    Sejak dirilis April 2019, bank berlogo 46 ini telah memiliki 33 mesin per akhir Januari 2020 yang tersebar di beberapa cabang BNI. 
    Menurut Anang, lewat pemanfaatan mesin tersebut pihaknya sudah berhasil menjaring sebanyak 14.500 nasabah baru per Januari 2020. Jumlah tersebut meningkat cukup deras dari akhir Desember 2019 lalu yang sebesar 13.190 rekening.

  • OJK

    OJK garap penyederhanaan rekening efek, nasabah bisa buka rekening dalam satu jam

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera mengeluarkan surat edaran untuk menyederhanakan pembukaan rekening efek dan rekening dana nasabah. Berbekal surat ini, nantinya pembukaan rekening efek bisa hanya memerlukan waktu satu jam, tak perlu menunggu sampai satu jam.

    “Kami inisiasi pembentukan surat edaran dari OJK. Karena di aturan OJK kami tidak secara telak menyampaikan bahwa pembukaan rekening efek harus menggunakan tandatangan basah,” kata Deputi Direktur Pengembangan TLE dan Manajemen Krisis Pasar Modal OJK Arif Safarudin S, Selasa (23/10).

    OJK menargetkan surat edaran tersebut bisa dirilis pada tahun ini.

    Menurut Arif, surat edaran tersebut menjadi salah satu pintu bagi otoritas untuk memberikan landasan yang lebih baik bagi industri keuangan berinovasi. Selanjutnya, diharapkan mekanisme lama sudah tidak lagi digunakan.

    “Kami akan coba memberikan beberapa keleluasaan dan perusahaan efek lainnya kepada industri agar bisa menyelenggarakan pembukaan rekening hanya dalam waktu satu jam dan tidak perlu menunggu hingga sebulan,” ujarnya.

    Kini, OJK sudah pada tahap meminta tanggapan kepada industri dan pelaku pasar mengenai penyusunan surat edaran tersebut. Selanjutnya, otoritas akan menyusun tanggapan dan melakukan harmonisasi ke direktorat hukum, untuk kemudian ditetapkan oleh kepala eksekutif OJK.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image