• UKM

    Cara Daftar BPUM Tahap 3

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Pemerintah masih menyalurkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Bantuan langsung tunai (BLT) yang kini memasuki pencairan tahap ketiga tersebut masih terbuka bagi pelaku UMKM yang belum mendaftar.

    Namun, pelaku UMKM yang ingin mendapatkan bantuan tersebut harus mendaftarkan diri ke dinas bidang koperasi dan UKM di kabupaten/kota tempatnya tinggal.

    Sebelum mendaftar, harus dipastikan pula mereka memiliki bukti sebagai pelaku usaha mikro melalui Nomor Induk Berusaha (NIB). Bisa juga memiliki surat keterangan usaha (SKU) dari kepala desa/lurah.

    Mengutip dari laman resmi Pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) DKI Jakarta, langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan SKU antara lain, pertama, membuat surat permohonan yang di dalamnya terdapat pernyataan kebenaran dan keabsahan dokumen dan data. Surat permohonan itu harus disertai materai.

  • UKM

    Penyaluran BLT UMKM Lewat BRI Ditutup Akhir Januari 2021

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyatakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) berupa Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan terus dilakukan hingga 31 Januari 2021 mendatang.

    Hal tersebut sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM dalam menyalurkan bantuan sebesar Rp2,4 juta tersebut.

    Direktur Mikro BRI Supari mengungkapkan sejak Agustus 2020, bantuan yang merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini telah disalurkan perusahaan kepada 7,8 juta penerima. Data per Desember 2020 menunjukkan dana tersalur sebesar Rp18,7 triliun.

  • UKM

    Peminat Membludak! Ini Cara Daftar Bantuan UMKM Rp2,4 Juta dan Akses E-form BRI

    Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah memberikan bantuan kepada para pelaku UMKM senilai Rp2,4 juta dalam bentuk Bantuan Tunai Langsung (BLT) atau Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM).

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebutkan bantuan tersebut ditujukan kepada 12 pelaku usaha mikro dengan total anggaran Rp22 triliun.

    Menurutnya, setelah diumumkan banyak masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan tersebut. “Di daerah banyak yang daftar sebagai usaha mikro dan mengajukan surat keterangan usaha. Kami terima data 28 juta, padahal alokasi hanya untuk 12 juta pelaku usaha,” ujarnya dalam live streaming bersama BNPB pada Senin (26/10/2020).

  • UKM

    Pemerintah Dorong Pemulihan UMKM Lewat Banpres dan Pinjaman

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Pemerintah memastikan terus melakukan pendampingan, pelatihan, dan pemberian bantuan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah agar mampu pulih dari hantaman pandemi Covid-19.

    Hal itu dikemukakan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki dalam ‘Dialog Covid-19: Penerapan Protokol Kesehatan di UMKM’ di Media Center #SatgasCovid19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (26/10).

    Teten menyebut pelaku UMKM merupakan salah satu yang paling terdampak dari pandemi lantaran upaya pembatasan aktivitas sosial demi menekan penyebaran virus.

  • Makro

    Bantuan Presiden ke Usaha Mikro Jangkau 5,6 Juta Orang

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mencatat pencairan bantuan presiden (banpres) produktif usaha mikro Rp2,4 juta hingga saat ini telah menjangkau 5,6 juta pelaku usaha mikro terdampak virus corona dengan total bantuan senilai Rp13,4 triliun.

    “Bantuan ini telah disalurkan kepada 5,6 juta pelaku usaha mikro yang tersebar di 34 provinsi dengan jumlah bantuan sebesar Rp13,4 triliun,” kata Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM RS Hanung Harimba Rachman dikutip dari Antara, Kamis, (10/9).

    Untuk mempercepat pemulihan kegiatan ekonomi, Hanung berharap sebelum akhir September 2020 sebanyak 9,16 juta pelaku usaha mikro dapat menerima banpres produktif tahap pertama dengan total anggaran Rp22 triliun.

  • UKM

    Setelah KUR dan UMi, Kemkop UKM godok skema pembiayaan baru

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Koperasi dan UKM tengah menggodok skema pembiayaan baru. Harapannya pembiayaan ini tak hanya murah, tapi juga mudah diakses bagi para pelaku UMKM terutama usaha mikro.

    Penyaluran pembiayaan lewat program pemerintah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun kredit Ultra Mikro (UMi), dinilai belum mampu memberikan kemudahan permodalan bagi pelaku usaha. 

    Pasalnya selama ini, masih banyak UMKM yang mengeluhkan beratnya persyaratan serta waktu yang cukup lama dalam pencairan modal.

    “Pembiayaan KUR hanya terkesan murah saja, belum menjangkau kategori mudahnya. Karena peminjam mesti harus memberikan kolateral (jaminan) dan mesti datang ke bank,” ucap Plt Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman dalam keterangan tertulis pada Rabu (19/2).

  • UKM

    Mereka yang Lahir dan Dibesarkan Pasar Tradisional

    Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
    Pasar sangat berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama masyarakat ekonomi pinggiran. Pasar memberikan kesempatan kepada usaha kecil yang memiliki potensi sangat besar dalam meningkatkan keuangan mikro bahkan perekonomian nasional sehingga dapat membangun keberdayaan kelompok miskin dan peluang mereka untuk keluar dari kemiskinan yang membelenggu.

    Sementara pasar tradisional memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mikronya serta menguatkan kapasitas perolehan pendapatannya agar pelaku usaha mikro dapat merasakan tingkat hidup yang lebih baik.

    Pasar Gede, sebagai salah satu ikon pasar tradisional di kota Solo, memiliki peran besar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pinggiran. Pasar Gede menjadi bidan sekaligus kawah condrodimuko bagi UMKM terutama pengusaha yang telah terbukti struggle. Dengan perannya itu, Pasar Gede akhirnya menjadi bukti success story pelaku usaha mikro yang telah eksis dan melegenda.

    Pasar Gede telah membesarkan beberapa pelaku usaha mikro yang telah sejahtera dan tinggal menikmati hasil jerih payah. Sebut saja pedagang dawet yang sudah beranak-pinak tiga generasi. Juga penjual intep goreng (kerak nasi yang digoreng) serta penjual gorengan jerohan ayam (usus, paru, dan ati ampela).

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image