• Makro

    Defisit Neraca Dagang Berpotensi Berlanjut, Langkah Antisipasi Dibutuhkan

    Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah diminta  segera menggandeng pelaku usaha untuk merumuskan langkah jangka pendek dalam menanggulangi defisit perdagangan yang berpotensi berlanjut.

    Ketua Komite Tetap Bidang Ekspor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Handito Joewono memperkirakan, hal itu dibutuhkan lantaran laju impor Indonesia diperkirakan dapat meningkat dalam dua bulan ke depan. Pasalnya, pada periode tersebut impor diperkirakan mengalami kenaikan seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku penolong jelang Ramadan dan Idulfitri.

    Di sisi lain, menurutnya, dalam dua bulan ke depan kinerja ekspor diperkirakan belum tentu mengalami peningkatan. Menurutnya, hal itu bisa terjadi lantaran wabah virus corona masih menghantui pasar global, terutama China yang menjadi tujuan ekspor utama RI.

    “Menurut saya kita harus antisipasi jika ada defisit yang lebih besar ke depan. Saya khawatir sebenarnya. Meski secara kepentingan publik harus optimistis, tapi jujur kita harus khawatir untuk dua bulan ke depan akan potensi adanya masalah pada perdagangan,” katanya kepada Bisnis, Senin (17/2/2020).

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image