• Finansial

    OJK Temukan 120 Fintech Ilegal pada Januari 2020

    Jakarta, CNN Indonesia — Satgas Waspada Investasi menemukan 120 perusahaan finansial berbasis teknologi (fintech) berskema pinjam meminjam (peer to peer lending) ilegal pada Januari 2020. Semua fintech itu tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan para fintech ilegal ini beroperasi melalui situs, aplikasi, hingga penawaran melalui SMS. Untuk itu, masyarakat diminta agar terus waspada pada penawaran-penawaran semacam ini.

    “Bahayanya jika meminjam di fintech peer to peer lending ilegal masyarakat bisa jadi korban ancaman dan intimidasi jika menunggak pinjaman,” ujar Tongam dalam keterangan resmi, Jumat (31/1).

  • OJK

    Targetkan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas, OJK Siapkan Lima Kebijakan Strategis Di 2020

    Bisnis.com, JAKARTA — OJK optimistis perbaikan pertumbuhan ekonomi dan kinerja sektor jasa keuangan yang positif akan berlanjut di 2020.

    Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di hadapan Presiden RI Joko Widodo dan pelaku industri jasa keuangan serta pemangku kepentingan lainnya dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2020 yang dilaksanakan pada Kamis, 16 Januari 2020 di Jakarta.

    PTIJK adalah event tahunan OJK yang diselenggarakan untuk menyampaikan arah dan kebijakan OJK dalam tahun tersebut. OJK telah menyiapkan lima kebijakan strategis sebagai arah pengembangan industri jasa keuangan tahun ini.

    Lima kebijakan strategis tersebut adalah (1) peningkatan skala ekonomi industri keuangan, mempersempit regulatory & supervisory gap antarsektor jasa keuangan, (2) digitalisasi produk dan layanan keuangan serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung kepatuhan regulasi, (3) percepatan penyediaan akses keuangan masyarakat serta penerapan market conduct dan (4) perlindungan konsumen yang lebih baik, (5) serta pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Wimboh Santoso menambahkan bahwa kebijakan strategis 2020 ini merupakan turunan dari Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) periode 2020-2024.

  • OJK

    OJK: Bangun Ekosistem untuk Industri Fintech yang Sustainable

    Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
    Guna membangun industri fintech yang sustainable, OJK berusaha turut membangun ekosistem sedemikian rupa supaya fintech bisa tumbuh dan berkembang terus, salah satunya melalui regulasi. Mengingat karakter bisnis fintech memiliki inovasi yang unik, industri ini tidak bisa terlalu dikungkung karena bisa mati. Namun, juga tidak bisa dibiarkan berkembang tanpa kendali lantaran bisa merusak tatanan yang ada.

    Untuk mengais lebih banyak informasi mengenai regulasi OJK tehadap fintech, redaksi Warta Ekonomi, Arif Hatta, melakukan wawancara khusus dengan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Nur Haida. Berikut ini petikan wawancaranya.

    Peraturan seperti apa yang diperlukan agar inovasi keuangan digital ini berkembang?

    Sebetulnya, ekosistemnya harus dibuat sedemikian rupa. Fintech pada dasarnya bertumpu pada adanya inovasi. Dengan berkembangnya ekosistem yang baik, inovasi itu bisa tumbuh dan berkembang. Ini yang OJK upayakan agar inovasi bisa berkembang. Salah satau yang bisa membuat fintech ini adalah adanya kejelasan aturan yang mendukung fintech. Di industri yang bergerak di fintech ini, kalau ada peraturan yang jelas, legal standing perusahaan makin jelas.

  • OJK

    Infografis Bank Wakaf Mikro Mendorong Ekonomi Umat

    Link : PDF

    Bank Wakaf Mikro (BWM) merupakan Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang didirikan atas izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bertujuan menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat kecil yang belum memiliki akses pada lembaga keuangan formal.

    Hingga Maret 2018, OJK telah memberikan izin kepada 20 BWM. OJK berkomitmen untuk terus mengembangkan BWM di seluruh pelosok Indonesia dengan harapan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta mampu mengurangi ketimpangan dan kemiskinan.

    Informasi selengkapnya silakan unduh infografis pada pdf terlampir.

    Source : Klik Disini

  • Berita

    Akhir Februari 2018, Kredit Bermasalah Perbankan Capai Rp 134 Triliun

    Liputan6.com, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kondisi perbankan dalam kondisi sangat baik. Namun, ada satu indikator yang naik tipis, yaitu angka Kredit Bermasalah (NPL) perbankan.

    Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana menuturkan, NPL gross perbankan naik sedikit dari 2,86 persen di Januari 2018 menjadi 2,88 persen di akhir Februari 2018. Sementara untuk NPL nett berada di angka 1,2 persen dalam dua bulan pertama.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image