• Makro

    Survei BI, Keyakinan Konsumen ke Ekonomi RI Menurun

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan keyakinan konsumen di dalam negeri terhadap kondisi ekonomi memburuk pada Januari 2021 kemarin.

    Itu tercermin dari  Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2021 yang sebesar 84,9.

    Indeks itu lebih rendah dibandingkan Desember 2020 yang sebesar 96,5. Penurunan itu terjadi pada seluruh kategori tingkat pengeluaran dan mayoritas kelompok usia.

    Secara spasial, keyakinan konsumen menurun di 14 kota cakupan survei, dengan penurunan terbesar di kota Surabaya, diikuti oleh Bandung dan Mataram.

    Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan itu disebabkan penurunan harapan konsumen terhadap kondisi ekonomi pada 6 bulan yang akan datang.

  • Makro

    BI Catat Keyakinan Konsumen Menurun pada Januari 2020

    Jakarta, CNN Indonesia — Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi melemah pada Januari 2020. Kondisi itu tercermin dari merosotnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi 121,7 atau turun 3,7 persen dibandingkan Desember 2019.

    Melemahnya optimisme konsumen disebabkan oleh penurunan persepsi konsumen terhadap kondisi perekonomian saat ini dan ekspektasi kondisi ekonomi.

    Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) turun 3,5 poin dari bulan sebelumnya menjadi 109,6. Penurunan juga terjadi pada Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) sebesar 5,9 poin menjadi 133,7.

    Kendati demikian, persepsi konsumen tetap berada di teritori positif karena masih di atas 100.

  • Makro

    Pesimis Lapangan Kerja Tersedia, Keyakinan Konsumen Melemah

    Jakarta, CNN Indonesia — Survei Bank Indonesia (BI) mengindikasikan keyakinan konsumen pada Agustus melemah didorong menurunnya keyakinan terhadap ketersediaan lapangan kerja.

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman menyebut Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus tercatat sebesar 121,6, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 124,8.

    “IKK Agustus tetap berada dalam zona optimis (di atas 100), meski lebih rendah dibanding bulan sebelumnya,” ujar Agusman dalam keterangan resmi, Kamis (6/9).

    Agusman menjelaskan penurunan IKK terjadi pada seluruh kelompok tingkat pengeluaran responden, terutama pada kelompok berpenghasilan Rp4,1-5 juta per bulan. Sementara dari sisi usia, penurunan IKK terutama terjadi pada kelompok responden 51-60 tahun.

    “Secara spasial, sebanyak 11 kota pelaksana survei mengalami penurunan IKK pada Agustus, dengan penurunan terdalam di kota Mataram yang ditenggarai akibat gempa,” terang dia.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image