• Makro

    Defisit Hantui Neraca Perdagangan Indonesia Sepanjang 2020, Ada Apa?

    Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa ekonom memprediksi neraca perdagangan Indonesia akan mengalami defisit sepanjang 2020.

    Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asworo mengatakan potensi defisit neraca dagang berasal dari melemahnya pertumbuhan ekonomi global dan meluasnya wabah virus Corona dari China ke negara lain.

    “Dampak virus Corona mungkin lebih besar dibandingman katalis positif dari kesepakatan perdagangan fase satu Amerika Serikat-China sehingga membebani ekspor Indonesia,” katanya, Senin (17/2/2020).

    Dia menuturkan upaya pemerintah untuk meningkatkan iklim investasi domestik pasti membutuhkan impor bahan baku dan barang modal. Karena itu, Andri memprediksi nilai impor Indonesia akan bertambah.

  • Makro

    BI Catat Keyakinan Konsumen Menurun pada Januari 2020

    Jakarta, CNN Indonesia — Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi melemah pada Januari 2020. Kondisi itu tercermin dari merosotnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi 121,7 atau turun 3,7 persen dibandingkan Desember 2019.

    Melemahnya optimisme konsumen disebabkan oleh penurunan persepsi konsumen terhadap kondisi perekonomian saat ini dan ekspektasi kondisi ekonomi.

    Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) turun 3,5 poin dari bulan sebelumnya menjadi 109,6. Penurunan juga terjadi pada Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) sebesar 5,9 poin menjadi 133,7.

    Kendati demikian, persepsi konsumen tetap berada di teritori positif karena masih di atas 100.

  • Makro

    Inflasi Januari 2020 Tercatat 0,39 Persen, Apa Saja Penyebabnya?

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik telah mengumumkan inflasi tahun kalender Januari 2020 di level 0,39 persen dan inflasi tahunan sebesar 2,68 persen. Lantas, apa saja perinciannya?

    Dalam konferensi pers di kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Senin (3/2/2020), Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga di sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, terutama komoditas bahan makanan, minuman, dan tembakau.

    “Sumbangan inflasi dari kelompok ini mencapai 1,62 persen. Komoditas yang memberi kontribusi terbesar terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK) antara lain cabai merah, cabai rawit, ikan segar, minyak goreng, beras, dan rokok,” paparnya.

  • Finansial

    OJK Temukan 120 Fintech Ilegal pada Januari 2020

    Jakarta, CNN Indonesia — Satgas Waspada Investasi menemukan 120 perusahaan finansial berbasis teknologi (fintech) berskema pinjam meminjam (peer to peer lending) ilegal pada Januari 2020. Semua fintech itu tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan para fintech ilegal ini beroperasi melalui situs, aplikasi, hingga penawaran melalui SMS. Untuk itu, masyarakat diminta agar terus waspada pada penawaran-penawaran semacam ini.

    “Bahayanya jika meminjam di fintech peer to peer lending ilegal masyarakat bisa jadi korban ancaman dan intimidasi jika menunggak pinjaman,” ujar Tongam dalam keterangan resmi, Jumat (31/1).

  • Makro

    BI Taksir Inflasi Capai 0,42 Persen pada Januari 2020

    Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi mencapai 0,42 persen month to month (mtm) pada Januari 2020. Proyeksi itu lebih tinggi dari realisasi inflasi Januari 2018 sebesar 0,32 persen.

    Secara tahunan, inflasi pada bulan pertama tahun ini diperkirakan sebesar 2,82 persen year on year (yoy).

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan perhitungan tersebut berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan hingga pekan keempat Januari.

    “Berdasarkan survei pemantauan harga hingga minggu keempat Januari, Bank Indonesia memperkirakan inflasinya 0,42 persen month to month. Kalau secara tahunan adalah 2,82 persen,” kata Perry di Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (24/1).

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image