• Bank

    Adopsi Teknologi Kunci Perbankan Ciptakan Peluang Baru

    Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan konsultan manajemen internasional, McKinsey memperkirakan perbankan di Asia akan menghasilkan US$100 miliar pendapatan baru, jika mampu beradaptasi dengan teknologi, analisis data lanjutan, memiliki talent management, serta menjalankan kemitraan melalui merger dan akuisisi.

    Laporan tersebut memaparkan industri perbankan Asia saat ini menghadapi tantangan berat ketika menghadapi pertumbuhan ekonomi yang melambat. Bahkan, pelaku industri perbankan hanya memiliki dua pilihan yakni menciptakan kembali peluang atau bersiap menghadapi kepunahan.  

    Laporan yang dikutip, Rabu (12/2/2020) itu menunjukkan kecakapan teknologi finansial dalam menggaet konsumen lokal jauh lebih signifikan, sehingga menghambat kemampuan bank mengambil keuntungan.

  • Ekonomi Syariah

    Sindikasi Syariah Berpotensi Naik

    Bisnis.com, JAKARTA — Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah Institute Pertanian Bogor (CIEST-IPB) menilai tren pembiayaan sindikasi syariah berpotensi meningkat.

    Berdasarkan statistik perbankan syariah (SPS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan yang diberikan industri perbankan syariah ke segmen investasi kategori non UMKM mengalami peningkatan selama empat tahun terakhir.

    Pada 2016, pembiayaan syariah untuk investasi non UMKM senilai Rp41,33 triliun. Nilainya meningkatkan pada 2017 dan 2018 masing-masing sebesar Rp45,73 triliun dan Rp51,08 triliun. Sementara itu, realisasi hingga November 2019 sudah mencapai Rp61,19 triliun.

    Direktur CIEST-IPB Irfan Syauqi Beik mengatakan kapasitas pembiayaan syariah yang dilakukan secara individual oleh satu bank masih kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan pembiayaan industri yang begitu besar. Keterbatasan modal inti yang dialami oleh bank-bank syariah membuat industri tersebut memiliki peluang untuk melakukan pembiayaan sindikasi.

  • Bank

    Pemerintah diminta membuat regulasi soal struktur industri perbankan

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Direktur Manajemen Resiko PT Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menilai pemerintah mesti menyusun regulasi soal struktur industri perbankan. Beleid tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan kontribusi industri perbankan terhadap ekonomi nasional.

    “Sebenarnya berapa jumlah bank yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tumbuh 6%-7% secara berkelanjutan?” Kata Siddik dalam jumpa pers Indonesia Banking Expo (IBEX) 2019 DI Jakarta, Rabu (6/11).

    Beberapa negara lain, dijelaskan Siddik misalnya bisa mengatur jumlah bank melalui izin yang diberikan otoritas dengan berdasarkan segmen bank yang dituju. Misalnya, sebuah bank cuma bisa bisa memegang izin sebagai bank segmen korporat.

  • Bank

    TRANSFORMASI TEKNOLOGI PERBANKAN : Menjaga Efisiensi Bank Tanpa Perlu PHK

    Isu pemutusan hubungan kerja mulai santer terdengar belakangan ini di kalangan manajemen perusahaan bank multinasional.

    Beberapa bank internasional yang dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya a.l. Deutsche Bank, HSBC, Citi Bank, Barclays, dan Nomura. Beberapa bank tersebut melakukan PHK dengan menyasar karyawan yang berpendapatan tinggi.

    Bank-bank multinasional ini memiliki jaringan bisnis ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Tidak mengherankan jika kemudian muncul pertanyaan tentang kemungkinan terjadinya hal yang sama di Tanah Air.

    Aksi PHK ini disinyalir akibat turunnya prospek bisnis bank multinasional tersebut di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Selain itu, kemelut Brexit dan konflik di Hong Kong turut berpengaruh terhadap penurunan prospek bisnis mereka.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image