• OJK

    OJK : Tingkatkan Pelayanan, Bank Tidak Perlu Buka Banyak Cabang

    Bisnis.com, JAKARTA – Pembukaan kantor cabang sebuah bank di daerah-daerah dinilai sudah tidak diperlukan seiring dengan perkembangan teknologi

    Hal ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso saat ditemui di Kantor OJK, Jakarta pekan ini.

    Menurut Wimboh, upaya bank meningkatkan pelayanan dengan membuka kantor cabang baru sudah tak lagi efektif. Hal ini dinilai memakan biaya yang tidak sedikit dan membutuhkan waktu lebih lama untuk beroperasi secara optimal. 

    Salah satu cara yang lebih mudah menurutnya adalah dengan menurunkan sejumlah agen ke wilayah-wilayah itu untuk secara aktif mendatangi masyarakat. Kehadiran agen dinilai dapat menggantikan kantor-kantor cabang yang selama ini hadir di wilayah.

  • Makro

    Selain Perang Dagang, Ancaman Ini Membayangi Indonesia Pada 2020

    Bisnis.com, YOGYAKARTA – Indonesia harus mengawasi ancaman-ancaman ekonomi global lain selain perang dagang pada 2020 mendatang.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kajian Makro LPEM Universitas Indonesia Febrio Kacaribu saat ditemui di Yogyakarta beberapa pekan ini.

    Menurutnya, ancaman perekonomian global pada tahun depan tidak hanya berasal dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Hal ini menurutnya telah dimonitor baik oleh pemerintah dan Bank Indonesia sebagai pelaksana kebijakan moneter.

    Risiko baru yang kemungkinan muncul pada 2020 adalah kondisi ekonomi Amerika Serikat yang akan semakin memburuk. Ia memprediksi perekonomian AS akan mengalami perlambatan secara signifikan atau bahkan krisis.

    “Efeknya ke negara-negara seperti Indonesia akan kurang lebih mirip dengan krisis tahun 2008-2009,” katanya.

    Ia menjelaskan, ketika menghadapi kejutan global seperti hal diatas, respons negara pada umumnya adalah flight to safety. Hal ini ditandai dengan penjualan aset mata uang lokal secara besar-besaran.

  • Bank

    Pengembangan Instrumen Pasar Jaga Likuiditas Perbankan

    Bisnis.com, JAKARTA — Perbankan optimis kondisi likuiditas tahun ini akan semakin membaik dinilai dengan berbagai pengembangan instrumen pasar.

    Ketua Association Cambiste Internastionale (ACI) Farida Thamrin mengatakan secara umum saat ini perbankan memiliki portofolio surat utang yang cukup. Hal ini seiring dengan pemain repo perbankan yang terus meningkat.

    Apalagi, Bank Indonesia (BI) juga memiliki berbagai instrumen dan lelang term repo pada akhir tahun lalu yang berhasil menarik perbankan.

    “Sama dengan BI, melalui ACI kami melakukan pengembangan berbagai instrumen pasar bahkan tidak hanya foreign exchange tetapi juga repo yang bisa antar bank dan dengan BI,” katanya, Kamis (10/1/2019).

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image