• Ekonomi Syariah

    Ini Fungsi Lain Industri Keuangan Syariah Bagi Ekonomi Inklusif Indonesia

    Jakarta, 03/05/2019 Kemenkeu – Menteri Perencanaan Pembangunan Indonesia Bambang Brodjonegoro mengatakan sektor keuangan syariah berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

    “Keuangan Syariah bukan hanya terbatas pada preferensi terkait agama, melainkan lebih jauh lagi yaitu untuk mencapai tujuan syariah (Maqasid al Shariah), dimana keuangan syariah turut berperan penting dalam pemberdayaan komunitas dan individu, mendorong tumbuhnya wiraswasta, berinvestasi dalam ekonomi riil serta berkelanjutan,” paparnya.

    Fungsi yang pertama yaitu industri keuangan syariah dapat menjadi wadah intermediasi dalam pembangunan ekonomi nasional seperti penyediaan pembiayaan sektor produktif. Selain pembiayaan, fungsi lainnya adalah penghimpunan dana dari berbagai sumber antara lain:

  • Aktivitas

    MES Tegal Raya Persiapan Pelantikan dan Musyawarah Kerja I

    Bertempat di OJK Kota Tegal, Kamis, 17 Januari 2019 Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Tegal Raya mengadakan rapat persiapan pelantikan dan musyawarah kerja pertama.

    Rapat dihadiri oleh para stakeholder pelaku ekonomi syariah. Ada dari Pendidikan, Perbankan, lembaga pemerintah, pelaku ekonomi dan Kantor Jasa Akuntan yg diwakili KJA Andita Gunawan.

    Rapat berjalan lancar dan memberikan mandat pengurus untuk mempersiapkan secara teknis.

  • Makro

    Perry Janji Jaga Stabilitas Sambil Dorong Pertumbuhan Ekonomi

    Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
    Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan siap membawa BI untuk secara penuh menjalankan mandatnya menjaga stabilitas ekonomi. Secara khusus inflasi dan nilai tukar rupiah yang belakangan ini cenderung melemah. Adapun Perry Warjiyo baru saja dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh MA sebagai Gubernur BI periode 2018-2023.

    “Tentu saja dalam menjaga itu saya tetap memosisikan mendukung upaya pertumbuhan ekonomi. Saya juga pro growth (pertumbuhan),” katanya di gedung MA, Jakarta, Kamis (24/5/2018).

    Pro growth ini dikatakan Perry mempunyai 5 instrumen. Pertama, memprioritaskan penjagaan stabilitas melalui kebijakan moneter. Empat instrumen lain yakni mendorong peningkatan ekonomi dengan merelaksasi kebijakan makro prudent, mendorong sektor perumahan yang jadi leading sektor.

  • Berita

    Akhir Februari 2018, Kredit Bermasalah Perbankan Capai Rp 134 Triliun

    Liputan6.com, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kondisi perbankan dalam kondisi sangat baik. Namun, ada satu indikator yang naik tipis, yaitu angka Kredit Bermasalah (NPL) perbankan.

    Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana menuturkan, NPL gross perbankan naik sedikit dari 2,86 persen di Januari 2018 menjadi 2,88 persen di akhir Februari 2018. Sementara untuk NPL nett berada di angka 1,2 persen dalam dua bulan pertama.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image