• Ekonomi Syariah

    Perkembangan ekonomi syariah lebih baik daripada ekonomi 2020

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia turut terguncang akibat pandemi Covid-19. Namun, Bank Indonesia (BI) melihat kinerja ekonomi syariah secara umum lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2020.

    Menurut catatan bank sentral, ekonomi syariah pada tahun 2020 tumbuh negatif 1,72% yoy. Meski negatif, perkembangannya lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun lalu yang tumbuh minus 2,07% yoy.

    Di tengah kontraksi pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia, ada dua sektor prioritas rantai nilai halal atau Halal Value Chain (HVC) yang mampu tumbuh positif meski tingkat pertumbuhannya melambat.

    “Sektor pertanian mampu tumbuh 1,85% yoy dan sektor makanan halal tumbuh 1,58% yoy. Pertumbuhan kedua sektor ini bisa menahan kontraksi pertumbuhan sektor prioritas HVC lebih dalam,” tulis BI dalam Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah (LEKSI) 2020.

  • Ekonomi Syariah

    Revolusi Industri 4.0 Dorong Perekonomian Syariah

    Bisnis.com, JAKARTA – Pentingnya Revolusi Industri 4.0 dan inovasi menjadi dua titik sorotan yang berkembang dalam seminar mengenai upaya mengembangkan ekonomi syariah yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah.

    Dalam seminar Optimalisasi Ekonomi Syariah di Era Revolusi Industri 4.0 di Aula Gedung 3 FEB UNS, pada Sabtu (14/9/2019), Ketua Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia Provinsi Jawa Tengah Edy Supriyono menyebutkan perekonomian syariah akan sangat didorong dengan adanya Revolusi Industri 4.0.

    “Di zaman 4.0 ini pekerjaan kita akan dialihkan ke mesin sehingga kita harus siap dengan Internet of Things (IoT), Artifical Intelegent (AI), Big Data, Cloud Computing, dan Block Chain,” papar Edy Supriyono sebagaimana siaran pers yang diterima Bisnis.

  • Ekonomi Syariah

    Sri Mulyani Janji Kembangkan Ekonomi Syariah

    Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berjanji akan mewujudkan ekonomi syariah berbasiskan wajah Islam Indonesia yang inklusif. Dia akan meracik strategi untuk pengembangan ekonomi syariah agar bisa mensejahterahkan umat Islam di Indonesia.

    Hal itu disampaikan setelah ia menerima amanah sebagai Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia 2019 hingga 2023.

    Menteri Keuangan beralasan tantangan Indonesia ke depan adalah mewujudkan kesejahteraan umat dan menciptakan kesempatan yang adil bagi seluruh masyarakat. Hanya saja, bagi Indonesia yang sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam, tentu kegiatan ekonomi itu perlu memperhatikan nilai-nilai luhur keislamannya.

    “Tentunya tercapainya kesejahteraan umat secara adil dan merata menjadi tujuan akhir yang ingin kami capai. Indonesia sebagai negara dengan jumlah umat muslim yang terbesar di dunia mempunyai potensi besar dalam mengembangkan perekonomian Islam guna mensejahterahkan umatnya,” jelas Sri Mulyani dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (24/8).

  • Berita

    Seminar Nasional dan Pelantikan Pengurus MES Tegal Raya Periode 1440-1443 H

    Seminar Nasional dan Pelantikan Pengurus MES Tegal Raya Periode 1440-1443 H. Kamis 28 Februari 2019 di Gedung Pertemuan Adipura Pemerintahan Kota Tegal.

    Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Tegal Raya terdiri dari Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang mempunyai visi memajukan perekomian syariah. Misinya dengan mengumpulkan para pelaku-pelaku syariah yang saling mendukung. Dari profesional, lembaga keuangan, UMKM dan pelaku-pelaku lain yg terkait ekonomi syariah.

    Ketua MES Tegal Raya dipimpin oleh Ketua OJK Kota Tegal Bapak Ludy Arlianto.

  • Aktivitas

    MES Tegal Raya Persiapan Pelantikan dan Musyawarah Kerja I

    Bertempat di OJK Kota Tegal, Kamis, 17 Januari 2019 Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Tegal Raya mengadakan rapat persiapan pelantikan dan musyawarah kerja pertama.

    Rapat dihadiri oleh para stakeholder pelaku ekonomi syariah. Ada dari Pendidikan, Perbankan, lembaga pemerintah, pelaku ekonomi dan Kantor Jasa Akuntan yg diwakili KJA Andita Gunawan.

    Rapat berjalan lancar dan memberikan mandat pengurus untuk mempersiapkan secara teknis.

  • Ekonomi Syariah

    Masterplan Ekonomi Syariah Rampung Akhir Desember 2018

    Bisnis.com, JAKARTA — Komite Nasional Keuangan Syariah akan merampungkan masterplan pengembangan ekonomi syariah pada akhir Desember 2018.

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang P.S. Brodjonegoro menuturkan peluncuran masterplan tersebut diharapkan dapat dilakukan pada Januari 2019.

    “Akhir bulan ini selesai sesuai janjinya. Launching awal bulan depan,” ujarnya, Selasa (18/12/2018).

    Menurut Bambang, masterplan ini akan menjabarkan produk-produk yang dapat dikembangkan oleh Indonesia untuk pasar halal dunia. Selain produknya, juga akan memuat strategi untuk memasarkan produk-produk ini.

  • Ekonomi Syariah

    Asosiasi Fintech Syariah Himpun 52 Anggota

    Bisnis.com, JAKARTA – Sejak berdiri pada Februari 2018, Asosiasi Fintech Syariah Indonesia sudah merangkul 52 anggota.

    Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia, Ronald Yusuf Widjaja mengatakan saat ini perusahaan sudah memiliki 52 anggota dengan 33 anggota adalah perusahaan atau komunitas yang bergerak pada bisnis teknologi finansial atau fintech.

    “Kenapa tak hanya fintech karena kami yakin mendorong ekonomi syariah itu kita tidak hanya berbicara soal keuangan. Namun juga eksosistemnya dari media, dari law firm, konsultan, messenger, yang bisa mensupport ini kita ajak bersama,” terang Ronald kepada Bisnis, Sabtu (6/10/2018)

    Dia menjelaskan, fintech memang berbicara keuangan. Sebaliknya, kalau ekosistem syariah, berarti belajar secara umum dan bersinergi dengan fintech dan non fintechnya.

    Dia menyebut bahwa sesama anggota asosiasi akan saling mendukung ke depannya.

    “Setelah saling kenal kita berbicata dengan stakeholder lain, dengan MUI, dengan semuanya, bagaimana mengimplementasikan teknologi terhadap inisiatif-insiatif syariah mendorong ekonomi syariah,” sambung Ronald.

    Adapun kriteria wajib menjadi anggota asosiasi ini, kata Ronald, mengantongi giro syariah. Pasalnya, kepemilikan atas giro syariah akan mendorong ekonomi syariah. Sehingga tidak harus memakai platform namun cukup punya semangat ekonomi syariah.

    “Kita open maka kita sangat terbuka, Februari baru awal dan sudah 6 bulan berjalan,” tuturnya.

    Sumber: Klik Disini

  • Ekonomi Syariah

    Roadmap Ekonomi Syariah Segera Disusun

    Bisnis.com, JAKARTA — Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) akan menyusun peta jalan ekonomi syariah untuk mendorong Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global.

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan saat ini, Indonesia hanya memiliki peta keuangan ekonomi syariah yang dibuat oleh KNKS.

    “Kami akan memperluas roadmap tersebut menjadi roadmap ekonomi syariah karena sekarang menyadari industri keuangan syariah kita bisa berkembang kalau industri halalnya berkembang,” tegasnya, Rabu (25/7/2018).

    Dalam industri halal, posisi Indonesia masih menjadi pasar karena masih mengimpor baju muslim dan makanan, serta beberapa produk halal lainnya. Ke depannya, Bambang berharap Indonesia dapat menjadi eksportir dalam rantai pasok halal global.

    Ekspor produk halal Indonesia tercatat baru mencapai US$35.4 miliar atau 21% dari total ekspor 2017. Dari persentase tersebut, produk ekspor industri halal masih berbasis pada Sumber Daya Alam (SDA), seperti CPO dan batu bara.

  • Ekonomi Syariah

    BI Dukung Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal

    Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
    Pengembangan ekonomi pesantren, UMKM syariah, maupun industri halal sebagai suatu ekosistem yang utuh dalam local halal value chain (rantai nilai halal daerah) dengan memanfaatkan kearifan lokal masing-masing daerah, merupakan langkah yang tepat untuk mengoptimalkan besarnya potensi ekonomi syariah regional.

    Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo dalam acara pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) tahun 2018, hari ini (2/5/2018) di Semarang.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image