• Makro

    Baru Januari, Defisit APBN Sudah Capai Rp36,1 T

    Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Keuangan menyatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Januari 2020 sebesar Rp36,1 triliun. Defisit tersebut sebesar 0,21 persen berasal dari Produk Domestik Bruto (PDB).

    Realisasi defisit lebih rendah dari posisi Januari 2019. Tercatat, awal tahun lalu defisit APBN sebesar Rp45,1 triliun atau 0,29 persen dari PDB.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan peningkatan defisit terjadi karena realisasi penerimaan negara lebih rendah belanja negara. Pada Januari 2020, penerimaan negara baru mencapai Rp103,7 triliun atau hanya 4,6 persen dari target di APBN 2020 yang sebesar Rp2.233,2 triliun.

    Di sisi lain, belanja negara tercatat sebesar Rp139,8 triliun atau 6,5 persen dari target APBN 2020 yang sebesar Rp2.540,4 triliun. Dengan realisasi tersebut, belanja negara pada Januari 2020 turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar 9,1 persen, sedangkan penerimaan negara turun 4,6 persen.

  • Makro

    BI Yakinkan Konsumsi Rumah Tangga Masih Kuat

    Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) menyatakan konsumsi rumah tangga cenderung menguat. Hal itu ditandai dengan indeks keyakinan konsumen Maret 2019 yang naik menjadi 127,9 dari posisi Februari 2019 yang sebesar 125,1.

    “Keyakinan konsumsi tinggi, baik untuk melakukan investasi maupun melakukan konsumsi,” ujar Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di kompleks BI, Jumat (29/3).

    Selain itu, penjualan ritel juga diperkirakan meningkat. Hal itu memberi gambaran bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga, meskipun inflasi relatif rendah. Penurunan inflasi, lanjut Dody, lebih disebabkan oleh biaya distribusi yang turun sehingga menekan harga jual.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image