• Bank

    Tabungan Dibobol, Perbankan Didorong Benahi Pengamanan Dana Nasabah

    Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri perbankan diharap segera berbenah demi meningkatkan keamanan dana dana data nasabah.

    Harapan ini muncul pasca mencuatnya kasus pembobolan tabungan milik wartawan senior Ilham Bintang, yang dilakukan melalui modus penggantian kartu SIM seluler. Kasus ini dianggap membuktikan adanya kerentanan dalam sistem perbankan.

    “Bila benar uang diambil dengan internet banking, berarti pengamanan harus ditingkatkan. Internet banking sendiri di beberapa bank besar tanah air harus menyertakan token khusus untuk verifikasi. Bahkan ada alat khusus yang dibuat untuk membuat token lebih mudah. Di bank dengan sistem lebih sederhana, token tertulis diberikan oleh bank kepada nasabah,” ujar Pengamat keamanan siber dari Communication & Information System Security Research Center (CISSRec) Pratama Persadha kepada Bisnis, Selasa (21/1).

  • Berita

    OJK Ungkap Penyelewengan Dana Nasabah Bank Multi Artha

    Jakarta, CNN Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap penyelewengan dana nasabah senilai Rp6,28 miliar oleh Komisaris PT BPR Multi Artha Mas Sejahtera. Petinggi bank perkreditan rakyat berinisial H (44 tahun) tersebut disinyalir menggunakan dana nasabah untuk kepentingan pribadi.

    “Uangnya untuk kepentingan pribadi berupa usaha lain di sektor leasing alat berat untuk disewakan dan dia masukkan dalam kontraktor properti, sehingga uang tidak bisa kembali,” ujar Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK Rokhmad Sunanto, Selasa (21/8).

    OJK, sambung dia, telah menyerahkan kasus terkait ke Bareskrim Polri untuk menyelidiki lebih lanjut aset yang mengalir dari penyalahgunaan dana nasabah. H diduga melanggar pasal 40 ayat 1 huruf a dan b Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 yang menggantikan UU Nomor 2/1992.

    Menurut beleid tersebut, H diancam dengan hukuman minimal lima tahun penjara dan denda Rp10 miliar. Saat ini, H telah diserahkan ke pihak berwajib. H diciduk di Sorong, Papua, pada 16 Agustus 2018.

    Rokhmad menuturkan bahwa penyalahgunaan dana nasabah memang lebih rentan terjadi di bank berskala usaha kecil, seperti BPR. Hal tersebut tercermin dari jumlah limpahan berkas perkara yang masuk ke departemennya.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image