• Makro

    Cadangan devisa Januari 2021 capai US$ 138 miliar, tertinggi sepanjang sejarah!

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Cadangan devisa pada Januari 2021 menggendut. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2021 sebesar US$ 138,0 miliar atau naik dari posisi pada akhir Desember 2020 yang sebesar US$ 135,9 miliar. 

    Bila menilik data cadangan devisa yang dihimpun BI pun, ini merupakan nilainya yang tertinggi sepanjang sejarah, setelah sebelumnya rekor tertinggi dicapai pada bulan Agustus 2020 yang sebesar US$ 137 miliar. 

    “Peningkatan posisi cadangan devisa pada Januari 2021 terutama dipengaruhi oleh penerbitan global bonds pemerintah dan penerimaan pajak,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam siaran pers, Jumat (5/1). 

  • Makro

    Cadangan Devisa Naik Jadi US$137 Miliar per Agustus 2020

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia mencapai US$137 miliar per Agustus 2020 kemarin. Posisi itu meningkat dibandingkan dengan akhir Juli 2020 yang sebesar US$135,1 miliar.

    Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan peningkatan cadangan devisa itu ditopang oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

    “Serta penerimaan pajak dan devisa migas,” katanya dalam pernyataan yang dikutip Senin (7/9).

    Ia menambahkan posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,4 bulan impor atau 9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

    Selain itu, cadangan itu juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

    Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.

    Sumber: Klik Disini

  • Makro

    Cadev Menggemuk, Neraca Pembayaran Diprediksi Membaik

    Bisnis, JAKARTA – Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II/2020 diprediksi bakal membaik dibandingkan dengan kuartal I/2020 yang mencatatkan defisit US$8,54 miliar sejalan dengan menggemuknya cadangan devisa (cadev) per Mei 2020.

    Cadangan devisa pada Mei 2020 naik US$2,62 miliar menjadi US$130,5 meneruskan kenaikan pada bulan sebelumnya sebesar US$7,18 miliar. Dengan adanya kenaikan ini, cadangan devisa pada 2020 mencatatkan pertumbuhan secara year-to-date sebesar 1,01%.

    Adanya kenaikan devisa pada bulan lalu ditopang oleh capital inflow ke pasar obligasi dan saham senilai US$1,16 miliar, di mana dari pasar obligasi net capital inflow sebesar US$611 juta, sementara dari pasar saham sebesar US$552 juta.

  • Makro

    Cadangan Devisa RI Turun Jadi US$130,6 Miliar per Februari

    Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa RI sebesar US$130,4 miliar hingga akhir Februari 2020. Angka ini turun dibandingkan bulan sebelumnya, yakni US$131,7 miliar.

    Direktur Eksekutif BI Onny Widjanarko menyebut posisi cadangan devisa Februari 2020 tetap tinggi, meski sedikit lebih rendah dari akhir Januari 2020.

    “Posisi cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor,” ujar Onny, Jumat (6/12).

  • Makro

    Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$131,7 Miliar per Januari

    Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa RI sebesar US$131,7 miliar hingga akhir Januari 2020. Angka ini naik dibandingkan bulan sebelumnya yakni US$129,2 miliar.

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengungkap posisi cadangan devisa Januari 2020 meningkat sedikit dibandingkan Desember 2019.

    “Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” ujar Onny dalam keterangan resmi, Rabu (8/1).

    Bank Indonesia, menurut dia, menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

  • Makro

    Cadangan Devisa Naik Jadi US$129,2 Miliar pada Desember 2019

    Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia mengumumkan cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$129,2 miliar pada Desember 2019.

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menyatakan posisi cadangan devisa Desember 2019 meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2019, yang sebesar US$126,6 miliar.

    “Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” paparnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (8/1/2020).

    Onny menegaskan bank sentral menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

    Dia melanjutkan perkembangan cadangan devisa pada Desember 2019, terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, dan penerimaan valas lainnya.

    Ke depan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

    Sumber: Klik Disini

  • Makro

    Cadev Agustus Naik Jadi US$126,4 Miliar

    Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia merilis data posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2019 tercatat sebesar US$126,4 miliar. Cadangan devisa ini meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2019 sebesar US$125,9 miliar.

    Peningkatan cadangan devisa pada Agustus 2019 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas dan penerimaan valas lainnya.

    Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

    Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

    Ke depan, bank sentral memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

    Sumber: Klik Disini

  • Makro

    CADEV SURPLUS : Rupiah Jadi Penggerak Utama

    Bisnis, JAKARTA — Mulai kondusifnya ekonomi nasional menjadi pendorong naiknya cadangan devisa pada bulan lalu. Di sisi lain, stabilitas nilai tukar rupiah turut menjadi penopang kenaikan.

    Bank Indonesia mencatat, cadangan devisa pada akhir Juni 2019 senilai US$123,8 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Mei 2019 yang tercatat senilai US$120,3 miliar dolar.

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,1 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

    Kata dia, peningkatan cadangan devisa pada Juni 2019 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas dan valas lainnya, serta penarikan utang luar negeri pemerintah.

  • Makro

    Cadangan Devisa Juni Naik Jadi US$123,8 Miliar

    Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni kemarin mencapai US$123,8 miliar. Cadangan tersebut naik dibandingkan posisi akhir Mei yang hanya US$120,3 miliar.

    BI dalam keterangan yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Onny Widjanarko mengatakan peningkatan cadangan devisa tersebut banyak dipengaruhi oleh penerimaan sektor minyak dan gas bumi serta valas lainnya.

    Peningkatan juga didorong oleh penarikan utang luar negeri pemerintah. “Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik,” katanya seperti dikutip dalam pernyataan tersebut, Jumat (5/7).

  • Makro

    Ekonom Prediksi Nilai Cadangan Devisa Tak Berubah di Maret

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Cadangan devisa Indonesia per Maret 2019 diprediksi tidak banyak berubah dibandingkan nilai per Februari. Ekonom memperkirakan cadangan devisa akan berada di kisaran US$ 123,3 miliar.

    Lana Soelistianingsih, Ekonom Samuel Aset Manajemen memprediksi, cadangan devisa di Maret 2019 bisa naik sekitar US$ 300 juta sampai US$ 500 juta saja, sehingga menjadi US$ 123,6 miliar–US$ 123,8 miliar. Salah satu penyebab tambahan devisa dari operasi moneter, hasil lelang forex swap antara Bank Indonesia dan pihak perbankan yang membutuhkan rupiah untuk kegiatan bisnis mereka. “Pengaruhnya besar, tapi jangka pendek,” katanya kepada KONTAN (29/3).

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image