• Bank

    BI proyeksikan inflasi Desember 2020 sebesar 0,36% secara bulanan

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia memprediksi akan terjadi inflasi pada Desember 2020. Berdasarkan survei pemantaian harga pada  minggu ketiga Desember 2020, Bank Indonesia memproyeksikan inflasi Desember sebesar 0,36% secara bulanan (mom). 

    “Dengan perkembangan tersebut maka perkiraan inflasi tahun 2020 sebesar 1,60% yoy,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Jumat (18/12). 

    Erwin mengatakan penyumbang utama inflasi yakni berasal dari cabai merah sebesar 0,08% mom, telur ayam ras sebesar 0,06% mom, cabai rawit sebesar 0,04% mom, tomat sebesar 0,03% mom, daging ayam ras sebesar 0,02% mom, minyak goreng, jeruk, wortel, serta tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01% mom. 

  • Makro

    Cadangan Devisa Naik Jadi US$137 Miliar per Agustus 2020

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia mencapai US$137 miliar per Agustus 2020 kemarin. Posisi itu meningkat dibandingkan dengan akhir Juli 2020 yang sebesar US$135,1 miliar.

    Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan peningkatan cadangan devisa itu ditopang oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

    “Serta penerimaan pajak dan devisa migas,” katanya dalam pernyataan yang dikutip Senin (7/9).

    Ia menambahkan posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,4 bulan impor atau 9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

    Selain itu, cadangan itu juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

    Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.

    Sumber: Klik Disini

  • Berita

    Makna Filosofis Uang Kertas Baru Rp75 Ribu

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan desain uang baru Rp75 ribu yang diluncurkan untuk memperingati kemerdekaan ini didasari oleh beberapa filosofi. 

    Salah satunya yaitu rasa syukur atas kemerdekan. Hal ini dituangkan lewat gambar peristiwa pengibaran bendera pada saat proklamasi RI 75 tahun silam.

    Pasangan proklamator Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta juga kembali dipilih menghiasi halaman depan uang kertas RI sebagai ikon proklamasi kemerdekaan RI.

    Bedanya, di uang pecahan ini juga disertai gambaran pegunungan. Ini memiliki filosofi pembuka dan permulaan lembaran baru bagi Indonesia.

  • Makro

    BKF Pastikan Burden Sharing Tak Usik Independensi BI

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Badan Kebijakan Fiskal (BKFKementerian Keuangan menegaskan keputusan berbagi beban (burden sharing) antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam penanganan pandemi covid-19 tak akan mengurangi independensi bank sentral.

    Kepala BKF Febrio Nathan Kacaribu mengatakan burden sharing justru merupakan bagian dari tugas BI seperti diamanatkan dalam Undang-undang nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Dalam hal ini, menjaga stabilitas makroekonomi.

    “Hal itu diinterpretasikan ke dalam menjaga inflasi lalu nilai tukar terhadap mata uang asing. Dalam konteks sekarang, kalau pertumbuhan ekonomi kita menurun sangat dalam, mandatnya pasti enggak bisa berjalan,” ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (17/7).

  • Makro

    Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$130,5 Miliar

    Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa dalam negeri pada akhir Mei 2020 sebesar US$130,5 miliar. Cadangan devisa tercatat naik dibandingkan dengan akhir April yang hanya US$127,9 miliar.

    Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan cadangan devisa Indonesia cukup untuk pembiayaan 8,3 bulan impor atau delapan bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu, juga masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

    “Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ungkap Onny dalam keterangan tertulis, Senin (8/6).

  • Makro

    Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$131,7 Miliar per Januari

    Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa RI sebesar US$131,7 miliar hingga akhir Januari 2020. Angka ini naik dibandingkan bulan sebelumnya yakni US$129,2 miliar.

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengungkap posisi cadangan devisa Januari 2020 meningkat sedikit dibandingkan Desember 2019.

    “Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” ujar Onny dalam keterangan resmi, Rabu (8/1).

    Bank Indonesia, menurut dia, menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

  • Makro

    BI Diprediksi Pertahankan Suku Bunga Acuan 5 Persen

    Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia diproyeksikan akan tetap menahan suku bunga acuan pada hasil Rapat Dewan Gubernur, Rabu (18/12/2019) sampai Kamis (19/12/2019) di level 5 persen.

    Head of Research, Macroeconomic and Financial Sector Policy dari LPEM FEB Universitas Indonesia, Febrio N. Kacaribu menjelaskan, di tengah perlambatan ekonomi global akibat aktivitas perdagangan dan investasi yang melemah, data terbaru mengenai kondisi ekonomi makro Amerika Serikat telah membawa sedikit ruang pada sikap pelonggaran moneter the Fed.

    The Fed sudah memutuskan untuk menghentikan sikap pelonggaran mereka dengan membiarkan tingkat suku bunga tetap. Selain itu, konsumsi dan pasar tenaga kerja yang kuat serta kesepakatan antara AS-China merupakan kabar yang baik pada akhir tahun ini.

    Sementara itu, ECB juga telah memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya, tetap berlaku di 0%.

  • Pajak

    Pengamat : Fiskal Jadi Penentu 2020

    Bisnis.com, JAKARTA – Kebijakan fiskal 2020 harus ekspansif setelah relaksasi moneter dan makroprudensial yang dilakukan Bank Indonesia.
     
    Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyatakan arahan dari Bank Indonesia (BI) setelah pemangkasan suku bunga acuan selama 4 kali dengan total 100 basis poin (bps) adalah menunggu hasil transmisi ke sektor perbankan.
     
    Dia menuturkan transmisi tersebut membutuhkan waktu setidaknya 4-6 bulan. Sehingga, pihak perbankan diprediksi baru bisa melakukan transmisi pada tahun depan.
     
    “Jadi, saya pikir sebenarnya langkah BI harus diimbangi dengan kebijakan yang lebih longgar dari sisi fiskal,” kata Yusuf di Ciputra Artprenenur, Jakarta, Kamis (28/11/2019).
     
    Dia memandang arah kebijakan fiskal sedikit ketat, sehingga untuk menambah likuiditas di masyarakat pada tahun depan harus diimbangi fiskal yang ekspansif. Pemangku kebijakan moneter dinilai sudah bersikap lebih longgar, yang memang masih dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

  • Makro

    Ini Enam Jurus BI Majukan Ekonomi Indonesia 2020

    Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia merumuskan enam langkah terdekat memajukan perekonomian Indonesia pada 2020.

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko menyatakan dalam kondisi perekonomian global yang belum kondusif, bauran kebijakan Bank Indonesia yang telah ditempuh pada 2019 akan semakin diperkuat pada tahun 2020 mendatang.

    Dia menyatakan, penguatan itu akan melalui enam fokus area kebijakan yang akan ditempuh oleh Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong momentum pertumbuhan.

    Pertama, kebijakan moneter tetap akomodatif. Kedua, kebijakan makroprudensial yang akomodatif akan ditempuh untuk mendorong pembiayaan ekonomi.

  • Makro

    Cadev Agustus Naik Jadi US$126,4 Miliar

    Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia merilis data posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2019 tercatat sebesar US$126,4 miliar. Cadangan devisa ini meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2019 sebesar US$125,9 miliar.

    Peningkatan cadangan devisa pada Agustus 2019 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas dan penerimaan valas lainnya.

    Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

    Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

    Ke depan, bank sentral memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

    Sumber: Klik Disini

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image