Bank

PERBANKAN SYARIAH : Daya Saing Masih Rendah

Bisnis, JAKARTA — Daya saing perbankan syariah masih kalah dibandingkan bank umum seiring dengan masih rendahnya rasio dana murah. Akan tetapi, pelaku industri perbankan syariah masih tetap berupaya melakukan terobosan sambil memanfaatkan pelonggaran aturan.

Bisnis, JAKARTA — Daya saing perbankan syariah masih kalah dibandingkan bank umum seiring dengan masih rendahnya rasio dana murah. Akan tetapi, pelaku industri perbankan syariah masih tetap berupaya melakukan terobosan sambil memanfaatkan pelonggaran aturan.

Berdasarkan Data Otoritas Jasa Keuangan, rasio dana murah (current account saving account/CASA) perbankan syariah pada kuartal ketiga tahun ini adalah 43,26%, naik dari posisi awal tahun ini yang tercatat masih berada pada 42,09%.

Rasio ini bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan CASA 2016 yang tercatat 40,51%. Namun, posisi ini masih jauh dari posisi CASA industri perbankan secara umum yang telah berada pada 55,4%.

Direktur PT Bank BCA Syariah Rickyadi Widjaja mengatakan CASA masih menjadi isu yang cukup diperhatikan oleh pelaku industri perbankan syariah tahun ini. Selain karena isu ekonomi yang membuat pertumbuhan giro terbatas, kemampuan perbankan syariah dalam menggarap potensi tabungan juga masih rendah.

“Ini lebih tepatnya permasalahan bank-bank kecil, yakni pengumpulan CASA yang kurang baik, sehingga membuat kemampuan daya saing untuk membiayai nasabah pembiayaan top gear juga terbatas,” katanya, Jumat (13/12).

Ricky menjelaskan, salah satu komponen CASA yakni giro adalah dana masyarakat yang khusus dihimpun dari pelaku usaha. Komponen ini masih tergolong tinggi, tetapi pertumbuhannya mulai melambat seiring dengan kondisi ekonomi.

Sementara dari sisi tabungannya, kemampuan perbankan syariah masih terbatas lantaran tidak memiliki kantor cabang fisik serta anjungan tunai mandiri (ATM) yang banyak. Hal ini membuat nasabah kurang percaya dan kurang nyaman dalam menggunakan produk tabungan bank syariah.

“Jadi memang masih jauh sekali dengan bank-bank besar yang telah mampu menjadi transactional banking, yang uangnya berputar-putar di sistemnya saja,” katanya.

Akan tetapi, Ricky menjelaskan perseroan tergolong memiliki performa yang cukup baik dalam penggalangan dana murah masyarakat.

“CASA ini terus kami tambah. Porsinya terus naik dari 22% menjadi 25%, dan masih akan terus naik lagi, hingga akhir tahun,” ujaranya.

Ricky memaparkan, BCA syariah saat ini memiliki rencana untuk meningkatkan penampungan dana haji yang juga dapat memperkuat rasio dana murah.

Di sisi lain, perseroan juga terus mengoptimalkan kinerja karyawan BCA Syariah yang ditempatkan di kantor perusahaan induk untuk dapat terus membatu penghimpunan dana murah.

“Apalagi nanti itu kan ada pelonggaran aturan yang nantinya banyak fasilitas dari perusahaan induk yang bisa kami optimalkan,” ucapnya.

Sebagai informasi, OJK baru menerbitkan POJK No. 28 Tahun 2019 tentang Sinergi Perbankan dalam Satu Kepemilikan.

Aturan ini diharap dapat membantu pengembangan perbankan syariah agar efisien lantaran membuat bank umum syariah mampu beroperasi layaknya bank umum yang memiliki posisi kelompok di atasnya.

Di sisi lain, Ricky menjelaskan peningkatan CASA juga dilakukan dengan cara peningkatan pembiayaan ke debitur berkualitas baik. Pasalnya, penggunaan fasilitas pembiayaan membuka peluang nasabah pembiayaan juga menggunakan produk tabungan BCA Syariah.

“Dan ini juga coba kami terus dorong. Pelan-pelan juga kami coba masuk ke beberapa nasabah pembiayaan top gear, tetapi tidak banyak,” ucapnya.

Direktur Bisnis Ritel BRI Syariah Fidri Arnaldy juga menilai peningkatan CASA akan menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan pondasi perseroan yang lebih kokoh. Saat ini, CASA perseroan tercatat masih rendah, yakni hanya 26% – 30%.

Anak usaha bank dengan aset terbesar di Tanah Air atau BRI ini pun berharap dana murah meningkat hingga 45% sampai akhir tahun.

“Tahun depan tentu kami ingin meningkat lagi di level 60% supaya dapat menekan biaya dana secara maksimal,” katanya.

Fidry mengemukakan per September porsi dana mahal atau deposito masih mendominasi dalam DPK perseroan. Namun, perseroan memastikan akan terus menekan.

Per September 2019 porsi dana mahal pun sedikit melandai menjadi sebesar 62,27% dari September 2018 yang sebesar. 69,46%. Alhasil, tahun depan dana pihak ketiga atau DPK diproyeksi akan melesat hingga 20%-22% disokong oleh implentasi Qanun dan BRIlink.

Selain itu, perseroan juga akan melakukan efisiensi dari sisi reposisi pekerja atau menggeser tenaga back office untuk menjadi marketing yang turun ke lapangan jadi funding officer.

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara mengatakan sampai saat ini DPK diharapkan masih tumbuh sesuai dengan target pembiayaan Rp34,5 triliun.

Namun, Pandji mengakui biasanya periode akhir tahun pricing liabilities atau dana meningkat. Alhasil, jika meningkatnya terlalu tajam perseroan tidak akan terlalu fokus mengejar pada besaran target.

“Jadi, tidak ngoyo mau kejar funding Rp34,5 triliun dari pada terlalu mahal kan, kalau gitu yang kasihan sisi pricing asset financing-nya dibebanin biaya yang terlalu mahal,” ujarnya.

Pandji menambahkan prinsipnya perseroan akan mengejar CASA meski tidak bisa secara instant. Pasalnya harus memakai banyak program, dibantu dengan digitalnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis SME dan Komersial PT Bank BNI Syariah Dhias Widhiyati mengakui telah berhasil mendorong CASA sebagai motor pendorong DPK.

Dia mengatakan pertumbuhan DPK per September 2019 sebesar 11,8% yoy. Dengan pertumbuhan di atas, DPK masih mampu mendukung kinerja pembiayaan yang tumbuh 18,4% yoy.

“Pertumbuhan DPK tersebut lebih banyak dikontribusi oleh dana murah atau CASA yang per September 2019 meningkat menjadi 61,95% dari posisi yang sama tahun lalu sebesar 54,19%. Dengan komposisi tersebut, kami mampu menjaga beban bagi hasil,” katanya.

Dhias mengemukakan perseroan akan terus mengoptimalkan kerjasama dengan berbagai institusi dan perusahaan antara lain dengan solusi payroll dan cash management.

Sumber: Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image