Artikel

PENGENALAN INSTRUMEN KEUANGAN (Bagian Pertama)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan mahasiswa dapat:

  1. Memahami ruang lingkup PSAK 50, 55, dan 60;
  2. Mengenali definisi dan komponen instrument keuangan;
  3. Mengenali kategori dan reklasifikasi aset dan liabilitas keuangan;
  4. Mengenali pengakuan awal aset dan liabilitas keuangan;
  5. Mengenali pengukuran setelah pengakuan awal aset dan liabilitas keuangan;
  6. Mengenali konsep penurunan nilai aset keuangan;
  7. Mengenali konsep penghentian pengakuan instrument keuangan;
  8. Mengenali konsep saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan;
  9. Mengenali persyaratan pengungkapan aset keuangan dan liabilitas keuangan; dan
  10. Memahami perbedaan PSAK dan IFRS terkait dengan instrumen keuangan.

Rujukan

PSAK 50 (2014) Instrumen Keuangan: Penyajian

PSAK 55 (2014) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran

PSAK 60 (2014) Instrumen Keuangan: Pengungkapan

Pendahuluan

Salah satu perkembangan paling penting dalam dunia keuangan sejak tahun1970-an adalah kehadiran sejumlah besar instrument keuangan baru dan inovatif dalam pasar keuangan. Istilah “teknik keuangan” dan “revolusi instrument keuangan” sering digunakan untuk menggambarkan perkembangan ini. Biasanya, instrument keuangan baru merupakan kombinasi antara instrument keuangan yang sudah ada dengan sedikit tambahan fitur baru. Instrumen keuangan lainnya merupakan kombinasi dua atau lebih instrument menjadi instrument sintetis baru atau produk keuangan yang dikemas ulang, contohnya beberapa jenis tertentu swap dan obligasi hipotek yang dijamin.

Beberapa instrument keuangan telah mengungguli kesuksesan instrument keuangan lainnya, seperti instrument derivative termasuk didalamnya kontrak forward, future, opsi, dan swap. Instrumen ini makin banyak digunakan dalam aktivitas trading, arbitraging, dan manajemen risiko. Inovasi instrument keuangan mortgage-backed securities (mbs) telah menjadi salah satu penyebab krisis keuangan global ditahun  2007. Hal ini makin mempopulerkan nama instrument keuangan terutama yang terkait dengan aktivitas investasi yaitu saham dan obligasi. Kepopuleran beberapa instrument tersebut seolah-olah mendefinisikan instrument keuangan sebagai instrument investasi. Dengan demikian, apakah instrument keuangan hanya terbatas pada instrument investasi?

Jika investor dan pengguna laporan keuangan memerlukan pengetahuan dan pergertian yang cukup tentang instrumen keuangan dalam melakukan pengambilan keputusan dan penilaian risiko, maka diperlukan konsistensi akuntansi dan pengungkapan yang memadai atas instrument tersebut. Disisi lain, akuntansi instrument keuangan akan menjadi salah satu tantangan besar bagi entitas yang mengadopsi International Financial Reporting Standard (IFRS), sebab pengadopsian ini meningkatkan kompleksitas perlakuan akuntansi atas instrument keuangan. Sayangnya, referensi yang membahas secara rinci tentang instrument keuangan dengan berbagai contoh penerapan masih sangat sedikit.

Dalam SAK (Standar Akuntansi Keuangan), terdapat 3 (tiga) standar yang membahas instrumen keuangan, yaitu:

  1. PSAK 50 Instrumen Keuangan: Penyajian yang mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS 32 Financial Instruments: Presentation. Pernyataan ini memberikan panduan dalam pengaturan hal-hal berikut:
  2. Definisi dan klasifikasi instrument keuangan yaitu aset keuangan, liabilitas keuangan, dan instrument ekuitas;
  3. Perbedaan antara liabilitas keuangan dan ekuitas;
  4. Akuntansi untuk instrument keuangan majemuk;
  5. Akuntansi untuk pembelian kembali saham dan saham treasuri;
  6. Saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan.
  7. PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran yang mengadopsi seluruh pengaturan  dalam  IAS 39 Financial  Instruments:  Recognition  and Measurement.

Pernyataan ini memberikan panduan dalam pengaturan hal-hal berikut:

  1. Definisi, klasifikasi, dan reklasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan;
  2. Pengakuan  dan penghentian  pengakuan  aset keuangan  dan liabilitaskeuangan;
  3. Pengukuran diawal dan setelah pengakuan awal;
  4. Akuntansi derivatif untuk tujuan diperdagangkan dan lindung nilai.
  • PSAK 60 Instrumen Keuangan: Pengungkapan yang mengadopsi semua pengaturan dalam IFRS 7 Financial Instruments: Disclosures.

Peryataan ini mencakup persyaratan pengungkapan terkait instrument keuangan.

Ruang Lingkup PSAK 50, 55, dan 60

Berdasarkan PSAK 50, instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menambah aset keuangan entitas dan liabilitas keuangan atau instrument ekuitas lain. Dengan demikian instrumen keuangan dapat diklasifikasikan kedalam 3 kategori, yaitu:

  1. Aset keuangan;
  2. Liabilitas keuangan;dan
  3. Intrumen ekuitas,entitas lain

Pada dasarnya, suatu instrumen dapat dikategorikan sebagai instrumen keuangan apabila instrumen tersebut memiliki hubungan kontraktual antara dua pihak. Dengan demikian, aset atau liabilitas keuangan yang tidak timbul secara kontraktual tidak dapat dikategorikan sebagai instrumen keuangan, seperti contoh utang pajak. Liabilitas ini timbul secara kontraktual melainkan secara konstruktif berdasarkan undang-undang.

PSAK 50, 55, dan 60 sama-sama mengatur mengenai perlakuan akuntansi instrumen keuangan, namun masing-masing standar tersebut memiliki ruang lingkup yang sedikit berbeda. Gambar berikut menyajikan perbedaan ruang lingkup dari ketiga standar tersebut.

Gambar 7-1 Ruang Lingkup PSAK 50, 55, dan 60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image