• Finansial

    Ada pandemi Covid-19, transaksi uang elektronik sokong bisnis UMKM

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Peran ekonomi digital dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kian nyata. Pelaku UMKM pun semakin banyak yang mengadopsi metode pembayaran digital dengan menggunakan uang elektronik berbasis aplikasi.

    Pelaku UMKM merasakan dampak positif dari hadirnya uang elektronik, baik dari sisi peningkatan transaksi, pencatatan keuangan yang lebih teratur, dan meningkatkan literasi keuangan dengan membuka akses terhadap layanan keuangan perbankan dan digital.

    Hal tersebut terungkap dalam survei yang dilakukan oleh CORE Indonesia terhadap 2.001 UMKM mitra di 12 kota di 8 provinsi pada awal 2021.

    Hasil studi memperlihatkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM yang dijadikan responden  merasa terbantu sejak bergabung di platform pembayaran digital OVO.

  • Finansial

    Stabilitas sektor jasa keuangan terjaga, fungsi intermediasi mengalami perbaikan

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sistem keuangan masih terjaga, ditunjukkan dengan perbaikan fungsi intermediasi domestik di tengah pemulihan perekonomian nasional yang terus berjalan. Hal ini didukung dengan mulai terkendalinya pandemi diikuti peningkatan aktivitas perekonomian nasional.

    Namun,  Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Anto Prabowo mengatakan, perkembangan global masih perlu dicermati, terutama tren peningkatan inflasi akibat penyebaran varian Delta, pengetatan kebijakan moneter global yang lebih cepat dari estimasi awal, serta dampak pengetatan regulasi di China.

    Secara domestik, indikator-indikator sektor riil terpantau mulai menunjukkan indikasi perbaikan seiring melandainya kasus baru Covid-19 dan menurunnya positivity rate di tengah akselerasi program vaksinasi dan penegakan protokol kesehatan.

  • OJK

    OJK: Stabilitas sektor jasa keuangan masih terjaga di Agustus 2021

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sistem keuangan masih terjaga hingga Agustus 2021. Hal itu ditunjukkan dengan perbaikan fungsi intermediasi domestik di tengah pemulihan perekonomian nasional yang terus berjalan.

    Sejalan dengan mulai terkendalinya pandemi diikuti peningkatan aktivitas perekonomian nasional. Namun demikian perkembangan global masih perlu dicermati, terutama tren peningkatan inflasi akibat penyebaran varian Delta, pengetatan kebijakan moneter global yang lebih cepat dari estimasi awal, serta dampak pengetatan regulasi di Tiongkok.

    Secara domestik, indikator-indikator sektor riil terpantau mulai menunjukkan indikasi perbaikan seiring melanda- nya kasus baru Covid-19 dan menurunnya positivity rate di tengah akselerasi program vaksinasi dan penegakan protokol kesehatan.

  • Makro

    Ekonom ini prediksi akan terjadi inflasi tipis pada September 2021

    KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Ekonom Ryan Kiryanto memproyeksikan inflasi pada September 2021 akan berkisar pada  0,01% sampai 0,02% secara month to month (mtm) dan  sebesar 1,66 sampai 1,67% secara year on year (yoy).

    Menurutnya pembentuk inflasi pada September 2021 ditopang dari kenaikan harga di sektor transportasi setelah beberapa kota/daerah mengalami pelonggaran pembatasan sosial atau perbaikan level PPKM. Hal itu diiringi juga oleh Konsumsi masyarakat juga meningkat terlihat dari kenaikan harga sayur mayur.

    “Lebih jelas, rendahnya inflasi tersebut bukan karena lemahnya daya beli masyarakat, melainkan belum kuatnya konsumsi masyarakat berpenghasilan tetap dan mencukupi karena faktor pembatasan sosial atau PPKM,” kata Ryan kepada Kontan.co.id (29/9).

  • Makro

    Per 24 September 2021, realisasi PEN baru mencapai 54,3% pagu

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Hampir melewati pengujung kuartal III-2021, realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 baru mencapai 54,3% dari pagu anggaran.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sampai dengan 24 September 2021, realisasi program PEN mencapai Rp 404,70 triliun dari Rp 744,77 triliun total pagu anggaran PEN tahun ini.

    “Progres yang signifikan terjadi pada klaster Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan Kesehatan,” klaim Airlangga dalam keterangan resminya, seperti dikutip Selasa (28/9).

  • Pajak

    Ini sektor usaha yang kembali sokong penerimaan pajak di tahun 2021

    KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Penerimaan pajak di tahun 2021 diproyeksi bakal kembali gagal mencapai target. Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan, pendapatan pajak akan tekor Rp 87,1 triliun di tahun ini. 

    Perkiraan tersebut bahkan lebih besar dari prediksi terkait shortfall penerimaan pajak yang diungkapkan pemerintah pada pertengahan tahun lalu, yang hanya Rp 53,3 triliun. 

    Dengan demikian, Sri Mulyani memperkirakan penerimaan pajak hanya akan mencapai 92,9% dari target yang telah ditetapkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 yang sebesar Rp 1.229,6 triliun. 

  • Finansial

    Penerimaan masyarakat semakin luas, transaksi QRIS terus meningkat

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melihat transaksi ekonomi dan keuangan digital terus meningkat. Hal ini seiring dengan akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan pembayaran digital, dan akselerasi digital banking.

    BI mencatat, perluasan merchant QRIS berlanjut, pada pertengahan September 2021 mencapai 10,4 juta merchant, atau tumbuh 120,22% year on year (yoy). PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan pertumbuhan transaksi QRIS lebih dari 300% yoy menjadi lebih dari 3 juta kali. 

    SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi bilang sejauh ini, transaksi QRIS di Bank Mandiri banyak dilakukan di merchantmerchant UMKM. Juga merchant ekosistem, merchant di bidang Food dan Beverage, supermarket dan retail.  

    Selain itu, transaksi QRIS saat ini pun banyak dilakukan untuk donasi seperti di rumah ibadah, badan amal, dll sehingga dapat membantu orang untuk tetap dapat berdonasi secara aman melalui QRIS ini.

  • Artikel

    ETIKA BISNIS DAN ETIKA PROFESI AKUNTAN

    Belakangan ini etika profesi akuntan menjadi diskusi berkepanjangan di tengah­tengah masyarakat. Menyadari hal demikian, etika menjadi kebutuhan penting bagi semua profesi. Etika merupakan prinsip moral dan standar dalam berhubungan dengan sesama. Etika profesi termasuk didalamnya standar kebiasaan yang dilakukan baik untuk tujuan praktik maupun tujuan idealistik. Pelanggaran etika profesi akuntan di perusahaan memang banyak, tetapi upaya untuk menegakan etik perlu digalakkan. Etika profesi tidak akan dilanggar jika ada aturan dan sangsi. Kalau semua tingkah laku salah dibiarkan, lama kelamaan akan menjadi kebiasaan. Norma yang salah ini akan menjadi budaya. Oleh karena itu bila ada yang melanggar aturan diberikan sangsi untuk memberi pelajaran kepada yang bersangkutan.

  • Artikel

    KEPATUHAN AKUNTAN PUBLIK TERHADAP STANDAR PENGENDALIAN MUTU KANTOR AKUNTAN PUBLIK

    Saat ini banyak sekali bermunculan perusahaan-perusahaan global yang tentunya nanti banyak melahirkan persaingan-persaingan yang sangat tajam. Untuk bisa melahirkan suatu daya saing yang kuat tentunya perusahaan bisa melakukan banyak cara baik ke dalam perusahaan maupun ke luar perusahaan. Salah satu cara perusahaan meningkatkan daya saingnya, perusahaan bisa menggunakan jasa pelayanan dari Akuntan Publik untuk menilai performa dari perusahaan dimana   penilaiannya melalui penilaian terhadap laporan keuangan perusahaan dan nantinya hasil dari penilaian kewajaran laporan keuangan tersebut bisa digunakan sebagai wacana untuk pembuatan kebijakan manajemen ke depan, untuk pengajuan pinjaman kredit, konsultasi pajak, dan sebagainya.

  • Makro

    BI mencatat likuiditas perekonomian meningkat pada Agustus 2021

    KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Agustus 2021. Bank Indonesia (BI) mencatat, M2 pada Agustus 2021 sebesar Rp 7.198,9 triliun, atau meningkat dari Rp 7.149,2 triliun pada Juli 2021. 

    Meski begitu, Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono melihat, pertumbuhan M2 pada Agustus 2021 yang sebesar 6,9% year on year (yoy) ini lebih rendah dari 8,9% yoy pada Juli 2021. 

    “Perlambatan ini terjadi pada komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi,” ujar Erwin dalam laporannya, Rabu (22/9).

    Erwin kemudian memerinci, komponen M1 pada Agustus 2021 tercatat Rp 1.938,5 triliun atau meningkat dari Rp 1.933,4 triliun. Namun, pertumbuhannya tercatat 9,8% yoy, atau lebih rendah dari 14,9% yoy pada Juli 2021. 

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image