UKM

Informasi Seputar UMKM

  • UKM

    UMKM ingin dapat BPUM 2021 Rp 1,2 juta? Ini cara dan syaratnya

    KONTAN.CO.ID –Pelaku UMKM sudah dapat mengakses Bantuan Produktif Usaha Mikro atau BPUM 2021 atau Banpres Produktif. 

    Namun, besarannya turun dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 1,2 juta. Rencananya, BPUM 2021 akan diberikan kepada 12,8 juta UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) yang terdampak pandemi Covid-19. 

    Pendaftaran BPUM 2021 untuk pelaku usaha mikro sudah mulai dapat diakses dan diajukan ke dinas yang membidangi koperasi dan UMKM kabupaten/kota. 

    Dikutip dari Kontan.co.id, Senin (5/4), Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim menyatakan, pengajuan usulan untuk mendaftar BPUM akan berakhir pada 31 Agustus 2021.

  • UKM

    Simak cara dan syarat pengajuan KUR tanpa jaminan hingga Rp 100 juta

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kabar baik. Pemerintah memutuskan untuk mengerek plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan dari sebelumnya Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta. Penyesuaian besaran KUR ini dilakukan lantaran Presiden RI Joko Widodo meminta porsi pembiayaan UMKM mampu mencapai level lebih dari 30% pada 2024. 

    “Arahan Bapak Presiden tentu terkait dengan KUR yang tanpa jaminan yang selama ini angkanya antara di bawah Rp 50 juta ini untuk tingkatkan plafonnya menjadi Rp 100 juta,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan persnya usai mengikuti Rapat Terbatas, Senin (05/04/2021). 

    Bagi Anda yang tertarik untuk mendapatkan fasilitas kredit tersebut, pendaftaran dapat dilakukan di berbagai bank dan koperasi penyalur. 

    Namun, terdapat sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi oleh calon debitur. Bila Anda telah memenuhi persyaratan, maka pengajuan KUR dapat dilakukan di website resmi masing-masing bank penyalur. 

  • UKM

    Cara cek UMKM penerima BPUM 2021 di eform.bri.go.id

    KONTAN.CO.ID – Pelaku UMKM bisa mengecek di eform.bri.go.id untuk memastikan bahwa pihaknya adalah penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) 2021 atau tidak.  

    Dikutip dari Kontan.co.id, Senin (5/4/2021), bantuan modal kerja bagi pelaku usaha mikro tersebut kembali diluncurkan untuk tahun anggaran 2021 mulai Maret 2021.

    Namun, besaran BPUM 2021 turun dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 1,2 juta. 

    Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim menuturkan, Program BPUM tahun 2021 merupakan kelanjutan program yang telah dilaksanakan pada tahun 2020. 

    Program ini diluncurkan kembali berdasarkan hasil evaluasi, program bantuan produktif bagi usaha mikro pada tahun 2020 telah berjalan dengan baik dan berhasil.

  • UKM

    Tambah Anggaran PEN, UMKM Dapat Prioritas

    Bisnis.com, JAKARTA – Dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),  pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp699,43 triliun tahun ini. Anggaran ini meningkatkan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp579,78 triliun. Dalam PEN tahun ini, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan salah satu prioritas pemerintah adalah memberikan dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan alokasi anggaran PEN sebesar Rp184,83 triliun.

    “Pemerintah memberikan prioritas kepada pemulihan UMKM karena perannya yang strategis bagi perekonomian nasional. UMKM berkontribusi 61,1 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan menyerap 97 persen dari total angkatan kerja [116,9 juta tenaga kerja],” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip dari laman Kemenko Perekonomian, Minggu (4/4/2021). Anggaran untuk dukungan UMKM dan pembiayaan korporasi diberikan melalui enam stimulus, yaitu Subsidi Bunga UMKM, Bantuan Produktif Usaha Mikro, Subsidi Imbal Jasa Penjaminan (IJP), Penempatan Dana pada Bank Umum, Insentif Pajak, dan Restrukturisasi Kredit.

  • UKM

    BRI Dorong Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi Lewat UMKM

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Penyaluran stimulus untuk masyarakat dan pelaku usaha masih diperlukan sepanjang tahun ini. Hal itu untuk mengoptimalkan upaya pemulihan kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19.

    Melalui stimulus dan proses vaksinasi yang mulai berjalan, optimisme masyarakat serta pelaku usaha akan semakin besar untuk bangkit dari keterpurukan.

    Sebagai bank milik negara yang memiliki jaringan kerja terluas, BRI terus mendukung penyaluran stimulus serta vaksinasi yang akan dilakukan sepanjang tahun ini. Dukungan diberikan baik dalam bentuk penyaluran kredit, edukasi, pembuatan survei indeks bisnis UMKM melalui BRI Micro & SME Index (BMSI), dan kerja-kerja luar biasa lainnya.

    Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa kinerja di luar kebiasaan harus dilakukan seluruh pihak agar Indonesia bisa segera keluar dari kondisi krisis akibat pandemi. Demikian dikatakan Sunarso dalam Program Dialog Spesial Indonesia Bicara yang diselenggarakan secara daring oleh Media Group Kamis (1/4) kemarin.

  • UKM

    BLT UMKM Dipangkas Separuh Tersisa Rp1,2 Juta

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Pemerintah memangkas bantuan langsung tunai (BLT) kepada pelaku UMKM dari Rp2,4 juta menjadi Rp1,2 juta pada 2021. Target jumlah penerima BLT pun ikut berkurang.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkap BLT UMKM akan diberikan kepada 9,8 juta pelaku usaha mikro pada 2021. Sementara, total penerima BLT UMKM pada tahun lalu mencapai 12 juta orang.

    Meski berkurang, Teten menyebut pihaknya sedang berupaya menambah penerima BLT UMKM sebanyak 3 juta orang. Jika itu terealisasi, maka ada 12,3 juta pelaku UMKM yang mendapatkan bantuan pada 2021.

    “Sebenarnya 9,8 juta itu masih jauh dari cukup. Sebenarnya yang mengajukan ke kantor kami lebih besar karena itu kami mohon bantuan untuk mengagendakan kepada Kementerian Keuangan untuk menambah menjadi 12 juta lagi,” ujar Teten, dikutip dari Antara, Kamis (1/4).

  • UKM

    Anggaran Bantuan Usaha Mikro Tembus Rp15,36 T pada 2021

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Kementerian Keuangan menyiapkan anggaran senilai Rp15,36 triliun untuk program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau bansos UMKM yang dilanjutkan pada 2021. Bantuan itu akan diberikan ke 12,58 juta penerima.

    “Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM sedang dalam proses menyiapkan penyaluran dan pencairannya,” ujar Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemenkeu Kunta Wibawa Dasa Nugraha saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2021 secara virtual, Selasa (23/3).

    Bersamaan dengan alokasi anggaran yang sudah ada, Kunta mengatakan kemungkinan dananya sudah bisa dicairkan pada minggu ini. Tetapi, tinggal menunggu kesiapan dari Kementerian Koperasi dan UKM.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan kementeriannya akan terus mengawal program ini. Hanya saja, pelaksanaan teknis tetap harus menunggu aba-aba dari Kementerian Koperasi dan UKM.

  • UKM

    Mendag akan panggil pelaku e-commerce bahas aturan diskon e-commerce

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi akan memanggil perwakilan pelaku e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak dan lainnya untuk membahas aturan mengenai e-commerce yang sedang digodok pemerintah. Aturan tersebut juga berhubungan dengan pengaturan terkait diskon e-commerce untuk mencegah adanya predatory pricing dalam perdagangan elektronik.

    “Rancangannya sudah hampir jadi, minggu depan akan juga memanggil, mungkin kalau tidak keburu akhir bulan ini. Awal bulan depan sebelum puasa kita akan panggil seluruh pemain secara bersama-sama untuk public hearing dengan mereka,” ujar Lutfi dalam konferensi pers, Jumat (19/3).

    Menurutnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan komunikasi dan memberi waktu kepada para pelaku e-commerce sebelum memutuskan aturan tersebut. Dia juga menyebut pihaknya tengah melakukan finalisasi aturan tersebut dengan berbagai kementerian.

    Menurut Lutfi, Kemendag sudah memanggil seluruh stakeholder di bidang e-commerce, baik lokal maupun internasional, untuk membicarakan tentang perdagangan digital yang adil di Indonesia.

  • UKM

    Pemerintah berkomitmen melakukan pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari sektor UMKM

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah berkomitmen melakukan pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari sektor UMKM, terlebih di tengah pandemi Covid-19 banyak UMKM yang berjatuhan.

    “Pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi harus dimulai dari sektor UMKM, sebab sektor ini berkontribusi 61 persen bagi PDB Indonesia. Jumlah UMKM terdampak pandemi sebanyak 64,2 juta atau 99 persen dari seluruh usaha yang beroperasi di seluruh Indonesia,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di akun Instagramnya @airlanggahartarto_official, Senin (15/3).

    Bentuk dukungan yang diberikan pemerintah untuk UMKM dan koperasi diwujudkan lewat enam stimulus, yaitu subsidi bunga UMKM, bantuan produktif usaha mikro, subsidi imbal jasa penjaminan (IJP), penempatan dana pada bank umum, dan insentif pajak untuk restrukturisasi kredit dan dukungan lainnya. “Pemerintah terus mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah, UMKM, untuk terus bangkit,” jelas Airlangga.

  • UKM

    Komisaris BRI: Kolaborasi Lembaga Keuangan Penting untuk UMKM

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Pembiayaan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ultra mikro kini tak lagi cukup dilakukan oleh lembaga perbankan saja. Diperlukan kolaborasi berbagai lembaga keuangan untuk memperluas akses pelaku UMKM dan ultra mikro mendapatkan pembiayaan sehat.

    Hal itu dinyatakan oleh Komisaris BRI, Rofikoh Rokhim dalam pidato pengukuhan sebagai Guru Besar di FEB Universitas Indonesia, Sabtu (13/3). Dalam pidato berjudul Perbankan dan Keuangan Sosial: Aspek Berkelanjutan untuk Kesejahteraan, Rofikoh menyoroti pentingnya penerapan nilai keberlanjutan (sustainability) yang dilakukan lembaga keuangan, khususnya bank.

    Salah satu cara adalah penyaluran pembiayaan untuk UMKM. Pemberian kredit itu otomatis berdampak pada peningkatan inklusi keuangan masyarakat. Pada 2019, tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia berada di angka 76,19 persen.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image