UKM

Informasi Seputar UMKM

  • UKM

    BRI Bagikan Tips Agar Pelaku UMKM Sukses Sejak Awal

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Dalam berbisnis, seseorang harus menerapkan tata kelola yang baik. Tata kelola bisnis (good corporate governance) yang baik adalah kunci agar bisnis dapat terus berkembang dan bertahan lama.

    Direktur Kepatuhan BRI A. Solichin Lutfiyanto mengatakan, rumus di atas sama-sama berlaku bagi pebisnis baru atau yang sudah lama berkecimpung. Dengan tata kelola yang baik, pengusaha akan terdorong untuk bertanggung jawab secara transparan. Hal ini disebut sebagai salah satu fondasi yang membuat usaha tumbuh berkelanjutan.

    “Kepatuhan itu, bahasa kerennya kan good corporate governance, jangan diterjemahkan menjadi sesuatu yang kelihatannya canggih, advance, ataupun kompleks. Sederhananya, salah satu unsur dari kepatuhan itu adalah integritas. Jadi kalau kita bicara mikro, mau mengembangkan bisnis, kita harus mulai dengan integritas dan professional,” ujar Solichin pada acara BRI Cuap-cuap Cuan Berkah.

  • UKM

    Cara Daftar BPUM Tahap 3

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Pemerintah masih menyalurkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Bantuan langsung tunai (BLT) yang kini memasuki pencairan tahap ketiga tersebut masih terbuka bagi pelaku UMKM yang belum mendaftar.

    Namun, pelaku UMKM yang ingin mendapatkan bantuan tersebut harus mendaftarkan diri ke dinas bidang koperasi dan UKM di kabupaten/kota tempatnya tinggal.

    Sebelum mendaftar, harus dipastikan pula mereka memiliki bukti sebagai pelaku usaha mikro melalui Nomor Induk Berusaha (NIB). Bisa juga memiliki surat keterangan usaha (SKU) dari kepala desa/lurah.

    Mengutip dari laman resmi Pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) DKI Jakarta, langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan SKU antara lain, pertama, membuat surat permohonan yang di dalamnya terdapat pernyataan kebenaran dan keabsahan dokumen dan data. Surat permohonan itu harus disertai materai.

  • UKM

    Pemerintah Tambah Jumlah Penerima BPUM Jadi 12,8 Juta UMKM

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Pemerintah berencana memperluas cakupan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM) 2021 menjadi 12,8 juta penerima. BPUM adalah salah satu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang ditujukan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi.

    Dimulai sejak tahun lalu, kali ini pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp15,36 triliun. Adapun skema yang digunakan masih tetap, yakni setiap UMKM berhak mendapatkan dana Rp1,2 juta.

    Deputi Bidang Usaha Mikro KemenkopUKM Eddy Satriya mengatakan, rencana itu telah disepakati pada rapat yang digelar pada awal Maret lalu.

    “Direncanakan akan ada 12,8 juta penerima yang merupakan kombinasi dari penerima manfaat lama dan baru,” kata Eddy dalam Dialog Produktif bertema
    Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) 2021 yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan di FMB9ID_IKP, Rabu (5/5).

  • UKM

    Cara cek UMKM penerima BPUM 2021 lewat BNI di banpresbpum.id

    KONTAN.CO.ID – Selain BRI, salah satu bank yang menyalurkan Bantuan Produktif Usaha Mikro atau BPUM adalah BNI. Cara cek UMKM penerima BPUM 2021 melalui BNI pun cukup mudah yakni di laman banpresbpum.id. 

    Pemerintah telah menyiapkan dana Rp 15,36 triliun untuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

    Bantuan tersebut menyasar 12,8 juta pelaku usaha, dan diberikan dengan tujuan untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 bagi sektor UMKM. 

    Besaran bantuan yang juga disebut dengan Bantuan Produktif Usaha Mikro atau BPUM ini adalah sebesar Rp 1,2 juta per pelaku UMKM

  • UKM

    Gandeng KPU, Teten Pakai Data Pemilu untuk Salurkan BLT UMKM

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menandatangani perjanjian kerja sama dengan KPU terkait pemanfaatan data Pemilu untuk penyaluran BLT UMKM.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan kerja sama ini diperlukan mengingat kementeriannya belum memiliki data terintegrasi terkait calon penerima bantuan produktif usaha mikro (BPUM) tersebut.

    “Supaya tepat sasaran kami gandeng KPU yang punya data yang sangat bagus. Karena itu kami terima kasih, nanti kami cocokkan. Karena kerumitan kami ini namanya betul NIK-nya beda, karena itu ini akan sangat menolong sekali,” ujarnya usai penandatanganan perjanjian tersebut, Kamis (29/4).

  • UKM

    Syarat Buat Perusahaan di RI Lebih Mudah dari Bikin Koperasi

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut lebih gampang membentuk perseroan terbatas (PT) daripada koperasi di Indonesia. Ini karena mendirikan koperasi butuh minimal 9 orang.

    Syarat itu lebih sulit jika dibandingkan dengan mendirikan PT yang hanya mewajibkan hanya dua orang saja. Padahal, lewat UU Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM pemerintah sudah merampingkan syarat pendirian koperasi.

    Teten menyebut sebelum aturan diubah, koperasi diwajibkan memiliki 20 orang anggota.

    “Sekarang ini pendirian koperasi lebih mudah, cukup 9 orang walaupun dibandingkan rata-rata dunia hanya membutuhkan 5 orang. Ini sudah lebih murah dari sebelumnya harus 20 orang. Lebih mudah mendirikan PT daripada koperasi,” katanya pada webinar Sariagri bertajuk Kemitraan UKMK Sawit, Selasa (27/4).

  • UKM

    Mendag Siapkan Aturan E-Commerce Tertibkan Pedagang Nakal

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan pihaknya tengah menyiapkan regulasi untuk mengatur dan memperketat perdagangan e-commerce. Ini dilakukan dengan beberapa pertimbangan.

    Salah satunya, pertumbuhan perdagangan daring yang meroket selama pandemi. Dia menyebut pertumbuhan e-commerce pada 2020 meroket 384 persen dibandingkan 2019.

    Pertimbangan lain, kepatuhan pelaku perdagangan e-commerce terhadap aturan. Ia menyebut seiring dengan pertumbuhan pesat e-commerce di dalam negeri, semakin banyak pemain yang mulai mengabaikan aturan dan cenderung nakal.

    Karena ulah tersebut, Lutfi menilai perdagangan e-commerce di dalam negeri kian tidak sehat. Nilai perdagangan dasar yaitu keadilan (fairness) mulai banyak dilanggar.

  • UKM

    UMKM ingin dapat BPUM 2021 Rp 1,2 juta? Ini cara dan syaratnya

    KONTAN.CO.ID –Pelaku UMKM sudah dapat mengakses Bantuan Produktif Usaha Mikro atau BPUM 2021 atau Banpres Produktif. 

    Namun, besarannya turun dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 1,2 juta. Rencananya, BPUM 2021 akan diberikan kepada 12,8 juta UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) yang terdampak pandemi Covid-19. 

    Pendaftaran BPUM 2021 untuk pelaku usaha mikro sudah mulai dapat diakses dan diajukan ke dinas yang membidangi koperasi dan UMKM kabupaten/kota. 

    Dikutip dari Kontan.co.id, Senin (5/4), Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim menyatakan, pengajuan usulan untuk mendaftar BPUM akan berakhir pada 31 Agustus 2021.

  • UKM

    Simak cara dan syarat pengajuan KUR tanpa jaminan hingga Rp 100 juta

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kabar baik. Pemerintah memutuskan untuk mengerek plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan dari sebelumnya Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta. Penyesuaian besaran KUR ini dilakukan lantaran Presiden RI Joko Widodo meminta porsi pembiayaan UMKM mampu mencapai level lebih dari 30% pada 2024. 

    “Arahan Bapak Presiden tentu terkait dengan KUR yang tanpa jaminan yang selama ini angkanya antara di bawah Rp 50 juta ini untuk tingkatkan plafonnya menjadi Rp 100 juta,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan persnya usai mengikuti Rapat Terbatas, Senin (05/04/2021). 

    Bagi Anda yang tertarik untuk mendapatkan fasilitas kredit tersebut, pendaftaran dapat dilakukan di berbagai bank dan koperasi penyalur. 

    Namun, terdapat sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi oleh calon debitur. Bila Anda telah memenuhi persyaratan, maka pengajuan KUR dapat dilakukan di website resmi masing-masing bank penyalur. 

  • UKM

    Cara cek UMKM penerima BPUM 2021 di eform.bri.go.id

    KONTAN.CO.ID – Pelaku UMKM bisa mengecek di eform.bri.go.id untuk memastikan bahwa pihaknya adalah penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) 2021 atau tidak.  

    Dikutip dari Kontan.co.id, Senin (5/4/2021), bantuan modal kerja bagi pelaku usaha mikro tersebut kembali diluncurkan untuk tahun anggaran 2021 mulai Maret 2021.

    Namun, besaran BPUM 2021 turun dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 1,2 juta. 

    Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim menuturkan, Program BPUM tahun 2021 merupakan kelanjutan program yang telah dilaksanakan pada tahun 2020. 

    Program ini diluncurkan kembali berdasarkan hasil evaluasi, program bantuan produktif bagi usaha mikro pada tahun 2020 telah berjalan dengan baik dan berhasil.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image