UKM

Informasi Seputar UMKM

  • UKM

    Tahun depan, Kementerian Koperasi dan UKM akan lakukan sensus usaha mikro kecil

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sebagai upaya percepatan transformasi usaha informal ke usaha formal pada pelaku usaha kecil dan mikro, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) berencana melakukan sensus pelaku usaha mikro dan kecil.

    Sensus tersebut direncanakan mulai berjalan pada tahun 2022. Sensus menjadi bentuk upaya diwujudkannya data tunggal pelaku UMKM.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menuturkan, kesulitan saat ini yang dirasakan ialah tidak adanya data tunggal UMKM. Padahal, Teten menyebut, ada 22 kementerian/lembaga dan juga pemerintah daerah yang ikut andil mengurusi UMKM.

    “Kementerian kita kesulitan dalam melakukan perencanaan, pemberdayaan dan evaluasi. Oleh karena itu data tunggal menjadi prioritas kita,” kata Teten dalam konferensi pers daring sosialisasi PP nomor 7 tahun 2021, pada Selasa (23/2).

  • UKM

    Transaksi via Pasar Digital UMKM Diklaim Tembus Rp11,4 T

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Kementerian BUMN mencatat transaksi Pasar Digital UMKM atau PaDi UMKM mencapai Rp11,4 triliun per akhir Januari 2021 lalu. PaDi UMKM merupakan platform digital yang mempertemukan UMKM dengan BUMN guna mengoptimalkan, mempercepat dan mendorong belanja BUMN pada UMKM.

    Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury mengatakan transaksi tersebut berasal dari sembilan BUMN yang terlibat dalam ekosistem PaDi UMKM, serta sejak platform tersebut diluncurkan pada Agustus 2020 lalu.

    “Total transaksi yang dilakukan melalui PaDi UMKM sampai dengan akhir Januari 2021 lalu mencapai Rp11,4 triliun, ini tentunya merupakan satu awalan yang baik namun tentunya masih bagian kecil dari potensi yang kami bisa lakukan melalui PaDi UMKM,” ujarnya dalam pembukaan Pasar Digital UMKM Indonesia Virtual Expo 2021, Senin (15/2).

    Ia menuturkan Kementerian BUMN menargetkan partisipasi perusahaan pelat merah dalam platform tersebut meningkat ke depannya. Saat ini, sembilan BUMN yang terlibat meliputi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT BRI (Persero) Tbk.

  • UKM

    Ekonomi digital melaju, BI yakin nilai transaksi e-commerce bisa tumbuh 33,2% di 2021

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) optimistis nilai transaksi e-commerce pada tahun 2021 akan tumbuh 33,2% menjadi Rp 337 triliun, dari perkiraan nilai transaksi di 2020 yang sebesar Rp 253 triliun. 

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan ekonomi dan digital akhir-akhir ini memang cepat. Hal ini merupakan buah manis yang bisa dipetik di tengah peliknya masalah pandemi. 

    “Ekonomi dan keuangan digital kita bergerak luar biasa. Pandemi ini mendorong sangat kuat. Angka-angka yang dipantau juga cenderung meningkat,” jelas Perry, Jumat (22/1). 

  • UKM

    Kemenkop UKM dorong peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) terus mendorong peningkatan akses UMKM pada lembaga pembiayaan.

    Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Hanung Harimba Rachman mengatakan, dalam mendorong UMKM bangkit, pihaknya berupaya agar program pemulihan ekonomi tahun depan akan dilakukan.

    Selain itu, Kemenkop UKM melalui kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak juga berupaya mewujudkan semangat UU Cipta Kerja bagi UMKM dan koperasi. Di antaranya berupa meningkatnya rasio partisipasi UMKM dalam rantai pasok global.

    Kemudian, mempercepat digitaliasi UMKM. Saat ini baru 10,25 juta UMKM yang terhubung dengan platform digital. Sementara itu baru 0,73 persen koperasi yang terhubung dengan platform digital.

  • UKM

    Kemitraan Pengusaha Besar Dalam dan Luar Negeri dengan UMKM Capai Rp1,5 Triliun

    Bisnis.com, JAKARTA – Komitmen pemerintah untuk melibatkan pengusaha lokal serta mikro, kecil, dan menengah dimulai. Ini ditandai dengan penandatanganan yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo.

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi tujuan dari investasi yang berkualiltas dan inklusif.

    “Ini meliputi antara keseimbangan antara pulau Jawa dan luar pulau Jawa baik itu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan keseluruhan Indonesia. Di samping itu juga dari ukuran PMA [penanaman modal asing] dan PMDN [penanaman modal dalam negeri],” katanya saat sambutan sebelum panandatanganan, Senin (18/7/2021).

  • UKM

    Teten Ungkap Alasan Produk UMKM Susah Tembus Pasar Global

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi UMKM dalam menembus atau memasarkan produknya ke pasar internasional.

    Teten menyebut salah satu tantangannya adalah standardisasi produk. Menurut Teten, produk-produk UMKM masih harus terus didampingi untuk dapat mencapai konsistensi dari segi mutu dan pasokan atau kuantitas yang dihasilkan.

    “Tantangan bagi UMKM bagaimana menyiapkan produk berstandar supaya konsisten dari segi mutu dan supply,” jelasnya pada konferensi pers daring, Rabu (13/1).

    Kendala tersebut, lanjut Teten, harus ditangani dengan kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta dalam menggandeng pelaku kecil untuk bisa memasarkan produknya sampai ke luar negeri.

  • UKM

    Percepatan digitalisasi UMKM, DANA perbarui fitur DANA Bisnis

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Espay Debit Indonesia Koe sebagai pengelola dompet digital DANA terus mendorong UMKM untuk mengadopsi teknologi digital. Oleh sebab itu, dompet digital ini melakukan pembaruan pada fitur DANA Bisnis agar menarik lebih banyak UMKM untuk bergabung.

    “DANA berkomitmen dan terus mendorong UMKM untuk mengadopsi teknologi digital melalui tiga cara yang kami sebut 3D, yaitu selain diakomodasi dan diakselerasi oleh DANA bisnis, para UMKM juga didampingi, dan dipromosikan oleh DANA. Melalui pembaruan fitur DANA Bisnis, kami berharap semakin banyak UMKM yang memanfaatkan fitur ini untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saing mereka,” ujar Vince Iswara, CEO dan Co-Founder DANA dalam keterangan tertulis pada Rabu (13/1).

  • Bank,  UKM

    BI targetkan 12 juta UMKM terhubung dengan QRIS

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) telah melakukan digitalisasi sistem pembayaran untuk mendigitalkan UMKM, termasuk memudahkan cara pembayaran dengan memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, ke depan pihaknya mengajak perbankan untuk meningkatkan merchant yang tersambung QRIS hingga 12 juta atau dua kali lipat dari capaian di tahun 2020.

    “Tahun lalu kita sudah menyambungkan 5,8 juta merchant secara nasional dan hampir semuanya UMKM,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Senin (11/1) via video conference.

  • UKM

    Penyaluran BLT UMKM Lewat BRI Ditutup Akhir Januari 2021

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyatakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) berupa Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan terus dilakukan hingga 31 Januari 2021 mendatang.

    Hal tersebut sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM dalam menyalurkan bantuan sebesar Rp2,4 juta tersebut.

    Direktur Mikro BRI Supari mengungkapkan sejak Agustus 2020, bantuan yang merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini telah disalurkan perusahaan kepada 7,8 juta penerima. Data per Desember 2020 menunjukkan dana tersalur sebesar Rp18,7 triliun.

  • UKM

    Pemulihan ekonomi nasional 2021, pemerintah diminta perhatikan sektor UMKM

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Memasuki tahun 2021, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah program kerja untuk penanganan pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

    Melihat hal tersebut, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan, Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani memperkirakan, dengan adanya vaksin Covid-19, aktivitas ekonomi sudah mengalami trend positif dan terus naik. Meski terbilang masih landai karena sedang penyesuaian ke arah normal.

    “Pertumbuhan ekonomi 3% – 4% angka yang masuk akal untuk bisa dicapai secara agregat di akhir tahun 2021 nanti,” kata Ajib kepada Kontan, Minggu (3/1).

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image