OJK

Informasi Seputar OJK

  • OJK

    Tata Ulang Ekosistem P2P Lending atau Pinjaman Online, OJK Siapkan Regulasi Baru

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan perhatian penuh pada upaya pemberantasan pinjaman online (pinjol) ilegal. Pinjaman online ilegal juga menjadi salah satu agenda materi pembahasan OJK dalam Rapat Kerja Strategis yang dilakukan secara hybrid, di Manado 14-15 Oktober kemarin.

    Wimboh Santoso Ketua Dewan Komisioner OJK, menyampaikan sejumlah rencana kebijakan otoritas menyikapi perkembangan pinjaman online alias peer to peer lending (P2P lending). Salah satunya adalah menata ulang ekosistem pinjaman online.

  • OJK

    OJK: Stabilitas sektor jasa keuangan masih terjaga di Agustus 2021

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sistem keuangan masih terjaga hingga Agustus 2021. Hal itu ditunjukkan dengan perbaikan fungsi intermediasi domestik di tengah pemulihan perekonomian nasional yang terus berjalan.

    Sejalan dengan mulai terkendalinya pandemi diikuti peningkatan aktivitas perekonomian nasional. Namun demikian perkembangan global masih perlu dicermati, terutama tren peningkatan inflasi akibat penyebaran varian Delta, pengetatan kebijakan moneter global yang lebih cepat dari estimasi awal, serta dampak pengetatan regulasi di Tiongkok.

    Secara domestik, indikator-indikator sektor riil terpantau mulai menunjukkan indikasi perbaikan seiring melanda- nya kasus baru Covid-19 dan menurunnya positivity rate di tengah akselerasi program vaksinasi dan penegakan protokol kesehatan.

  • OJK

    OJK perpanjang kebijakan stimulus perekonomian

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua ketentuan yang memperpanjang masa kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit perbankan dari Maret 2022 menjadi Maret 2023 untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi.

    Peraturan OJK (POJK) yang dikeluarkan terdiri dari POJK Nomor 17/POJK.03/2021 tentang Perubahan Kedua atas POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekononomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019, dan POJK Nomor 18/POJK.03/2021 tentang Perubahan Kedua atas POJK Nomor 34/POJK.03/2020 tentang Kebijakan bagi Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah sebagai Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019.

  • OJK,  UKM

    OJK dan BI berikan dukungan literasi keuangan bagi kaum perempuan dan UMKM

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pandemi memberikan dampak hingga ke multidimensi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan jika mengukur dari indeks pembangunan manusia, pandemi berdampak pada sisi kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.

    “Khususnya dari segi perempuan. Dalam skala global, ada survei yang mengatakan bahwa jika pandemi ini tidak dimitigasi dengan baik, bisa meluluhlantakkan perjuangan untuk mengatasi kesetaraan gender selama 25 tahun,” ujar Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kristrianti Puji Rahayu pada paparan virtual, Kamis (26/8).

    Dari sisi ekonomi, Puji menyatakan bahwa perempuan memegang peranan penting tetapi juga sangat tertentang terhadap pandemi Covid-19.

  • OJK

    OJK lakukan koordinasi dengan perbankan untuk perpanjangan restrukturisasi kredit

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih melakukan komunikasi intens dengan pelaku industri perbankan dalam rangka untuk menyusun perpanjangan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19. 

    Relaksasi restrukturisasi kredit diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 48 Tahun 2020 hanya berlaku sampai Maret 2022. Ini merupakan perubahan dari POJK nomor 11 sebelumnya yang menetapkan relaksasi restrukturisasi tersebut hanya berlaku satu tahun terhitung sejak Maret 2020. 

    OJK berencana melakukan perpanjangan lanjutan karena melihat kebijakan pembatasan mobilitas yang dilakukan pemerintah untuk meredam penularan Covdi-19  belakangan ini bisa menghambat upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah.

  • OJK

    OJK menilai sektor jasa keuangan hingga April 2021 masih solid, ini indikatornya

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor jasa keuangan hingga data April 2021 masih solid dengan indikator permodalan dan likuiditas yang tersedia serta risiko kredit yang terjaga.

    OJK menilai pemulihan ekonomi global terus berlanjut seiring pulihnya aktivitas perekonomian negara ekonomi utama dunia. Di domestik, indikator perekonomian seperti sektor rumah tangga dan korporasi mengindikasikan perbaikan. Mobilitas penduduk di kuartal ke-2 meningkat signifikan yang diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi.

    OJK terus menjaga sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional dengan senantiasa bersinergi bersama para pemangku kepentingan dalam mengeluarkan berbagai kebijakan.

    OJK juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dengan menerbitkan kebijakan yang membantu mempercepat pemulihan ekonomi serta mendorong potensi ekonomi alternatif baru sesuai dengan keunggulan masing-masing daerah.

  • OJK

    Daftar Stimulus OJK yang Digelontorkan pada 2021

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan melanjutkan sejumlah program stimulus untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun ini. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan hal tersebut merupakan prioritas utama lembaganya.

    “Prioritas pertama OJK adalah melanjutkan kebijakan dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional,” tuturnya dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021, Jumat (15/1).

    Wimboh menyampaikan OJK akan memberikan ruang lebih lanjut bagi dunia usaha dan sektor jasa keuangan untuk dapat bangkit kembali di tengah pandemi. Karenanya, kebijakan restrukturisasi kredit/pembiayaan bagi debitur terdampak covid-19 telah diperpanjang hingga Maret 2022.

  • OJK

    Kebijakan OJK Dinilai Berdampak Positif pada Perekonomian

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Komisi XI DPR RI menyatakan apresiasi atas berbagai kebijakan yang diambil Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). OJK diminta untuk terus melakukan pengembangan mendukung perekonomian nasional.

    Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi XI Eriko Sotarduga di sela kunjungan kerja 18 anggota Komisi XI di Bandung, Senin (12/10). Dalam agenda tersebut, para anggota berdialog dengan OJK, Bank Indonesia, serta pelaku industri jasa keuangan dan pelaku sektor usaha Jawa Barat tentang upaya PEN.

    “Memang sudah banyak hal-hal yang sudah dilakukan oleh OJK, itu harus jujur kami akui dan kami mengapresiasi hal tersebut, tapi juga tidak cukup itu saja. Harus ini selalu dilakukan improvisasi, harus ini dilakukan penyempurnaan,” kata Eriko.

  • OJK

    OJK Fokus kepada Pemulihan Ekonomi

    Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap pemulihan ekonomi nasional dapat berjalan lebih cepat seiring dengan mulai bergeraknya aktivitas ekonomi dan beragam stimulus lainnya.

    Peningkatan aktivitas sektor riil diharapkan mampu mendorong perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit.

    Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK, mengatakan bahwa OJK akan berorientasi kepada pemulihan ekonomi yang bergerak lebih cepat. Apalagi saat ini pemerintah secara bertahap telah membuka aktivitas ekonomi dengan mengendepankan protokol kesehatan.

  • OJK

    OJK Cabut 21 Izin Usaha Jasa Keuangan pada Semester I 2020

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut 21 izin usaha di sektor keuangan sepanjang semester I 2020. Pencabutan izin usaha paling banyak terjadi di sektor pasar modal.

    Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan OJK mencabut izin usaha untuk tujuh Perantara Pedagang Efek (PPE) dan Penjamin Emisi Efek (PEE). Selain itu, otoritas juga mencabut enam izin usaha Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE).

    “Kinerja OJK semester I 2020 ini kami mencatat ada pencabutan izin usaha,” ucap Anto dalam video conference, Rabu (8/7).

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image