Makro

Informasi Seputar Makro/Mikro Ekonomi

  • Makro

    Dampak Ekonomi dari Lampu Hijau Mudik Lebaran Tak Setimpal

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Pemerintah memberikan lampu hijau mudik lebaran 2021. Ini disinyalkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menyatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak akan melarang masyarakat untuk mudik lebaran tahun ini.

    Untuk itu, Budi mengungkap Kemenhub akan membuat mekanisme protokol kesehatan ketat yang disusun bersama Gugus Tugas Covid-19. Pasalnya, ia menyadari ada potensi lonjakan pemudik Lebaran tahun ini mengingat sebagian masyarakat sudah menerima vaksin covid-19.

    “Terkait dengan mudik 2021 pada prinsipnya pemerintah lewat Kemenhub tidak akan melarang. Kami akan koordinasi dengan Gugus Tugas bahwa mekanisme mudik akan diatur bersama dengan pengetatan, dan lakukan tracing pada mereka yang mereka yang akan berpergian,” ujar Budi dalam rapat kerja dengan komisi V DPR RI, Selasa (16/3).

    Rencana tersebut sangat kontradiktif dengan kondisi penyebaran pandemi covid-19 yang belum reda meski sudah berjalan satu tahun lamanya. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan izin kegiatan mudik bisa membuat perjuangan melawan pandemi covid-19 selama 12 bulan ini menjadi sia-sia. Belum lagi, tren kasus baru covid-19 selalu meningkat usai liburan panjang.

  • Makro

    Pemulihan ekonomi bisa lebih cepat berkat sinergi yang kuat

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pandemi Covid-19 telah mengubah arah sosial ekonomi global secara signifikan. Krisis kesehatan ini masih persisten menyebar di seluruh dunia, dengan kasus kumulatif lebih dari 123 juta dan memakan korban jiwa hingga 2,7 juta per 20 Maret 2021.

    Kebijakan extraordinary serta kerja keras dan koordinasi berbagai pihak, mampu mencegah kontraksi ekonomi lebih dalam di 2020. Indonesia masih mampu menunjukkan resiliensi ekonominya meskipun ada kontraksi pertumbuhan sebesar minus 2,1%, salah satu yang terkecil dibanding negara G-20 dan ASEAN.

    “Bisa cepat, karena kami terus berkomunikasi dengan DPR, kami secara transparan menyampaikan ini yang kita hadapi, kami merespon seperti ini, dan kemudian DPR membahasnya bersama kita.  Alhamdulillah kita selama ini didukung. Kemudian kita perlu untuk akselerasi di tahun 2021 ini, sehingga nanti bisa memberikan tadi penciptaan kesempatan kerja, mengembalikan lagi kesejahteraan masyarakat dalam suasana seperti ini,” jelas Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat Temu Stakeholder untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional di Semarang, bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, serta Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto, Kamis (25/3).

  • Makro

    BPS Sebut Surplus Neraca Dagang Tanda Pemulihan Ekonomi

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan surplus neraca dagang senilai US$2 miliar pada Februari 2021 menandakan Indonesia sudah mulai memasuki tahap pemulihan ekonomi usai tertekan pandemi virus corona atau covid-19.

    Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan surplus neraca dagang memberi sinyal pemulihan ekonomi karena nilainya lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun lalu. Pada Januari-Februari 2020, surplus neraca dagang hanya sekitar US$1,88 miliar.

    Sementara pada dua bulan pertama tahun ini, nilainya mencapai US$3,96 miliar. Selain itu, performa dari masing-masing sisi, baik ekspor dan impor juga tumbuh secara tahunan, meski sedikit terkoreksi secara bulanan dari Januari 2021.

    Secara tahunan, ekspor Indonesia ke sejumlah negara mitra dagang naik 8,56 persen menjadi US$15,27 miliar bila dibandingkan Februari 2020. Begitu pula dengan impor, secara tahunan naik 14,86 persen menjadi US$13,26 miliar.

  • Makro

    Dorong pemulihan ekonomi, ini yang akan dilakukan pemerintah

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah meyakini ekonomi di tahun ini dapat membaik dibanding tahun lalu dengan target pada akhir 2021 sebesar 4,5% hingga 5,3% year on year (yoy). Agar bisa mencapai level tersebut, pemerintah akan mendorong perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM), utamanya dalam hal logistik nasional. 

    Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional (Sislognas), SDM yang kompeten dan profesional mulai dari tingkat operasional sampai manajerial menjadi salah satu kunci penggerak perbaikan logistik nasional.

    Selain itu, juga selaras dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 83 Tahun 2019 yang menyebutkan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang jasa, harus memiliki tenaga teknis kompeten yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi.

    Oleh karenanya, Susiwijono menyampaikan instansi pembina dan para pemangku kepentingan yang terdiri dari Kemenko Perekonomian, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kadin Indonesia sepakat untuk mengesahkan Peta Okupasi Nasional Bidang Logistik dan Supply Chain.

  • Makro

    Defisit transaksi berjalan RI 2020 menyempit 0,4% dari PDB

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) di sepanjang tahun 2020 menyempit dari catatan CAD di sepanjang tahun 2019.

    Bank Indonesia (BI) mencatat, CAD di sepanjang tahun lalu sebesar US$ 4,7 miliar atau setara 0,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Membaik dibandingkan 2019 yang defisit US$ 30,4 miliar (2,72% PDB).

    Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, menyempitnya CAD sejalan dengan kinerja perdagangan baik ekspor maupun impor yang tertahan, seiring dengan adanya pandemi Covid-19.

    “Ekspor terbatas karena melemahnya permintaan negara-negara mitra dagang, impor juga masih tertahan akibat permintaan domestik yang belum kuat,” kata Erwin dalam laporannya, Jumat (19/2).

  • Makro

    Prediksi sejumlah ekonom terkait neraca dagang Indonesia pada Januari 2021

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Para ekonom memprediksi neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2021 masih berpotensi surplus, setelah pada tahun 2020 mengalami surplus selama delapan bulan berturut-turut dari bulan Mei 2020 hingga Desember 2020.

    Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah memprediksi neraca perdagangan Januari 2021 akan berada di kisaran US$ 75 juta hingga US$ 1,5 miliar.

    “Neraca perdagangan bulan Januari 2021 diperkirakan masih akan surplus, didorong oleh ekspor yang meningkat karena adaya kenaikan harga komoditas andalan ekspor Indonesia,” ujar Piter kepada Kontan.co.id, Minggu (14/2).

    Kata Piter, harga komoditas yang memberikan sumbangan pada kinerja positif ekspor antara lain crude palm oil (CPO), batubara, dan nikel. Selain itu, kinerja ekspor juga didorong oleh perbaikan ekonomi negara-negara mitra dagang utama, terutama China.

  • Makro

    Cadev naik, ekonom ini prediksi neraca pembayaran Indonesia tahun 2020 akan surplus

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tahun lalu diprediksi bakal mencetak surplus. Di tahun sebelumnya atau tahun 2019, NPI tercatat surplus US$ 4,7 miliar.

    “NPI dipastikan akan surplus karena cadangan devisa meningkat US$ 0,7 miliar dari US$ 135,2 miliar menjadi US$ 135,9 miliar pada akhir tahun,” kata Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman kepada Kontan.co.id, beberapa waktu lalu.

    Tak hanya itu, kinerja positif neraca transaksi berjalan pada kuartal IV-2020 juga diperkirakan masih akan berlanjut meski hanya akan terjadi surplus kecil atau sebesar 0,09% dari produk domestik bruto (PDB). Seperti yang kita tahu, neraca transaksi berjalan mencetak surplus US$ 1,0 miliar atau setara 0,4% PDB pada kuartal III-2020.

  • Makro

    Survei BI, Keyakinan Konsumen ke Ekonomi RI Menurun

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan keyakinan konsumen di dalam negeri terhadap kondisi ekonomi memburuk pada Januari 2021 kemarin.

    Itu tercermin dari  Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2021 yang sebesar 84,9.

    Indeks itu lebih rendah dibandingkan Desember 2020 yang sebesar 96,5. Penurunan itu terjadi pada seluruh kategori tingkat pengeluaran dan mayoritas kelompok usia.

    Secara spasial, keyakinan konsumen menurun di 14 kota cakupan survei, dengan penurunan terbesar di kota Surabaya, diikuti oleh Bandung dan Mataram.

    Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan itu disebabkan penurunan harapan konsumen terhadap kondisi ekonomi pada 6 bulan yang akan datang.

  • Makro

    Ekonomi Dunia Diramal 2 Persen Jika Vaksin Corona Tak Merata

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Riset Rand Corporation, lembaga nirlaba kebijakan publik global memperkirakan perekonomian dunia pada tahun ini hanya akan mencapai kisaran 2 persen atau setengah dari proyeksi Bank Dunia sebesar 4 persen, jika distribusi vaksin virus corona (SARS-CoV-2) tidak merata ke seluruh negara.

    Melansir Strait Times, distribusi vaksin Covid-19 yang tidak merata atau terlambat akan mengakibatkan pemulihan ekonomi global berjalan lebih lambat. Khususnya di negara-negara miskin, dibandingkan para negara ‘tajir’.

    Kondisi tersebut, menurut Rand Corporation, akan memberikan tekanan kepada negara kaya untuk membagi ketersediaan vaksin Covid-19 mereka ke negara-negara lain. Akan tetapi, langkah ini dipandang sulit dilakukan.

  • Makro

    Penyebab Pertumbuhan Ekonomi RI Minus 2,07 Persen pada 2020

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi RI 2020 minus 2,07 persen. Realisasi Produk Domestik Bruto (PDB) ini anjlok dibandingkan 2019 lalu yang tumbuh 5,02 persen, sekaligus merupakan yang terburuk sejak krisis 1998 yang tumbuh minus 13,16 persen.

    Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kontraksi ekonomi Indonesia sejalan dengan pertumbuhan ekonomi sejumlah negara mitra dagang yang juga tercatat minus pada kuartal IV 2020.

    Rinciannya, Amerika Serikat (AS) minus 2,5 persen, Singapura minus 3,8 persen, Korea Selatan minus 1,4 persen, Hong Kong minus 3 persen, dan Uni Eropa minus 4,8 persen.

    “Dampak negatif covid-19 memang terasa di seluruh perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Indonesia tidak sendiri, pandemi ini betul-betul membawa kontraksi yang sangat buruk,” ucapnya dalam konferensi pers, Jumat (5/2).

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image