Makro

Informasi Seputar Makro/Mikro Ekonomi

  • Makro

    Ekonom ini prediksi akan terjadi inflasi tipis pada September 2021

    KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Ekonom Ryan Kiryanto memproyeksikan inflasi pada September 2021 akan berkisar pada  0,01% sampai 0,02% secara month to month (mtm) dan  sebesar 1,66 sampai 1,67% secara year on year (yoy).

    Menurutnya pembentuk inflasi pada September 2021 ditopang dari kenaikan harga di sektor transportasi setelah beberapa kota/daerah mengalami pelonggaran pembatasan sosial atau perbaikan level PPKM. Hal itu diiringi juga oleh Konsumsi masyarakat juga meningkat terlihat dari kenaikan harga sayur mayur.

    “Lebih jelas, rendahnya inflasi tersebut bukan karena lemahnya daya beli masyarakat, melainkan belum kuatnya konsumsi masyarakat berpenghasilan tetap dan mencukupi karena faktor pembatasan sosial atau PPKM,” kata Ryan kepada Kontan.co.id (29/9).

  • Makro

    Per 24 September 2021, realisasi PEN baru mencapai 54,3% pagu

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Hampir melewati pengujung kuartal III-2021, realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 baru mencapai 54,3% dari pagu anggaran.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sampai dengan 24 September 2021, realisasi program PEN mencapai Rp 404,70 triliun dari Rp 744,77 triliun total pagu anggaran PEN tahun ini.

    “Progres yang signifikan terjadi pada klaster Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan Kesehatan,” klaim Airlangga dalam keterangan resminya, seperti dikutip Selasa (28/9).

  • Makro

    BI mencatat likuiditas perekonomian meningkat pada Agustus 2021

    KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Agustus 2021. Bank Indonesia (BI) mencatat, M2 pada Agustus 2021 sebesar Rp 7.198,9 triliun, atau meningkat dari Rp 7.149,2 triliun pada Juli 2021. 

    Meski begitu, Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono melihat, pertumbuhan M2 pada Agustus 2021 yang sebesar 6,9% year on year (yoy) ini lebih rendah dari 8,9% yoy pada Juli 2021. 

    “Perlambatan ini terjadi pada komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi,” ujar Erwin dalam laporannya, Rabu (22/9).

    Erwin kemudian memerinci, komponen M1 pada Agustus 2021 tercatat Rp 1.938,5 triliun atau meningkat dari Rp 1.933,4 triliun. Namun, pertumbuhannya tercatat 9,8% yoy, atau lebih rendah dari 14,9% yoy pada Juli 2021. 

  • Makro

    Aktivitas usaha masih seret, kredit menganggur di perbankan menumpuk

    KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Kredit menganggur perbankan atau undisbursed loan di perbankan meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit menganggur hingga Juli 2021 meningkat 1,54% year on year (YoY) dari Rp 1.654,9 triliun. 

    Peningkatan ini menunjukkan bahwa aktivitas usaha para debitur bank masih lambat. Sementara pada bulan Juni sudah sempat turun sebesar 0.17% secara YoY ke level Rp 1,607,95 triliun.

    PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) merupakan salah satu yang mencatat kredit menganggur. Jumlah undisbursed loan bank ini per Agustus 2021 mencapai Rp 53 triliun atau sebesar 9,4% dari total kredit perseroan. Jumlah tersebut naik 10,1% dari periode yang sama tahun lalu. 

  • Makro

    Neraca perdagangan Juli dan Agustus surplus, berikut efeknya ke CAD kuartal III-2021

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja perdagangan barang masih mencatat surplus pada dua bulan pertama kuartal III-2021. Setelah pada Juli 2021, neraca perdagangan mencetak surplus US$ 2,60 miliar, neraca dagang Agustus 2021 kembali mencatat surplus. 

    Bahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan, surplus neraca perdagangan Agustus 2021 sebesar US$ 4,74 miliar, dan bahkan yang tertinggi sepanjang sejarah. 

    Kepala ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, kinerja surplus neraca perdagangan ini belum tentu bisa menekan defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD), meski ada kemungkinan untuk mempersempitnya.

  • Makro

    Utang luar negeri Indonesia naik tipis ke US$ 415,7 miliar pada akhir Juli 2021

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Juli 2021 naik tipis dari posisi akhir Juni 2021. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi ULN Indonesia pada akhir Juli 2021 sebesar US$ 415,7 miliar atau naik tipis dari US$ 415,62 miliar pada bulan sebelumnya. 

    Dengan posisi ULN tersebut, berarti ULN Indonesia pada akhir Juli 2021 tumbuh 1,7% yoy. Hanya, Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyebut, pertumbuhannya melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 2,0% yoy. 

    “Perkembangan tersebut disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN pemerintah,” ujar Erwin dalam laporannya, Rabu (15/9). 

  • Makro

    BI perkirakan inflasi September 2021 sebesar 0,01% mom

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan adanya peningkatan harga (inflasi) tipis pada bulan September 2021. Berdasarkan survei pemantauan harga (SPH) pada minggu kedua September 2021, inflasi pada September 2021 diperkirakan sebesar 0,01% mom. 

    “Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September 2021 secara tahun kalender sebesar 0,85% ytd dan secara tahunan sebesar 1,65% yoy,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, seperti dikutip Minggu (12/9). 

  • Makro

    BI: Pemulihan ekonomi Indonesia di semester II-2021 akan tertahan

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengakui prospek pemulihan ekonomi domestik pada semester II-2021 akan tertahan seiring dengan meningkatnya kasus harian Covid-19 akibat merebaknya varian delta di Indonesia. 

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, tertahannya pemulihan ekonomi Indonesia ini juga sejalan dengan pemerintah yang harus melakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat dan Level 3 dan 4 sehingga membatasi kegiatan ekonomi di kuartal III-2021.

    “Namun, tentu saja ini adalah langkah-langkah yang harus ditempuh pemerintah untuk mengatasi dan mengendalikan kasus,” ujar Perry dalam pembacaan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Agustus 2021, Kamis (19/8). 

  • Makro

    Sri Mulyani: Reformasi perpajakan bantu konsolidasi dan penyehatan APBN

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus menjalankan fungsinya guna menghadapi pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi dengan berbagai bentuk pemberian insentif maupun perlindungan sosial.

    Oleh karena itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, salah satu kunci penting bagi konsolidasi dan penyehatan APBN adalah dengan peningkatan pendapatan negara, terutama di bidang pajak. Reformasi di bidang perpajakan merupakan agenda penting yang harus dilakukan.

    “Dua hal penting di dalam reform perpajakan yang tidak boleh ditinggalkan adalah reformasi di bidang kebijakan dan reformasi di bidang administrasi perpajakan, terutama di dalam menghadapi shock saat ini akibat Covid-19, namun juga karena munculnya revolusi teknologi,” ujar Menkeu secara daring dalam DJP IT Summit 2021, Rabu (18/8).

  • Makro

    Gubernur BI prediksi puncak pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024-2025

    KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai puncaknya pada tahun 2024-2025, setelah tahun 2020-2021 berada di titik bawah karena pandemi COVID-19. 

    “Studi kami menunjukkan siklus ekonomi Indonesia itu kurang lebih sekitar lima tahun naik dari bawah sampai ke puncak, sedangkan untuk siklus keuangan atau kredit yaitu tujuh tahun,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat (13/8/2021). 

    Maka dari itu ia menyebutkan seluruh sinergi bauran kebijakan bank sentral, pemerintah, dan berbagai otoritas lainnya terus didorong agar Indonesia bisa mencapai masa puncak perekonomian tersebut. 

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image