Makro

Informasi Seputar Makro/Mikro Ekonomi

  • Makro

    Indonesia mencoba bertahan dari tiga krisis besar yang melanda

    KONTAN.CO.ID –  TEPAT 24 tahun lalu, Indonesia menghadapi puncak krisis ekonomi dan politik pada Mei 1998. Krisis moneter yang berujung pada krisis politik dan menumbangkan rezim Orde Baru itu masih menyisakan beban ekonomi dan sejarah bagi negara ini.

    Benar, Indonesia memang mampu bangkit dan keluar dari tekanan krisis, termasuk dari hantaman krisis ekonomi kedua tahun 2008. Tapi, di saat sedang berupaya menata kembali ekonomi, Indonesia kembali dihadapkan pada krisis yang lebih dahsyat akibat pandemi Covid-19.

    Selain ekonomi, kita juga dihadapkan krisis kesehatan.

    Secara umum, efek pandemi Covid-19 sudah terlihat nyata. Selain menewaskan ribuan orang, bahkan jutaan secara global, tahun lalu, laju ekonomi Indonesia minus 2,07%. Ratusan triliun rupiah duit stimulus hanya mampu menahan kejatuhan ekonomi ke jurang lebih dalam.

  • Makro

    Cadangan devisa tembus US$ 138,8 miliar, ini faktor penopangnya

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2021 tercatat sebesar US$ 138,8 miliar, naik dibandingkan dengan posisi pada akhir Maret  2021 sebesar US$ 137,1 miliar.

    Ekonom Senior Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy, mengatakan tentunya kenaikan cadangan devisa kali ini selaras dengan kenaikan jumlah utang pemerintah pusat yang pada akhir kuartal I-2021 lalu pertumbuhannya mencapai di kisaran 24% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

    Di samping itu juga, kenaikan cadangan devisa ditopang peningkatan kinerja ekspor yang juga mengalami peningkatan di akhir kuartal I-2021. Hal ini tidak terlepas dari pertumbuhan ekspor yang juga mengalami pertumbuhan hingga 10%.

    Setali tiga uang, Yusuf menilai seharusnya dengan kenaikan cadangan devisa per akhir April lalu nilai tukar rupiah juga mengalami kenaikan namun dengan isu sentimen perekonomian global khususnya Amerika Serikat (AS) di bulan April, mata uang Garuda justru lebih banyak mengalami pelemahan.

  • Makro

    Dorong pemulihan ekonomi, pemerintah berikan insentif bagi 17 sektor usaha prioritas

    KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Pemerintah menetapkan 17 sektor usaha bakal mendapatkan kemudahan dalam berinvestasi di dalam negeri. Pemerintah juga memberikan sejumlah fasilitas kepada sektor-sektor tersebut.

    Tujuan kebijakan ini agar investasi dalam negeri semakin meningkat sebagai pendorong pemulihan ekonomi.

    Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pedoman dan Tata Cara Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Fasilitas Penanaman Modal. Beleid yang disetujui oleh Presiden RI Joko Widodo ini, berlaku mulai tanggal 2 Juni 2021.

    Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot mengatakan, 17 sektor usaha yang mendapatkan fasilitas itu sesuai dengan keputusan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Lewat aturan itu, BKPM menegaskan bahwa seluruh sektor tersebut masuk dalam industri pionir. 

  • Makro

    Sri Mulyani Janji Hati-hati Kelola Utang

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku sangat berhati-hati terhadap kenaikan utang. Ia menyebut kenaikan utang terjadi di tengah situasi luar biasa (extraordinary) karena pemerintah harus meningkatkan belanja dalam menanggulangi dampak pandemi covid-19.

    “Meskipun kita dalam situasi relatif lebih kecil dibanding negara lain, dari sisi total defisit maupun rasio defisit dan total utang maupun rasio utang terhadap PDB, namun kita tetap harus hati-hati karena kenaikan jumlah utang dalam situasi yang extraordinary tetap harus dikelola secara prudent,” tutur Ani, sapaan akrabnya, dalam acara Musrenbang 2021, Selasa (4/5).

    Kementerian Keuangan mencatat utang pemerintah sebesar Rp6.445,07 triliun per Maret 2021. Sementara itu, rasio utang setara 41,64 persen dari produk domestik bruto (PDB).

  • Makro

    Menkeu Sri Mulyani targetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 tembus 5,8%

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2022 sebesar 5,8% year on year (yoy). Menkeu menyebut, proyeksi tersebut bisa tercapai apabila terjadi reformasi struktural.

    Sri Mulyani optimistis, pada tahun 2022 ekonomi bisa melejit dari perkiraan pertumbuhan di 2021 yang berkisar 4,5% hingga 5,3% yoy. Agar mencapai proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan, Menkeu bilang faktor pendorong utamanya yakni investasi dan ekspor.

    Menkeu memerinci dengan reformasi, pada 2022 konsumsi rumah tangga diharapkan tumbuh 5,2% yoy, konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) 7,2% yoy, konsumsi pemerintah 5,2% yoy, investasi 6,6% yoy, ekspor 6,8% yoy, dan impor 6,1% yoy.

    Ada empat reformasi yang diperlukan untuk mendorong ekonomi tahun depan. Pertama, human capital didisain dengan belanja negara di bidang pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial. Kedua, physical capital mencakup infrastruktur konvensional dan digital.

  • Makro

    Ekonom Proyeksi Ekonomi Tumbuh di Bawah Target 5 Persen

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021 masih berada di kisaran negatif, yakni minus 0,5 hingga 1 persen.

    Sementara pertumbuhan atau ekspansi ekonomi diprediksi baru terjadi pada kuartal II hingga akhir 2021, yakni di kisaran 4-5 persen. Sehingga sepanjang tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan masih di level 3-4 persen.

    “Jadi memang ini pertumbuhan ekonominya masih di bawah target pemerintah yakni di atas 5 persen, karena pertumbuhannya tidak diikuti oleh pemulihan konsumsi rumah tangga yang jadi penyumbang terbesar PDB hingga 55 persen,” ujarnya dalam diskusi bertajuk ‘Mendobrak Inersia Pemulihan Ekonomi’ yang digelar CORE Indonesia, Selasa (27/4).

  • Makro

    BI: Likuiditas perekonomian naik pada bulan Maret 2021

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Likuiditas perekonomian atau uang. beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Maret 2021. Bank Indonesia (BI) mencatat, M2 pada bulan Maret 2021 sebesar Rp 6.888,0 triliun atau meningkat dari posisi pada bulan Februari 2021 yang sebesar Rp 6.810,5 triliun. 

    Meski begitu, Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, pertumbuhan M2 pada bulan Maret 2021 yang sebesar 6,9% yoy lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 11,3% yoy. 

    “Perlambatan tersebut terjadi pada seluruh komponennya, yaitu uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, dan surat berharga selain saham,” ujar Erwin dalam laporannya, Jumat (23/4). 

    Terperinci, M1 pada Maret 2021 tercatat tumbuh 10,8% yoy. Ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan Februari 2021 yang sebesar 18,6% yoy. 

  • Makro

    BI naikkan proyeksi ekonomi global bisa tumbuh 5,7% tahun ini, berikut penopangnya

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) optimistis ekonomi ekonomi global bisa tumbuh 5,7% yoy pada tahun 2021. Ini bahkan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 5,1%. 

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, semakin cemerlangnya prospek perekonomian global, didukung oleh perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan China yang berlangsung lebih cepat dibandingkan negara lainnya. 

    “Di AS, perbaikan ekonomi sejalan dengan proses vaksinasi yang lancar dan tambahan stimulus fiskal lebih besar. Di China, pemulihan ditopang oleh perbaiakn permintaan domestik dan global,” ujar Perry, Selasa (20/4) via video conference. 

    Pemulihan ekonomi global yang lebih tinggi terkonfirmasi oleh perkembangan sejumlah indikator dini Maret 2021, seperti Purchasing Managers’ Index  (PMI), keyakinan konsumen, dan penjualan ritel di beberapa negara yang terus meningkat.

  • Makro

    Pemerintah berusaha menyeimbangkan pemulihan ekonomi dan kondisi kesehatan

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengapresiasi kemitraan kolaborasi antara Indonesia dengan Asian Development Bank (ADB) yang telah terjalin dengan baik dan membuat banyak sekali kemajuan.

    Kerja sama multilateral seperti ini sangat diperlukan terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat ini.

    “Saya memikirkan tentang situasi yang kita hadapi, semua upaya yang telah kita coba rancang dan terapkan, kemudian saya pikir di sana adalah satu gagasan penting yang menurut saya setiap negara memiliki perasaan yang sama bahwa selama pandemi ini, kami selalu berusaha menemukan keseimbangan yang tepat,” kata Wamenkeu dalam keterangan resminya yang dikutip Kontan.co.id, Minggu (18/4).

    Keseimbangan yang tepat dimaksud seperti antara memulihkan ekonomi sekaligus memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat dan ini juga sekaligus menjadi tantangannya.

  • Makro

    Utang Luar Negeri Tembus Rp6.164 T per Akhir Februari 2021

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia tembus US$422,6 miliar per akhir Februari 2021 kemarin atau Rp6.164,46 triliun (kurs Rp14.587 per dolar AS). Posisi tersebut tumbuh 4,0 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 2,7 persen (yoy).

    Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BU) ErwinHaryono mengatakan peningkatan pertumbuhan ULN tersebut didorong oleh utang pemerintah dan swasta.

    Posisi ULN pemerintah pada Februari 2021 mencapai US$209,2 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya sebesar US$210,8 miliar. Namun posisi tersebut tumbuh 4,6 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Januari 2021 sebesar 2,8 persen (yoy).

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image