Makro

Informasi Seputar Makro/Mikro Ekonomi

  • Makro

    Defisit transaksi berjalan RI 2020 menyempit 0,4% dari PDB

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) di sepanjang tahun 2020 menyempit dari catatan CAD di sepanjang tahun 2019.

    Bank Indonesia (BI) mencatat, CAD di sepanjang tahun lalu sebesar US$ 4,7 miliar atau setara 0,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Membaik dibandingkan 2019 yang defisit US$ 30,4 miliar (2,72% PDB).

    Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, menyempitnya CAD sejalan dengan kinerja perdagangan baik ekspor maupun impor yang tertahan, seiring dengan adanya pandemi Covid-19.

    “Ekspor terbatas karena melemahnya permintaan negara-negara mitra dagang, impor juga masih tertahan akibat permintaan domestik yang belum kuat,” kata Erwin dalam laporannya, Jumat (19/2).

  • Makro

    Prediksi sejumlah ekonom terkait neraca dagang Indonesia pada Januari 2021

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Para ekonom memprediksi neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2021 masih berpotensi surplus, setelah pada tahun 2020 mengalami surplus selama delapan bulan berturut-turut dari bulan Mei 2020 hingga Desember 2020.

    Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah memprediksi neraca perdagangan Januari 2021 akan berada di kisaran US$ 75 juta hingga US$ 1,5 miliar.

    “Neraca perdagangan bulan Januari 2021 diperkirakan masih akan surplus, didorong oleh ekspor yang meningkat karena adaya kenaikan harga komoditas andalan ekspor Indonesia,” ujar Piter kepada Kontan.co.id, Minggu (14/2).

    Kata Piter, harga komoditas yang memberikan sumbangan pada kinerja positif ekspor antara lain crude palm oil (CPO), batubara, dan nikel. Selain itu, kinerja ekspor juga didorong oleh perbaikan ekonomi negara-negara mitra dagang utama, terutama China.

  • Makro

    Cadev naik, ekonom ini prediksi neraca pembayaran Indonesia tahun 2020 akan surplus

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tahun lalu diprediksi bakal mencetak surplus. Di tahun sebelumnya atau tahun 2019, NPI tercatat surplus US$ 4,7 miliar.

    “NPI dipastikan akan surplus karena cadangan devisa meningkat US$ 0,7 miliar dari US$ 135,2 miliar menjadi US$ 135,9 miliar pada akhir tahun,” kata Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman kepada Kontan.co.id, beberapa waktu lalu.

    Tak hanya itu, kinerja positif neraca transaksi berjalan pada kuartal IV-2020 juga diperkirakan masih akan berlanjut meski hanya akan terjadi surplus kecil atau sebesar 0,09% dari produk domestik bruto (PDB). Seperti yang kita tahu, neraca transaksi berjalan mencetak surplus US$ 1,0 miliar atau setara 0,4% PDB pada kuartal III-2020.

  • Makro

    Survei BI, Keyakinan Konsumen ke Ekonomi RI Menurun

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan keyakinan konsumen di dalam negeri terhadap kondisi ekonomi memburuk pada Januari 2021 kemarin.

    Itu tercermin dari  Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2021 yang sebesar 84,9.

    Indeks itu lebih rendah dibandingkan Desember 2020 yang sebesar 96,5. Penurunan itu terjadi pada seluruh kategori tingkat pengeluaran dan mayoritas kelompok usia.

    Secara spasial, keyakinan konsumen menurun di 14 kota cakupan survei, dengan penurunan terbesar di kota Surabaya, diikuti oleh Bandung dan Mataram.

    Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan itu disebabkan penurunan harapan konsumen terhadap kondisi ekonomi pada 6 bulan yang akan datang.

  • Makro

    Ekonomi Dunia Diramal 2 Persen Jika Vaksin Corona Tak Merata

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Riset Rand Corporation, lembaga nirlaba kebijakan publik global memperkirakan perekonomian dunia pada tahun ini hanya akan mencapai kisaran 2 persen atau setengah dari proyeksi Bank Dunia sebesar 4 persen, jika distribusi vaksin virus corona (SARS-CoV-2) tidak merata ke seluruh negara.

    Melansir Strait Times, distribusi vaksin Covid-19 yang tidak merata atau terlambat akan mengakibatkan pemulihan ekonomi global berjalan lebih lambat. Khususnya di negara-negara miskin, dibandingkan para negara ‘tajir’.

    Kondisi tersebut, menurut Rand Corporation, akan memberikan tekanan kepada negara kaya untuk membagi ketersediaan vaksin Covid-19 mereka ke negara-negara lain. Akan tetapi, langkah ini dipandang sulit dilakukan.

  • Makro

    Penyebab Pertumbuhan Ekonomi RI Minus 2,07 Persen pada 2020

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi RI 2020 minus 2,07 persen. Realisasi Produk Domestik Bruto (PDB) ini anjlok dibandingkan 2019 lalu yang tumbuh 5,02 persen, sekaligus merupakan yang terburuk sejak krisis 1998 yang tumbuh minus 13,16 persen.

    Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kontraksi ekonomi Indonesia sejalan dengan pertumbuhan ekonomi sejumlah negara mitra dagang yang juga tercatat minus pada kuartal IV 2020.

    Rinciannya, Amerika Serikat (AS) minus 2,5 persen, Singapura minus 3,8 persen, Korea Selatan minus 1,4 persen, Hong Kong minus 3 persen, dan Uni Eropa minus 4,8 persen.

    “Dampak negatif covid-19 memang terasa di seluruh perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Indonesia tidak sendiri, pandemi ini betul-betul membawa kontraksi yang sangat buruk,” ucapnya dalam konferensi pers, Jumat (5/2).

  • Makro

    Cadangan devisa Januari 2021 capai US$ 138 miliar, tertinggi sepanjang sejarah!

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Cadangan devisa pada Januari 2021 menggendut. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2021 sebesar US$ 138,0 miliar atau naik dari posisi pada akhir Desember 2020 yang sebesar US$ 135,9 miliar. 

    Bila menilik data cadangan devisa yang dihimpun BI pun, ini merupakan nilainya yang tertinggi sepanjang sejarah, setelah sebelumnya rekor tertinggi dicapai pada bulan Agustus 2020 yang sebesar US$ 137 miliar. 

    “Peningkatan posisi cadangan devisa pada Januari 2021 terutama dipengaruhi oleh penerbitan global bonds pemerintah dan penerimaan pajak,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam siaran pers, Jumat (5/1). 

  • Makro

    Ini kunci pemulihan ekonomi menurut rektor UI

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro mengatakan, pemulihan ekonomi di tahun 2021 masih akan sangat tergantung pada penanganan pandemi Covid-19 sebagai sumber masalah saat ini. 

    Apalagi, seperti yang kita ketahui, Covid-19 telah mengubah pola hidup masyarakat dan pergerakan perekonomian karena pemerintah juga harus menerapkan pembatasan aktivitas untuk menekan angka penyebaran Covid-19. 

    “Pembatasan sosial berdampak pada kondisi kemiskinan, pengangguran, juga masalah sosial ekonomi lainnya seperti pendidikan dan kesehatan,” kata Ari dalam web seminar, Rabu (27/1). 

  • Makro

    BI prediksi transaksi e-commerce bakal tumbuh 33,2% pada 2021

    KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan nilai transaksi e-commerce pada 2021 akan tumbuh 33,2% menjadi Rp 337 triliun, dari perkiraan nilai transaksi di 2020 yang sebesar Rp 253 triliun.

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan ekonomi dan digital akhir-akhir ini memang cepat. Hal ini merupakan buah manis yang bisa dipetik di tengah peliknya masalah pandemi.

    “Ekonomi dan keuangan digital kita bergerak luar biasa. Pandemi ini mendorong sangat kuat. Angka-angka yang dipantau juga cenderung meningkat,” jelas Perry, Jumat (22/1).

  • Makro

    Sri Mulyani beberkan langkah strategis untuk mendorong ekonomi pada 2021

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan langkah-langkah strategis pemerintah di tahun ini, seperti Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan terbentuknya institusi-institusi, seperti Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Indonesia Investment Authority (INA), akan menjadi instrumen yang mendukung pemulihan ekonomi pada tahun 2021.

    “Berbagai instrumen ini akan mampu menjadi pelengkap upaya kita di dalam mendorong pemulihan ekonomi, dengan tetap meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian,” kata Sri Mulyuani dalam 11th Kompas100 CEO Forum, Kamis (21/1).

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image