Finansial

Informasi Seputar Finansial

  • Finansial

    Makin bertambah, BI catat 9,4 juta merchant implementasikan QRIS

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pelan tapi pasti, target Bank Indonesia (BI) untuk menggandeng 12 juta merchant di penghujung 2021 bakal tercapai. 
    Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta mengatakan, saat ini sudah terdapat 9,4 juta merchant mengimplementasikan QRIS.

    Padahal pada semester I-2021 lalu, baru ada 8,7 juta merchant yang tergabung pada inisiatif bank sentral ini. Adapun nilai transaksi QRIS ikut melesat 366% yoy menjadi Rp 5,6 triliun per Juni 2021. Ia bilang ada potensi bagi pelaku UKM Indonesia menuju pangsa pasar global yang cukup tinggi seiring dengan implementasi ini.

  • Finansial

    Lawan pinjol ilegal dengan menggencarkan literasi keuangan

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Literasi keuangan salah satu faktor penting di era digital. Maka, Visa Indonesia memberikan literasi keuangan untuk perempuan  agar memiliki pemahaman manajemen keuangan yang lebih baik dan meraih kebebasan finansial.


    Setelah sempat terhenti pada tahun 2020 akibat pandemi, program ini diperluas. Tujuannya  dalam rangka memberdayakan pelaku perempuan UMKM  agar usaha mereka  dapat bertahan dan bertumbuh secara jangka panjang.

    “Semakin banyak masyarakat yang mulai menyadari pentingnya manajemen keuangan yang lebih baik, dan perlunya mendorong UMKM agar mampu go digital di era new normal ini,” ujar Presiden Direktur Visa Indonesia, Riko Abdurrahman paparan virtual, Kamis (26/8).

  • Finansial

    Kenali bentuk kejahatan siber yang mengintai ketika transaksi mobile banking melesat

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saat layanan digital banking semakin diterima oleh masyarakat, terdapat potensi kejahatan siber mengintai nasabah. Terlebih data Bank Indonesia menunjukkan nilai transaksi digital banking meningkat 39,39% year on year (yoy) menjadi Rp 17.901,76 triliun sepanjang paruh pertama 2021.

    Bahkan bank sentral memproyeksi transaksi digital banking bisa melesat 30,1% yo mencapai Rp 35.600 triliun sepanjang tahun ini. Dus, para penjahat siber pun terus mengintai, maka nasabah perlu lebih mengenal bentuk-bentuk kejahatan siber.

    Praktisi keamanan siber Teguh Aprianto menyatakan terdapat beberapa bentuk kejahatan siber yang menyasar transaksi mobile banking. Utamanya penyerang akan mencari data pribadi calon korban. 

    Sebab, ia melihat tingkat keamanan di sektor perbankan merupakan paling tinggi di Indonesia. Lantaran regulator meminta berbagai syarat bagi perbankan bila ingin menjalankan layanan keuangan dan digitalsiasi.

  • Finansial

    Waspada! 11 Perbedaan pinjol legal dengan ilegal

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Beberapa waktu belakangan, penawaran pinjaman dana melalui platform digital semakin marak. Kondisi ini membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengambil tindakan tegas dan melakukan edukasi kepada masyarakat. 

    Catatan Kontan menunjukkan, Satgas Waspada Investasi (SWI), sejak 2018 hingga tahun ini, OJK telah menutup 3.365 fintech peer to peer lending yang beroperasi secara ilegal. 

    Melalui akun Instagram resminya @ojkindonesia, OJK kembali mengingatkan masyarakat tentang perbedaan pinjaman online ilegal dan pinjaman online legal. 

    “Sebelum menggunakan layanan fintech pastikan legalitasnya terlebih dahulu ya. Jangan tertipu dengan yang abal-abal dan ilegal,” jelas akun Instagram OJK, Selasa (27/7/2021).

  • Finansial

    Sikapi Pinjol Ilegal, OJK Bakal Terbitkan Aturan Baru

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menerbitkan aturan baru merespons keresahan masyarakat atas maraknya fintech lending atau pinjaman online (pinjol) ilegal.

    Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Riswinandi menjelaskan, regulasi tersebut merupakan pembaharuan dari POJK 77/2016 mengenai Fintech P2P Lending.

    Dia mengatakan, ada sejumlah hal yang menjadi perhatian OJK, terutama yang terkait permodalan, governance, manajemen risiko, perizinan, dan kelembagaan. Tak sampai di sana, literasi juga ikut diperkuat guna memberi pemahaman kepada masyarakat, sekaligus menghindari kerugian yang disebabkan pinjol ilegal.

  • Finansial

    Meneropong Masa Depan Uang Kripto

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Investasi cryptocurrency atau uang kripto kini semakin digemari banyak kalangan di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Meski pengembangan teknologi yang mewadahi aset kripto atau blockchain telah berjalan selama puluhan tahun, namun koin kripto pertama dunia baru diperkenalkan pada 2009 yakni bitcoin.

    Setelah lebih dari satu dekade, kini ada ratusan bahkan ribuan jenis uang kripto. Walaupun tak bisa dipungkiri pesona bitcoin tetap nomor satu. Hal ini terlihat dari kapitalisasi pasar bitcoin sebesar US$591 miliar per 26 Juni 2021.

    Jumlah ini bahkan jauh di atas ethereum, uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua yakni sebesar US$208 miliar. Walau berbagai negara masih ‘belum yakin’ dengan kehadiran uang kripto, nampaknya pesona investasi uang tak berwujud fisik ini tak terbantahkan.

  • Finansial

    Jangan sampai terlilit utang, ini ciri pinjol ilegal yang harus diketahui

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Beberapa waktu terakhir, pinjaman online (pinjol) masih terus memakan korban. Terbaru, seorang guru di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, diberitakan terlilit utang dari pinjaman online hingga ratusan juta rupiah. 

    Dilansir dari Kompas.com, guru honorer bernama Afifah Muflihati (27) mulanya meminjam dana sebesar Rp 3,7 juta dari sebuah pinjol, yakni Pohon Uangku. Ia memperkirakan dapat menyelesaikan pinjaman tersebut selama tiga bulan. Namun ternyata, tenor pinjaman tersebut hanya tujuh hari. 

    Karena ancaman teror yang menyatakan akan menyebar data pribadinya, Afifah pun merasa ketakutan hingga kemudian kembali meminjam uang lewat aplokasi pinjol lain. 

    Jumlah pinjol tempat ia berutang pun bertambah hingga lebih dari 20 aplikasi. Secara keseluruhan, total utang Afifah pun membengkak hingga Rp 206,35 juta. 

  • Finansial

    Sukses Menagih Utang, Pahami Trik dan Tipsnya!

    KONTAN.CO.ID – Menagih utang! Kegiatan ini seringkali menjadi momok bagi kita. Biar sukses menagih utang, pahami trik dan tipsnya.

    Bukan saja saat menagih utang dari orang-perseorangan, namun juga saat berhadapan dengan perusahaan yang tak kunjung mau membayar tagihan atau melunasi utangnya.

    Apalagi, bila menghadapi pihak-pihak yang tak menunjukkan itikad baik. Seringkali, justru pemberi utang yang dibuat repot.

    Alih-alih terbayar, bisa jadi kemarahan yang didapatkan. Atau mengeluarkan berbagai jurus berkelit supaya terhindar dari kewajiban membayar utang.  

    Tak mudah memang menagih utang. Apalagi pada masa pandemi seperti sekarang ini. Namun, sebagai pemberi utang, kita juga harus pintar dan lihai.

    “Menagih utang memang memerlukan suatu ketrampilan tersendiri, yang harus didasari dengan pengetahuan dan basic mental yang baik, agar dapat memperoleh hasil yang optimal,” pesan  P. Hadisaputro, Founder and Managing Partner P. Hadisaputro Law Office. 

  • Finansial

    Waspada Skema Penipuan Berkedok Investasi yang Kian Marak

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kasus investasi bodong alias ilegal ternyata masih membanjiri Indonesia hingga saat ini. Hal ini terjadi karena masyarakat tergiur mendapatkan keuntungan yang tinggi, apalagi saat pendapatan yang sedang menurun.

    Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui konsep dasar dalam berinvestasi, seperti prinsip high risk, high return. Ini membuat masih adanya masyarakat yang terbuai investasi ilegal dengan iming-iming bunga atau keuntungan tinggi, tetapi rendah risiko.

    Lantas, apa saja ciri utama dari investasi bodong? Pertama, investasi bodong tidak memiliki izin badan hukum, izin badan usaha, atau izin produk. Jika institusi tersebut memiliki izin usaha, umumnya kegiatan usahanya tidak sesuai dengan izin. Jadi, izin usaha tersebut menjadi kedok menjalankan kegiatan usaha yang sebenarnya tidak berizin.

    Kemudian, ciri kedua adalah selalu memberikan iming-iming memberikan imbal hasil yang sangat tinggi, cepat mendapat uang, dan tanpa risiko. Selanjutya, keberadaan mereka disamarkan, terutama alamat dan struktur kepengurusan.

  • Finansial

    Konsekuensi Gagal Bayar Utang di Pinjol

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Gagal bayar pinjaman pada penyelenggara fintech peer to peer lending atau fintech lending (pinjaman online/pinjol) memiliki sejumlah konsekuensi. Hal ini berlaku, baik pinjaman di pinjol legal maupun ilegal.

    Oleh sebab itu, guna menghindari risiko tersebut, sebaiknya calon debitur memperhitungkan matang-matang besaran pinjaman yang akan diajukan dengan kemampuan bayarnya. Selain itu, calon debitur juga harus memahami dengan seksama ketentuan pinjaman dari pinjol, meliputi bunga, denda atau sanksi, masa tagihan, dan sebagainya.

    Berikut sejumlah konsekuensi yang harus ditanggung debitur apabila gagal bayar pada pinjol seperti dirangkum CNNIndonesia.com:

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image