Finansial

Informasi Seputar Finansial

  • Finansial

    Waspada! 11 Perbedaan pinjol legal dengan ilegal

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Beberapa waktu belakangan, penawaran pinjaman dana melalui platform digital semakin marak. Kondisi ini membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengambil tindakan tegas dan melakukan edukasi kepada masyarakat. 

    Catatan Kontan menunjukkan, Satgas Waspada Investasi (SWI), sejak 2018 hingga tahun ini, OJK telah menutup 3.365 fintech peer to peer lending yang beroperasi secara ilegal. 

    Melalui akun Instagram resminya @ojkindonesia, OJK kembali mengingatkan masyarakat tentang perbedaan pinjaman online ilegal dan pinjaman online legal. 

    “Sebelum menggunakan layanan fintech pastikan legalitasnya terlebih dahulu ya. Jangan tertipu dengan yang abal-abal dan ilegal,” jelas akun Instagram OJK, Selasa (27/7/2021).

  • Finansial

    Sikapi Pinjol Ilegal, OJK Bakal Terbitkan Aturan Baru

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menerbitkan aturan baru merespons keresahan masyarakat atas maraknya fintech lending atau pinjaman online (pinjol) ilegal.

    Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Riswinandi menjelaskan, regulasi tersebut merupakan pembaharuan dari POJK 77/2016 mengenai Fintech P2P Lending.

    Dia mengatakan, ada sejumlah hal yang menjadi perhatian OJK, terutama yang terkait permodalan, governance, manajemen risiko, perizinan, dan kelembagaan. Tak sampai di sana, literasi juga ikut diperkuat guna memberi pemahaman kepada masyarakat, sekaligus menghindari kerugian yang disebabkan pinjol ilegal.

  • Finansial

    Meneropong Masa Depan Uang Kripto

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Investasi cryptocurrency atau uang kripto kini semakin digemari banyak kalangan di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Meski pengembangan teknologi yang mewadahi aset kripto atau blockchain telah berjalan selama puluhan tahun, namun koin kripto pertama dunia baru diperkenalkan pada 2009 yakni bitcoin.

    Setelah lebih dari satu dekade, kini ada ratusan bahkan ribuan jenis uang kripto. Walaupun tak bisa dipungkiri pesona bitcoin tetap nomor satu. Hal ini terlihat dari kapitalisasi pasar bitcoin sebesar US$591 miliar per 26 Juni 2021.

    Jumlah ini bahkan jauh di atas ethereum, uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua yakni sebesar US$208 miliar. Walau berbagai negara masih ‘belum yakin’ dengan kehadiran uang kripto, nampaknya pesona investasi uang tak berwujud fisik ini tak terbantahkan.

  • Finansial

    Jangan sampai terlilit utang, ini ciri pinjol ilegal yang harus diketahui

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Beberapa waktu terakhir, pinjaman online (pinjol) masih terus memakan korban. Terbaru, seorang guru di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, diberitakan terlilit utang dari pinjaman online hingga ratusan juta rupiah. 

    Dilansir dari Kompas.com, guru honorer bernama Afifah Muflihati (27) mulanya meminjam dana sebesar Rp 3,7 juta dari sebuah pinjol, yakni Pohon Uangku. Ia memperkirakan dapat menyelesaikan pinjaman tersebut selama tiga bulan. Namun ternyata, tenor pinjaman tersebut hanya tujuh hari. 

    Karena ancaman teror yang menyatakan akan menyebar data pribadinya, Afifah pun merasa ketakutan hingga kemudian kembali meminjam uang lewat aplokasi pinjol lain. 

    Jumlah pinjol tempat ia berutang pun bertambah hingga lebih dari 20 aplikasi. Secara keseluruhan, total utang Afifah pun membengkak hingga Rp 206,35 juta. 

  • Finansial

    Sukses Menagih Utang, Pahami Trik dan Tipsnya!

    KONTAN.CO.ID – Menagih utang! Kegiatan ini seringkali menjadi momok bagi kita. Biar sukses menagih utang, pahami trik dan tipsnya.

    Bukan saja saat menagih utang dari orang-perseorangan, namun juga saat berhadapan dengan perusahaan yang tak kunjung mau membayar tagihan atau melunasi utangnya.

    Apalagi, bila menghadapi pihak-pihak yang tak menunjukkan itikad baik. Seringkali, justru pemberi utang yang dibuat repot.

    Alih-alih terbayar, bisa jadi kemarahan yang didapatkan. Atau mengeluarkan berbagai jurus berkelit supaya terhindar dari kewajiban membayar utang.  

    Tak mudah memang menagih utang. Apalagi pada masa pandemi seperti sekarang ini. Namun, sebagai pemberi utang, kita juga harus pintar dan lihai.

    “Menagih utang memang memerlukan suatu ketrampilan tersendiri, yang harus didasari dengan pengetahuan dan basic mental yang baik, agar dapat memperoleh hasil yang optimal,” pesan  P. Hadisaputro, Founder and Managing Partner P. Hadisaputro Law Office. 

  • Finansial

    Waspada Skema Penipuan Berkedok Investasi yang Kian Marak

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kasus investasi bodong alias ilegal ternyata masih membanjiri Indonesia hingga saat ini. Hal ini terjadi karena masyarakat tergiur mendapatkan keuntungan yang tinggi, apalagi saat pendapatan yang sedang menurun.

    Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui konsep dasar dalam berinvestasi, seperti prinsip high risk, high return. Ini membuat masih adanya masyarakat yang terbuai investasi ilegal dengan iming-iming bunga atau keuntungan tinggi, tetapi rendah risiko.

    Lantas, apa saja ciri utama dari investasi bodong? Pertama, investasi bodong tidak memiliki izin badan hukum, izin badan usaha, atau izin produk. Jika institusi tersebut memiliki izin usaha, umumnya kegiatan usahanya tidak sesuai dengan izin. Jadi, izin usaha tersebut menjadi kedok menjalankan kegiatan usaha yang sebenarnya tidak berizin.

    Kemudian, ciri kedua adalah selalu memberikan iming-iming memberikan imbal hasil yang sangat tinggi, cepat mendapat uang, dan tanpa risiko. Selanjutya, keberadaan mereka disamarkan, terutama alamat dan struktur kepengurusan.

  • Finansial

    Konsekuensi Gagal Bayar Utang di Pinjol

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Gagal bayar pinjaman pada penyelenggara fintech peer to peer lending atau fintech lending (pinjaman online/pinjol) memiliki sejumlah konsekuensi. Hal ini berlaku, baik pinjaman di pinjol legal maupun ilegal.

    Oleh sebab itu, guna menghindari risiko tersebut, sebaiknya calon debitur memperhitungkan matang-matang besaran pinjaman yang akan diajukan dengan kemampuan bayarnya. Selain itu, calon debitur juga harus memahami dengan seksama ketentuan pinjaman dari pinjol, meliputi bunga, denda atau sanksi, masa tagihan, dan sebagainya.

    Berikut sejumlah konsekuensi yang harus ditanggung debitur apabila gagal bayar pada pinjol seperti dirangkum CNNIndonesia.com:

  • Finansial

    Transaksi uang elektronik melesat pada momen Ramadan hingga Lebaran

    KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Transaksi elektronik melalui dompet digital meningkat sejak awal bulan Ramadan hingga Idul Fitri. Di tengah larangan mudik dan pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah, masyarakat pun  melakukan kegiatan berbelanja dan bertransaksi secara online.

    Seperti dompet digital DANA yang menyebut, dengan adanya pembatasan mudik dan tatap muka akibat pandemi, hal tersebut ikut berimbas pada penggunaan transaksi digital khususnya pada fitur Kirim Uang.

    Oleh karena itu, DANA memproyeksikan peningkatan transaksi elektronik masih bisa terus terjadi bahkan selama hari raya Idul Fitri. Pasalnya, fitur Kirim Uang secara digital dapat menjadi solusi yang efisien untuk mengakomodir kebutuhan pengguna dalam berkirim uang yang kerap menjadi tradisi di hari raya. 

    Monita Moerdani, Chief Marketing Officer DANA mengatakan, DANA memantau kenaikan yang hampir sama pada bulan Ramadan tahun lalu dan tahun ini. Menurut Monita, masa pandemi yang masih dilalui pada tahun 2021 ini, secara tidak langsung ikut menggerakkan transaksi digital termasuk lewat dompet digital DANA.

  • Finansial

    OJK akan sanksi multifinance jika cara debt collector tarik kendaraan langgar hukum

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberi sanksi tegas pada perusahaan pembiayaan yang memiliki debt collector dengan perilaku yang tak sesuai hukum. Penegasan OJK ini dikarenakan masih ditemukan beberapa kasus debt collector yang menarik kendaraan bermotor dengan cara yang tidak sesuai ketentuan.

    “OJK menyatakan tidak menolerir debt collector yang melanggar hukum dan akan memberi sanksi keras kepada perusahaan pembiayaan yang melanggar,” ujar Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot dalam keterangan resminya.

    OJK juga sudah berkomunikasi dengan asosiasi perusahaan terkait penertiban hal tersebut dan meminta asosiasi agar bisa menertibkan anggotanya mengenai cara penagihan debt collector.

    “Sanksi mengacu pada ketentuan dalam POJK 35/2018 tentang perusahaan pembiayaan,” ujar Sekar ketika dihubungi KONTAN terkait sanksi tegas seperti apa yang akan diberikan, Sabtu (16/5).

  • Finansial

    BI Catat Aliran Modal Asing Masuk Rp5,1 T dalam Sepekan

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing tercatat beli bersih (net buy) sebesar Rp5,1 triliun dalam sepekan. Hal ini berdasarkan data transaksi 26 April-29 April 2021.

    Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan aliran modal asing tercatat net buy di pasar surat berharga negara (SBN) sebesar Rp5,86 triliun. Namun, asing tercatat jual bersih (net sell) sebesar Rp760 miliar di pasar saham.

    “Berdasarkan data transaksi 26 April – 29 April 2021, non residen di pasar keuangan domestik beli neto Rp5,10 triliun,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (1/5).

    Sejak awal tahun, aliran modal asing tercatat net sell sebesar Rp2,85 triliun dari awal tahun hingga 8 April 2021.

    Hal ini membuat tingkat premi risiko Credit Default Swaps (CDS) Indonesia lima tahun turun dari 77,39 basis poin (bps) per 23 April menjadi 76,00 bps di 29 April.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image