Ekonomi Syariah

Info Seputar Ekonomi Syariah

  • Ekonomi Syariah

    Sri Mulyani Inisiasi Kebijakan Industri dan Ekonomi Berbasis Syariah

    Bisnis.com, JAKARTA – Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) menginisiasi formulasi kebijakan baik industri maupun ekonomi berbasis syariah. Adapun berbagai produk yang menjadi target termasuk keuangan, perbankan hingga zakat dan wakaf.

    Menteri Keuangan yang juga Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Sri Mulyani menargetkan dikeluarkannya kebijakan guna mendorong industri atau kegiatan ekonomi bersifat syariah lebih inklusif. Langkah itu agar skala syariah dapat lebih besar. Rencana tersebut ditargetkan dilakukan dalam empat tahun mendatang.

    “Itu mulai dari keuangan, produk-produk keuangan, apakah itu perbankan, asuransi, pasar modal. Akan tetapi kita juga bicara soal sosial fund, zakat, dan wakaf dan tadi sudah banyak beberapa program untuk mengembangkan seperti indeks wakaf, indek zakat dan mengembangkan instrumennya,” katanya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

  • Ekonomi Syariah

    Sindikasi Syariah Berpotensi Naik

    Bisnis.com, JAKARTA — Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah Institute Pertanian Bogor (CIEST-IPB) menilai tren pembiayaan sindikasi syariah berpotensi meningkat.

    Berdasarkan statistik perbankan syariah (SPS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan yang diberikan industri perbankan syariah ke segmen investasi kategori non UMKM mengalami peningkatan selama empat tahun terakhir.

    Pada 2016, pembiayaan syariah untuk investasi non UMKM senilai Rp41,33 triliun. Nilainya meningkatkan pada 2017 dan 2018 masing-masing sebesar Rp45,73 triliun dan Rp51,08 triliun. Sementara itu, realisasi hingga November 2019 sudah mencapai Rp61,19 triliun.

    Direktur CIEST-IPB Irfan Syauqi Beik mengatakan kapasitas pembiayaan syariah yang dilakukan secara individual oleh satu bank masih kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan pembiayaan industri yang begitu besar. Keterbatasan modal inti yang dialami oleh bank-bank syariah membuat industri tersebut memiliki peluang untuk melakukan pembiayaan sindikasi.

  • Ekonomi Syariah

    6 Program Kemenkop UKM Dukung Pengembangan Ekonomi Syariah

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan  pihaknya akan menjalankan beberapa program strategis dalam pengembangan industri halal di Indonesia. 

    Dia mengatakan dalam perkembangan industri syariah global, Indonesia masih berada pada ranking 4 industri pariwisata halal, ranking 2 untuk busana Muslim, dan ranking 10 untuk keuangan syariah.”Sedangkan untuk produk makanan halal, kita belum masuk 10 besar dunia, yang masih diduduki UEA, Malaysia, Brazil, Oman, Jordan, Australia, Brunei, Pakistan, Sudan, dan Qatar,” kata Teten.

    Hal itu dia sampaikan di acara International Halal & Thayyib Conference 2019 di Kampus Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Rabu (27/11/2019) seperti dikutip dari keterangan tertulis. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dan dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. 

  • Ekonomi Syariah

    EKONOMI SYARIAH : Menaruh Asa Pada Wakaf Tunai

    Wakaf tunai menjadi terobosan baru yang ingin dipopulerkan pemerintah guna meningkatkan pendalaman pasar keuangan syariah Tanah Air. Modifikasi wakaf konvensional yang selama ini berupa tanah dan bangunan ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi pembiayaan ekonomi syariah.

    Wakaf tunai menjadi terobosan baru yang ingin dipopulerkan pemerintah guna meningkatkan pendalaman pasar keuangan syariah Tanah Air. Modifikasi wakaf konvensional yang selama ini berupa tanah dan bangunan ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi pembiayaan ekonomi syariah.

    Wakaf adalah harta individu yang dipisahkan untuk keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut prinsip syariah. Di Indonesia, potensi wakaf tergolong sangat fantastis, sehingga diyakini dapat menggerakkan sektor ekonomi sekaligus industri perbankan.

    Dalam riset yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), total potensi wakaf uang di Indonesia pada akhir tahun 2018 lalu sudah mencapai Rp 77 triliun. Kendati bernilai jumbo, hanya sekitar Rp 200 miliar dari nilai tersebut yang berhasil dikumpulkan.

  • Ekonomi Syariah

    BI: Ekonomi Syariah Topang 80 Persen dari PDB RI

    Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) menyatakan ekonomi syariah menyumbang 80 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Pada 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp14.837 triliun. Itu berarti, kontribusi ekonomi syariah mencapai Rp11.869 triliun dari total PDB.

    “Terkait dengan Indonesia, dengan nilai PDB US$1 triliun, ukuran dari ekonomi syariah sebesar 80 persen,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo, Selasa (12/11).

    Ia menjelaskan konsep ekonomi syariah secara umum adalah mengeluarkan variabel produk non halal, sebagai contoh minuman keras, senjata api, dan perjudian. Saat ini, perhitungan PDB syariah dan konvensional masih digabungkan oleh BPS.

    “Sekarang BPS dan BI sedang melakukan perhitungan berapa PDB syariah, berapa pertumbuhan yang berasal dari ekonomi syariah sedang dihitung tapi roughly (secara kasar) sudah bisa dilakukan, dihitung oleh bank sentral,” ucapnya.

  • Ekonomi Syariah

    UU JAMINAN PRODUK HALAL : Peluang Baru bagi Perbankan Syariah

    Mulai berlakunya Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) dipercaya akan membawa dampak positif bagi kondisi industri perbankan syariah.

    Keyakinan ini muncul lantaran UU JPH mengharuskan setiap produk halal memiliki sertifikat halal yang dikeluarkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

    Meski telah resmi berlaku 17 Oktober 2019 lalu, beleid ini memberi tenggang waktu 5 tahun bagi pelaku industri makanan dan minuman (mamin) untuk meregistrasi produknya yang halal.

    Tenggang waktu ini tentu akan dimanfaatkan pemerintah serta berbagai pihak terkait untuk menggencarkan sosialisasi pentingnya sertifikasi halal. Sosialisasi ini bukan tidak mungkin akan melibatkan industri perbankan.

    Pelibatan bank dalam sosialisasi sertifikasi halal telah terlihat dari adanya kerjasama yang dijalin BPJPH dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Dalam kerjasama yang telah ditandatangani pekan lalu, BPJPH dan CIMB Niaga sepakat saling membantu dalam hal literasi keuangan syariah serta proses sertifikasi halal.

  • Ekonomi Syariah

    Penyebaran Stagnan, RI Peringkat 1 Keuangan Syariah Global

    Jakarta, CNN Indonesia — Indonesia berhasil menyabet peringkat pertama dalam pasar keuangan syariah global. Posisi Indonesia melonjak drastis dari sebelumnya hanya berada di peringkat 6 pada 2018.

    Hal itu terungkap dalam laporan Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019 yang dirilis oleh Cambridge Institute of Islamic Finance (Cambridge IIF).

    Dalam keterangan resmi disebutkan, Indonesia meraih skor 81,93 melesat dari sebelumnya 57,8. Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor 81,05. Negeri Jiran itu telah menduduki posisi puncak sejak 2011. Secara berurutan, Iran, Saudi Arabia, dan Sudan menyusul dalam lima peringkat teratas.

    Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Afdhal Aliasar menuturkan Cambridge IIF melakukan penilaian dari multi dimensi, sehingga Indonesia tetap bisa menduduki peringkat pertama meskipun penetrasi pasar keuangan syariah di Indonesia cenderung stagnan.

  • Ekonomi Syariah

    Revolusi Industri 4.0 Dorong Perekonomian Syariah

    Bisnis.com, JAKARTA – Pentingnya Revolusi Industri 4.0 dan inovasi menjadi dua titik sorotan yang berkembang dalam seminar mengenai upaya mengembangkan ekonomi syariah yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah.

    Dalam seminar Optimalisasi Ekonomi Syariah di Era Revolusi Industri 4.0 di Aula Gedung 3 FEB UNS, pada Sabtu (14/9/2019), Ketua Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia Provinsi Jawa Tengah Edy Supriyono menyebutkan perekonomian syariah akan sangat didorong dengan adanya Revolusi Industri 4.0.

    “Di zaman 4.0 ini pekerjaan kita akan dialihkan ke mesin sehingga kita harus siap dengan Internet of Things (IoT), Artifical Intelegent (AI), Big Data, Cloud Computing, dan Block Chain,” papar Edy Supriyono sebagaimana siaran pers yang diterima Bisnis.

  • Ekonomi Syariah

    Indonesia Berpotensi Jadi Pemain Kunci Ekonomi & Keuangan Syariah Global

    Bisnis.com,JAKARTA — Perekonomian Indonesia memiliki potensi menjadi pemain kunci dalam ekonomi dan keuangan syariah global.

    Menurut data dari Halal Industry Development Corporation tahun 2016, potensin ekonomi syariah diperkirakan mencapai US$2,3 triliun. Produk dan jasa perekonomian syariah mencakup beberapa aspek seperti makanan, kosmetik, keuangan syariah, dan logistik.

    Untuk mengkaji hal tersebut, Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) menggelar Muktamar Ke-IV dengan gagasan “Indonesia Menuju Pusat Ekonomi dan Keuangan Islam Dunia”.

    “Indonesia berada di posisi strategis bagi halal superhighway link dalam global halal supply chain. Kita juga bisa menjadi pasar produk halal sekaligus produsen terbesar di dunia,” kata Sekretaris Jenderal IAEI Munifah Syanfani saat ditemui di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

  • Ekonomi Syariah

    Sri Mulyani Janji Kembangkan Ekonomi Syariah

    Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berjanji akan mewujudkan ekonomi syariah berbasiskan wajah Islam Indonesia yang inklusif. Dia akan meracik strategi untuk pengembangan ekonomi syariah agar bisa mensejahterahkan umat Islam di Indonesia.

    Hal itu disampaikan setelah ia menerima amanah sebagai Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia 2019 hingga 2023.

    Menteri Keuangan beralasan tantangan Indonesia ke depan adalah mewujudkan kesejahteraan umat dan menciptakan kesempatan yang adil bagi seluruh masyarakat. Hanya saja, bagi Indonesia yang sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam, tentu kegiatan ekonomi itu perlu memperhatikan nilai-nilai luhur keislamannya.

    “Tentunya tercapainya kesejahteraan umat secara adil dan merata menjadi tujuan akhir yang ingin kami capai. Indonesia sebagai negara dengan jumlah umat muslim yang terbesar di dunia mempunyai potensi besar dalam mengembangkan perekonomian Islam guna mensejahterahkan umatnya,” jelas Sri Mulyani dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (24/8).

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image