Ekonomi Syariah

Info Seputar Ekonomi Syariah

  • Bank,  Ekonomi Syariah

    Ini strategi Bank Syariah Indonesia mengejar Malaysia, masuk 10 bank besar di global

    KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Meski tertinggal dengan Malaysia, Menteri Badan Usaha Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) akan berupaya keras mengejar target masuk 10 besar bank syariah dunia di tahun 2025.

    Ini artinya, bank syariah hasil penggabungan usaha bank syariah milik pemerintah yakni BNI Syariah, BRI Syariah serta Bank Mandiri Syariah hanya punya waktu 4 tahun untuk mengejar target tersebut. 

    Saat ini, bank syariah terbesar dunia adalah Al Rajhi Bank (Arab Saudi) dengan aset Rp 1.370 triliun. Di posisi kedua Dubai Islamic Bank dengan aset Rp 847 triliun, Ketiga Kuawai Finance dengan aset Rp 819 triliun, keempat Maybank Islamic dengan aset Rp 762 triliun.

    Urutan kelima adalah  Qatar Islamic Bank (Qatar) dengan aset Rp593 triliun. Lalu, keenam, Abu Dhabi Islamic Bank (UEA) dengan aset Rp 480 triliun.

  • Ekonomi Syariah

    Sri Mulyani Klaim Keuangan Syariah Lebih Stabil Saat Pandemi

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kinerja industri keuangan syariah lebih stabil dari konvensional di tengah pandemi virus corona. Bahkan, industri keuangan syariah berhasil tetap tumbuh positif di tengah wabah.

    Ani, sapaan akrabnya mengatakan hal ini terjadi khususnya pada kinerja industri perbankan yang tercermin dari fungsi intermediasi para bank syariah.

    “Intermediasi perbankan nasional yang cenderung mengalami penurunan, namun kinerja perbankan syariah justru stabil dan tumbuh lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional,” ungkap Ani di Sharia Business and Academic Sinergy (SBAS) 2020 secara virtual, Selasa (29/12).

  • Ekonomi Syariah

    Bank Syariah Indonesia Bidik Porsi Pembiayaan UMKM 23 Persen pada 2021

    Bisnis.com, JAKARTA – Bank hasil penggabungan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk., akan melanjutkan komitmen bank asal merger dalam memajukkan UMKM.

    Proses merger bank melibatkan PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri, di mana BRIsyariah menjadi bank penerima penggabungan. Merger direncanakan efektif pada 1 Februari 2021.

    Bank Syariah Indonesia menargetkan porsi pembiayaan UMKM mencapai 23 persen dari total pembiayaan pada Desember 2021. Proyeksi dana yang disalurkan untuk UMKM mencapai Rp53,83 triliun.

  • Ekonomi Syariah

    Punya potensi besar, Rabu Hijrah dorong RUU Ekonomi Syariah segera masuk Prolegnas

    KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Sebagai sektor yang sudah hadir di Indonesia sejak 1991, ekonomi Syariah telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Namun demikian, sampai hari ini, perangkat regulasi perundang-undangan yang mengatur hal tersebut masih terbatas.

    Padahal, Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan memiliki potensi ekonomi Syariah yang sangat besar pula. Hal ini didukung dengan jumlah penduduk Muslim di Indonesia yang terbesar di dunia, yaitu 87% dari total 267 juta jiwa.

  • Ekonomi Syariah

    Merger Bank Syariah BUMN Pakai Nama Bank Syariah Indonesia

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Hasil penggabungan atau merger bank syariah BUMN akan bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Nantinya, nama baru tersebut akan digunakan oleh PT Bank BRI Syariah Tbk selaku pihak yang menerima penggabungan.

    Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi mengatakan bank hasil merger tetap berstatus perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham BRIS.

    “Kehadiran Bank Syariah Indonesia akan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (11/12).

  • Ekonomi Syariah

    Sri Mulyani: Syariah Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan ekonomi syariah bisa menjadi sumber pertumbuhan baru dan mempercepat pemulihan ekonomi bagi Indonesia. Khususnya dari tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona atau covid-19. 

    “Ekonomi syariah mampu menjadi sumber baru pertumbuhan ekonomi nasional dan menjawab berbagai tantangan di dalam dinamika perekonomian nasional,” ujar Ani, sapaan akrabnya, di acara Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia yang diselenggarakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sabtu (24/10). 

    Menurutnya, sumber pertumbuhan baru bisa diberikan oleh sektor ekonomi syariah karena memiliki potensi dan keunikan. Hal ini tercermin dari posisi Indonesia sebagai lima besar negara produsen produk halal di dunia. 

  • Ekonomi Syariah

    Sektor Keuangan Syariah Diklaim Lebih Tahan Pandemi

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Sektor keuangan syariah diklaim memiliki ketahanan lebih baik dibandingkan konvensional selama pandemi covid-19.

    Pendiri PT Karim Consulting Indonesia Adiwarman Karim mengatakan mengatakan perkembangan sektor keuangan syariah tidak mengenal kondisi ekonomi. Contohnya,kata dia, meskipun ekonomi tengah jatuh akibat pandemi covid-19, pertumbuhan aset bank syariah bisa lebih tinggi dibandingkan bank konvensional.

    “Itu (pertumbuhan aset) dua kali lipat lebih baik (aset bank syariah tumbuh) 9,93 persen, konvensional hanya 5 persen. Jadi kalau keadaan sedang susah kita better daripada konvensional, tapi kalau keadaan lagi bagus kurang lebih bisa imbangi konvensional,” ujarnya dalam acara Best Syariah 2020, Selasa (20/10).

  • Ekonomi Syariah

    Ekonomi Syariah Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Saat Corona

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng mengatakan ekonomi syariah diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah pandemi covid-19. Ini sejalan dengan tujuan Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah global.

    “Utamanya tengah pandemi dan ekonomi global melambat, kita harus melakukan transformasi pemikiran agar menghasilkan strategi komprehensif sehingga ekonomi dan keuangan syariah bisa menjadi sumber ekonomi baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam High Level Seminar on Halal Lifestyle, Jumat (2/10).

  • Ekonomi Syariah

    Sri Mulyani Inisiasi Kebijakan Industri dan Ekonomi Berbasis Syariah

    Bisnis.com, JAKARTA – Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) menginisiasi formulasi kebijakan baik industri maupun ekonomi berbasis syariah. Adapun berbagai produk yang menjadi target termasuk keuangan, perbankan hingga zakat dan wakaf.

    Menteri Keuangan yang juga Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Sri Mulyani menargetkan dikeluarkannya kebijakan guna mendorong industri atau kegiatan ekonomi bersifat syariah lebih inklusif. Langkah itu agar skala syariah dapat lebih besar. Rencana tersebut ditargetkan dilakukan dalam empat tahun mendatang.

    “Itu mulai dari keuangan, produk-produk keuangan, apakah itu perbankan, asuransi, pasar modal. Akan tetapi kita juga bicara soal sosial fund, zakat, dan wakaf dan tadi sudah banyak beberapa program untuk mengembangkan seperti indeks wakaf, indek zakat dan mengembangkan instrumennya,” katanya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

  • Ekonomi Syariah

    Sindikasi Syariah Berpotensi Naik

    Bisnis.com, JAKARTA — Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah Institute Pertanian Bogor (CIEST-IPB) menilai tren pembiayaan sindikasi syariah berpotensi meningkat.

    Berdasarkan statistik perbankan syariah (SPS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan yang diberikan industri perbankan syariah ke segmen investasi kategori non UMKM mengalami peningkatan selama empat tahun terakhir.

    Pada 2016, pembiayaan syariah untuk investasi non UMKM senilai Rp41,33 triliun. Nilainya meningkatkan pada 2017 dan 2018 masing-masing sebesar Rp45,73 triliun dan Rp51,08 triliun. Sementara itu, realisasi hingga November 2019 sudah mencapai Rp61,19 triliun.

    Direktur CIEST-IPB Irfan Syauqi Beik mengatakan kapasitas pembiayaan syariah yang dilakukan secara individual oleh satu bank masih kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan pembiayaan industri yang begitu besar. Keterbatasan modal inti yang dialami oleh bank-bank syariah membuat industri tersebut memiliki peluang untuk melakukan pembiayaan sindikasi.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image