Bank

Informasi Seputar Bank

  • Bank

    Ada Modus Pencurian Data Pribadi Social Engineering, Apa Itu?

    Bisnis.com, JAKARTA – Kejahatan dengan mencuri data pribadi semakin banyak terjadi. Saat ini, ada modus bernama social engineering.

    Sebelum membahas mengenai social engineering, perlu diketahui jika kebocoran data pribadi bisa terjadi karena pemilik data dengan sengaja menginformasikan data pribadi kepada pihak lain dengan alasan apapun.

    Hal ini juga bisa terjadi ketika ada pihak yang tidak bertanggungjawab berupaya mencuri informasi data pribadi seseorang melalui upaya tertentu, salah satunya dengan modus social engineering.

    Nah, apa itu social engineering?

    Berdasarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), social engineering adalah manipulasi psikologis yang dilakukan seseorang dalam mengorek informasi rahasia dan memanfaatkan informasi tersebut untuk kepentingan pihak yang tidak bertanggungjawab.

  • Bank

    Virus Corona Meluas, Rupiah Melemah ke Rp13.658 per Dolar AS

    Jakarta, CNN Indonesia –Nilai tukar rupiah berada di Rp13.658 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (30/1) sore. Posisi tersebut melemah sebesar 0,18 persen dibandingkan nilai pada penutupan perdagangan pada Rabu (29/1).Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.652 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Rabu (29/1), yakni Rp13.634 per dolar AS.Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea melemah 0,68 persen, rupee India 0,39 persen, dan baht Thailand 0,64 persen.Selanjutnya, peso Filipina juga melemah 0,34 persen, dolar Taiwan 0,56 persen, lira Turki 0,41 persen, serta ringgit Malaysia sebesar 0,24 persen, diikuti dolar Singapura 0,17 persen terhadap dolar AS.

  • Bank

    Perbankan Syariah Masih Menunggu Kepastian PSAK 113

    Bisnis.com, JAKARTA — Dewan Standar Akuntansi Keuangan Syariah Ikatan Akuntan Indonesia (DSAS IAI) masih merampungkan standar PSAK 113 tentang Penurunan Nilai Aset Keuangan.

    Jika Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 kini sudah mulai berjalan per 1 Januari 2020, maka PSAK 113 masih dalam penyusunan tahap I dengan total tiga tahapan. PSAK 113 akan mengatur tentang metodologi penurunan nilai atas aset-aset keuangan yang timbul dari transaksi berbasis syariah.

    Dalam publikasi IAI, penyusunan standar tersebut melibatkan perwakilan industri, regulator, dan perwakilan DSN-MUI dalam working group yang diinisiasi oleh IAI. Dalam penyusunan standar tersebut akan memperhatikan dampak penerapan standar tersebut terhadap kinerja keuangan, seperti bank syariah karena akan berpengaruh terhadap rasio kecukupan modal bank syariah.

  • Bank

    BI Optimis Kredit Perbankan Tumbuh 10 hingga 12 Persen di 2020

    Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia optimis kredit perbankan mampu tumbuh di kisaran 10 hingga 12 persen pada 2020 setelah mengalami perlambatan pertumbuhan yang signifikan di 2019.

    Pertumbuhan kredit perbankan pada 2019 tercatat tumbuh 6,08 persen secara tahunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di samping itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga juga tumbuh sebesar 6,54 persen.

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan kredit akan membaik sejalan dengan prospek peningkatan pertumbuhan ekonomi, termasuk pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dibidik di kisaran 8 sampai 10 persen. 

    “Suku bunga BI kan sudah turun, tapi suku bunga bank belum turun, penurunan itu yang akan mendorong kredit ke depan, relaksasi uang muka juga sudah dilakukan, injeksi likuiditas juga akan mendorong pertumbuhan kredit ke depan. Ini faktor supply yang kami relaksasi terus, nanti [kredit] akan didorong lagi oleh permintaan karena ekonomi naik,” kata Perry, Kamis (23/1/2019).

  • Bank

    Tabungan Dibobol, Perbankan Didorong Benahi Pengamanan Dana Nasabah

    Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri perbankan diharap segera berbenah demi meningkatkan keamanan dana dana data nasabah.

    Harapan ini muncul pasca mencuatnya kasus pembobolan tabungan milik wartawan senior Ilham Bintang, yang dilakukan melalui modus penggantian kartu SIM seluler. Kasus ini dianggap membuktikan adanya kerentanan dalam sistem perbankan.

    “Bila benar uang diambil dengan internet banking, berarti pengamanan harus ditingkatkan. Internet banking sendiri di beberapa bank besar tanah air harus menyertakan token khusus untuk verifikasi. Bahkan ada alat khusus yang dibuat untuk membuat token lebih mudah. Di bank dengan sistem lebih sederhana, token tertulis diberikan oleh bank kepada nasabah,” ujar Pengamat keamanan siber dari Communication & Information System Security Research Center (CISSRec) Pratama Persadha kepada Bisnis, Selasa (21/1).

  • Bank

    Implementasi QRIS, perbankan siap raup untung

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Diluncurkan sejak Agustus 2019 lalu, akseptasi pembayaran berbasis QR Code Indonesia Standard (QRIS) makin luas. Bank Indonesia klaim, kini sudah ada lebih dari 2 juta merchant yang menerima pembayaran via QRIS.

    “Hingga 15 Januari 2020 lalu sudah sudah ada sekitar 2 juta merchant yang menerima pembayaran dengan QRIS,” Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI Filianingsih kepada Kontan.co.id, Senin (20/1).

    Meskipun pasang tarif yang lebih rendah dibandingkan transaksi lain via mesin electronic data capture (EDC), Filianingsih bilang ini tak akan jadi hambatan untuk mendukung implementasi.

    Sebagai catatan, tarif merchant discount rate (MDR) transaksi berbasis QRIS ditetapkan secara umum 0,7% dari nilai transaksi. Adapun, untuk merchant bidang pendidikan tarifnya 0,6%, sementara merchant SPBU 0,4%.

  • Bank

    BI Diperkirakan Kembali Pangkas Suku Bunga Acuan

    Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur beberapa hari mendatang.

    Hal ini dikemukakan oleh Peneliti Ekonomi Senior Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, Eric Alexander Sugandi dalam laporan mingguan yang dikutip pada Senin (20/1/2020).

    Menurut Eric, Bank Indonesia (BI) diperkirakan kembali memotong suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada bulan ini.

    Pemangkasan tersebut dimungkinkan karena nilai inflasi yang relatif rendah dan terkendali. Selain itu, tren pergerakan nilai tukar rupiah juga menunjukkan tren menguat selama Januari 2020.

  • Bank

    Penguatan Rupiah Tergantung Faktor Eksternal

    Bisnis.com, JAKARTA – Indef meluncurkan data bahwa pada 2020 penguatan stabilitas rupiah sangat tergantung dengan faktor eksternal.

    Dilansir dari laporan Economic Update, Center of Macroeconomic and Finance dari Indef, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mencatatkan penguatan awal tahun ini.

    Menurut data Bank Indonesia, nilai rupiah atas dolar AS per 2 Januari 2020 masih bertengger pada angka Rp13.895 dan menguat menjadi Rp13.706 pada 15 Januari 2020.

    “Ini mengalami apresiasi 1,36 persen. Nilai rupiah juga menguat terhadap Euro menjadi 2,16 persen, dolar Australia menguat 3,04 persen, dolar Singapura menguat 1,5 persen, serta China Yuan menguat 0,27 persen,” tulis Indef dikutip Sabtu (18/1/2020).

  • Bank

    Bank mendorong layanan pinjam daring

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menghadang gempuran perusahaan teknologi finansial (Tekfin), sejumlah bank terus mendorong penyaluran kredit konsumer via platform daring maupun kerja sama pembiayaan.

    Paling anyar, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang pada Rabu (15) teken kerja sama dengan Traveloka untuk pembiayaan fitur paylater.

    Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo bilang melalui kerja sama ini, perseroan berpotensi menyalurkan hingga Rp 6 triliun.

    “Siapa saja kini bisa merencanakan perjalanan liburan dan penunjang gaya hidup tanpa perlu harus menyediakan dana pembayarannya saat itu juga,” kata Anggoro kepada Kontan.co.id, Rabu (15/1).

  • Bank

    Kredit Sindikasi Perbankan Melempem

    Bisnis.com, JAKARTA — Penyaluran kredit sindikasi sepanjang 2019 turun drastis dibandingkan dengan perolehan 2018.

    Berdasarkan data Bloomberg League Table Reports Indonesia Borrower Loans 2019, total kredit sindikasi yang disalurkan sepanjang 2019 senilai US$24,32 miliar. Angka ini turun 23,59% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan penyaluran sindikasi pada 2018 yang mencapai US$31,83 miliar.

    Di antara puluhan bank yang menyalurkan kredit sindikasi pada 2019, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. keluar sebagai penyalur pembiayaan terbayak. Nilai kredit sindikasi yang disalurkan BMRI mencapai US$3,4 miliar.

    Posisi Bank Mandiri disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. yag berdasarkan data Bloomberg menyalurkan sindikasi senilai US$2,96 miliar. Pada posisi tiga, ada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang terlibat dalam 17 sindikasi dengan nilai pinjaman US$1,88 miliar.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image