Bank

Informasi Seputar Bank

  • Bank

    Menerawang prospek fundamental bank digital di Indonesia

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Euforia bank digital di Tanah Air belum berakhir. Saat ini bank ramai-ramai mengklaim diri sebagai bank digital yang akhirnya mendorong harga sahamnya naik tajam. 

    OJK memang tidak memberi label khusus  kepada bank sebagai bank digital. Hanya ada dua jenis bank yang berlaku saat ini yakni bank umum dan  Bank Perkreditan Rakyat. Istilah bank digital tidak merubah bank secara kelembagaan. Bank tetaplah bank, apapun model bisnisnya.

    Namun, secara prinsip bank digital hanya didefinisikan sebagai bank yang menyediakan dan menjalankan kegiatan usaha yang utamanya melalui saluran elektronik dengan kantor fisik yang terbatas atau tanpa kantor fisik selain kantor pusat.

    Untuk melihat prospek fundamental bank digital di Indonesia, Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Nailul Huda membagi bank digital menjadi dua jenis yakni bank digital yang lahir murni dari perbankan dan bank digital dari campur tangan perusahaan teknologi. 

  • Bank

    Ini 20 jenis pecahan uang rupiah yang dicabut dan ditarik Bank Indonesia (BI)

    KONTAN.CO.ID –   JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencabut dan menarik 20 jenis pecahan Uang Rupiah Khusus (URK) Tahun Emisi 1970 – 1990 dari peredaran. Hal tersebut dilakukan terhitung sejak Senin (30/8). 

    Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, hal ini diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) no. 23/12/PBI/2021.  Dengan terbitnya beleid tersebut, maka terhitung sejak hari ini, URK tersebut tidak lagi berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Indonesia. 

    Erwin kemudian memerinci, URK yang dicabut dan ditarik dari peredaran antara lain:

  • Bank

    Bank-bank digital menggelontorkan dana untuk IT dan SDM

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perbankan tengah berlomba mengembangkan segmen digital. Beberapa di antaranya bahkan terjun dan merambah bisnis bank digital. Sebagian bertransformasi seutuhnya menjadi digital, sebagian lainnya dibentuk menjadi anak perusahaan.

    Salah satunya adalah anak perusahaan PT Bank Central Asia (BCA), yaitu PT BCA Digital. Dalam menghadapi persaingan di era digitalisasi perbankan, BCA Digital menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terdiri dari mix-generations employees dengan beragam latar belakang industri, dan pengalaman di sepanjang karir mereka.

  • Bank

    OJK tak akan beri label khusus bagi bank yang beroperasi sebagai bank digital

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan tidak akan memberi label khusus sebagai bank digital bagi perbankan yang menjalankan operasionalnya sebagai bank digital. 

    Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, pihaknya tidak mendikotomikan bank yang bertransformasi digital atau bank ingin didirikan digital sejak awal. 

    “Jadi OJK tidak akan memberi label khusus bagi bank sebagai bank digital. Biarkanlah masyarakat yang mencari sendiri bank mana yang beroperasi secara digital itu yang akan mereka gunakan,” kata Heru. 

    Seperti diketahui, saat ini ada sejumlah bank di Tanah Air yang sudah mengaku sebagai bank digital. Diantaranya Bank Jago, Bank MNC, Bank Aladin, Bank Line, BCA digital dan lain-lain. 

  • Bank

    POJK soal produk bank akan percepat transformasi digital perbankan

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perbankan di Tanah Air kini telah memiliki ruang untuk bisa menciptakan produk dan layanan yang lebih inovatif melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis aturan produk bank umum yang tertuang dalam POJK Nomor13/POJK.03/2021 tentang Penyelenggaraan Produk Bank Umum.

    Aturan ini menitikberatkan pada penguatan dalam perizinan dan penyelenggaraan produk bank dari semula menggunakan pendekatan modal inti menjadi pendekatan berbasis risiko.  Percepatan perizinan diberikan untuk membuka ruang inovasi dalam pemanfaatan teknologi informasi sehingga bank tetap dapat memiliki daya saing yang tinggi, namun tentunya dengan tetap memperhatikan aspek prudensial. 

  • Bank

    Berikut payung regulasi dari OJK terkait pengaturan transformasi digital perbankan

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perbankan tengah mendorong pengembangan digitalnya, terutama di masa pandemi Covid-19 yang mengubah pola perilaku masyarakat menjadi ke arah digital. Dalam hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan payung regulasi guna meng-cover pengaturan transformasi digital perbankan.

    Salah satunya yang terbaru adalah POJK No. 12/POJK.03/2021 Tentang Bank Umum, dan POJK No.13/POJK.03/2021 Tentang Penyelengaraan Produk Bank Umum. POJK mengenai bank umum ini merupakan akomodasi dari OJK terhadap perkembangan bank digital.

    “Pada dasarnya, POJK ini mempertegas pengertian bank digital, yaitu bank yang saat ini melakukan digitalisasi produk dan layanan ataupun mendirikan layanan bank baru yang langsung digital banking. Selanjutnya mengenai POJK tentang penyelenggaraan produk bank umum, di dalamnya merupakan kebijakan mengenai produk bank umum termasuk klasifikasi produk yang menjadi produk bank dasar dan juga produk bank lanjutan,” urai Direktur Penelitian Bank Umum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mohamad Miftah, dalam konferensi virtual pada Jumat (20/8).

  • Bank

    OJK optimistis melanjutkan momentum pertumbuhan ekonomi

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 yang bertema Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. Ketua Dewan Komisioner OJK mengatakan tema ini menyiratkan bahwa dengan nilai-nilai ketangguhan, semangat pantang menyerah, dan semangat persatuan, maka Indonesia akan semakin berdaya tahan kuat dalam menghadapi berbagai hambatan, tantangan dan gangguan sehingga mampu meraih masa depan Indonesia yang terus maju dan terus tumbuh.

    Wimboh bilang, semangat optimisme yang menyatu dalam energi kebangsaan penting dimiliki semua masyarakat terutama untuk berjuang menghadapi tantangan berat di masa pandemi Covid-19, sehingga mampu membuat perubahan yang luar biasa menuju perbaikan yang berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi di triwulan II-2021 yang meningkat sebesar 7,07% (YoY) merupakan bukti optimisme itu.

  • Bank

    Bank bersiap menerapkan ATMR terkait risiko operasional, bisa pengaruhi modal bank

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) makin gencar menguatkan permodalan perbankan. OJK pun merilis regulasi SEOJK No.6/SEOJK.03/2020 terkait perhitungan aset tertimbang menurut risiko (ATMR) untuk risiko operasional.

    Cakupan aturan baru ini menyasar seluruh bank umum konvensional secara individu dan konsolidasi. Artinya belum berlaku bagi perbankan umum syariah. 

    Kebijakan ini, nantinya akan mempengaruhi penghitungan rasio kecukupan modal minimum (KPPM) atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan. Oleh sebab itu, perbankan harus mengkalkulasi Komponen Indikator Bisnis (KIB) dan Faktor Pengali Kerugian Internal (FPKI) guna menghitung Modal Minimum Risiko Operasional (MMRO).

  • Bank

    Transformasi Digital Banking Berhasil Dorong Kinerja BSI

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meskipun belum lama terlahir, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil mencetak kinerja yang positif. 

    Selama semester I-2021, laba bersih BSI mencapai Rp 1,48 triliun atau naik 34,29% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba diikuti pertumbuhan jumlah pengguna mobile banking yang signifikan, yaitu menembus 2,5 juta pengguna.

    Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, kenaikan laba pada semester I tahun ini dipicu oleh pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) yang berkualitas, sehingga biaya dana dapat ditekan.

    “Untuk meningkatkan kinerja, pada tahun ini BSI fokus untuk menjaga kualitas pembiayaan dan memanage coverage ratio dengan tetap mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan akselerasi kapasitas digital dan operasional,” kata Hery.

  • Bank

    Optimistis target laba tercapai, Bank Syariah Indonesia tak merevisi RBB tahun ini

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tidak akan merevisi rencana bisnis bank (RBB) perseroan tahun ini meskipun kebijakan PPKM menjadi tantangan saat ini dalam menyalurkan pembiayaan. Perseroan optimistis profitabilitasnya masih akan tumbuh baik pada semester II seperti hal dengan capaian di paruh pertama. 

    Bank berkode saham BRIS ini menargetkan laba bersih sekitar Rp 2,9 triliun- Rp 3 triliun. Target itu optimistis bisa dicapai mengingat perseroan sudah mengantongi Rp 1,48 triliun pada semester I atau tumbuh 34,29% year on year (yoy).

    “Juni-Juli, kami diminta regulator untuk kemungkinan merevisi RBB baik ke atas maupun ke bawah. Kami sepakat tidak perlu mengubah RBB. Memang PPKM akan mengganggu fungsi intermediasi yang sudah mulai positif pada Mei. Namun, mudah-mudahan  kebijakan ini tidak berlangsung lama,” kata Hery Gunardi Direktur Utama BSI dalam konferensi pers, Jumat (30/7).

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image