Bank

Informasi Seputar Bank

  • Bank

    Hati-hati, penjahat siber menyasar celah keamanan QR Code, begini cara mencegahnya

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saat ini penggunaan kode QR untuk segala hal. Mulai dari membuka situs web, mengunduh aplikasi, mengumpulkan poin program loyalitas, melakukan pembayaran dan mentransfer uang atau amal. Untuk sektor keuangan di Indonsia dikenal dengan  Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). QRIS menjadi andalan transaksi di kala pandemi.

    Teknologi yang mudah untuk diakses dan praktis ini memberikan kenyamanan bagi banyak orang. Termasuk bagi pelaku kejahatan siber. Kita tidak bisa begitu saja membaca kode QR atau memeriksa proses pemindaia. Pengguna hanya mengandalkan integritas pembuat.

    Dalam rilis awal pekan ini, perusahaan keamanan siber, Kaspersky memperingatkan, kode QR yang dibuat oleh pelaku kejahatan siber mungkin mengarah ke situs phishing yang terlihat seperti halaman login jaringan sosial atau bank online.

  • Bank

    Kapan kartu debit magnetik BNI diblokir? Ini informasinya

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Terkait penggunaan kartu debit berbasis magnetic stripe, berbagai bank di Indonesia sudah menentukan batas waktunya. Hal ini selaras dengan aturan Bank Indonesia (BI), yang mewajibkan penggunaan kartu debit berbasis cip pada akhir 2021. 

    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI pada Februari lalu menyatakan, nasabah diberikan waktu untuk menukar kartu debit magnetik menjadi kartu debit cip hingga April 2021. 

    Jika sampai dengan batas waktu tersebut belum dikonversi ke kartu cip, maka BNI dapat melakukan pemblokiran atau penonaktifan kartu debit tersebut. 

    Namun, Sekretaris Perusahaan BNI Mucharom mengatakan, penonaktifan baru diberlakukan bagi kartu debit magnetik yang sudah berakhir masa berlakunya sebelum tanggal 30 April 2021. 

  • Bank

    Makin ramai, bank hingga fintech kolaborasi berebut pasar digital

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pandemi Covid-19 yang sudah terjadi sejak tahun lalu membuat industri keuangan bergerak maju dan terus mengoptimalkan layanan serta teknologi digital. Terlebih pandemi ini membuat budaya transaksi masyarakat bergeser ke arah non konvensional alias digital. 

    Kondisi ini pula yang membuat perbankan berlomba untuk memperkuat teknologi, dengan maksud menjaring nasabah dengan lebih efisien. Apalagi, saat ini persaingan semakin ketat dengan telah dikeluarkannya aturan main oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pembentukan bank digital. 

    Di samping itu, ketatnya persaingan juga dimeriahkan dengan semakin ekspansifnya perusahaan teknologi finansial maupun dompet elektronik ke ranah pembiayaan. Mulai dari peer to peer lending hingga fitur pay later yang mulai disematkan beberapa penyedia layanan pembayaran digital.

    Hal semacam ini yang memicu bank untuk berlari lebih kencang untuk meluncurkan layanan digital. PT Bank Jago Tbk misalnya yang telah meluncurkan aplikasi pengelola keuangan digital bertajuk Jago Apps per kamis (15/4). 

  • Bank

    Pembiayaan bank syariah tumbuh pada kuartal pertama 2021

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bisnis pembiayaan bank syariah mulai tumbuh di kuartal pertama 2021. Sejumlah bank yang menerapkan prinsip syariah menyatakan terjadi pertumbuhan dalam tiga bulan pertama. 

    PT Bank BCA Syariah mencatatkan penyaluran pembiayaan meningkat 2,8% secara tahunan hingga Maret 2021. Direktur Utama BCA Syariah John Kosasih menyatakan berkat kinerja pembiayaan, aset perusahaan ikut meningkat 9,9% yoy.

    “Sektornya ada beberapa di infrastruktur, perkebunan, perdagangan juga, farmasi dan kimia, logistik, transportasi juga. Pertumbuhan pembiayaan di 2021, kami proyeksikan di 3% hingga 8%,” ujar John kepada Kontan.co.id.

    Meski sudah bertumbuh pada kuartal pertama, John melihat permintaan pembiayaan menurut belum terlalu tinggi. Kendatipun sudah ada sinyal yang prospek seperti jumlah terkonfirmasi Covid-19 turun drastis begitupun jumlah penduduk yang divaksin meningkat terus.

  • Bank

    Jadwal dan Tempat Penukaran Uang Baru untuk Lebaran 2021

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Bank Indonesia (BI) menyatakan masyarakat bisa segera melakukan penukaran uang baru untuk periode Ramadan dan Lebaran 2021. Layanan penukaran uang baru ini dimulai pada 12 April 2021 sampai dengan 11 Mei 2021.

    “Untuk layanan kas Ramadan Lebaran kami mulai dari 12 April 2021-11 Mei 2021 atau H-2 Lebaran, itu sudah kami buka untuk penukaran uang termasuk di perbankan, kita lihat secara historical biasanya H-2 minggu sebelum Lebaran penukaran banyak dilakukan masyarakat khususnya di bank,” terang Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim dalam acara Kesiapan Sistem Pembayaran pada Ramadan dan Idulfitri 1442 H, Rabu (14/4).

    Seperti tahun lalu, kata dia, bank sentral tidak membuka layanan penukaran secara individu. Sebagai gantinya, BI hanya membuka layanan penukaran uang secara wholesale kepada perbankan, lembaga, instansi, korporasi, Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

  • Bank

    Sejumlah bank besar telah mengajukan lisensi bank digital ke OJK

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Era bank digital di depan mata. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, beberapa bank kelas kakap telah mengajukan izin menggarap bank digital.

    “Sebetulnya sudah banyak yang mengajukan, karena melayani secara digital itu telah menjadi keharusan. Kalau bank tidak siap maka akan ditinggalkan oleh nasabah,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK  Heru Kristiyana secara virtual pada Kamis (8/4).

    Kata Heru, dari 107 bank umum, OJK melihat bank-bank besar telah mentransformasi diri agar bisa memberikan layanan digital. Ada juga beberapa bank kelas menengah-kecil yang sudah meminta izin untuk berikan layanan digital.

    “Kalau kita sebut itu ada Bank Jago, Bank Digital BCA, Bank Net Syariah. Saya kira, dengan kemampuan mereka sudah menyadari bahwa mereka harus beralih ke digital, saya gembira. Artinya bank kita akan beri layanan semakin efisien dan pelayanan lebih baik,” kata Heru.

  • Bank

    Kerahasiaan data nasabah harus diatur di era bank digital

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Era bank digital atau neobank di Tanah Air sudah di depan mata. Sejumlah bank sudah mengajukan perizinan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan konversi menjadi bank digital meskipun aturan cara mainnya belum ada.

    Sebelum semakin besar, regulator sudah mulai mempersiapkan aturan yang akan jadi payung hukum bagi para pemain bank digital. Salah satu tantangan terbesar yang mesti diperhatikan sejak awal adalah keamanan data nasabah karena dengan menjadi bank digital maka semua transaksi nasabahnya akan dilakukan secara online.

    OJK menargetkan aturan bank digital itu akan terbit pada paruh pertama ini dan saat ini sudah masuk dalam proses rule making rule atau permintaan tanggapan dari pelaku industri.

  • Bank

    Waspada Skimming, BRI Bagikan Tips Aman Transaksi Perbankan

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Kondisi pandemi yang tak menentu seharusnya diikuti oleh kewaspadaan tinggi dalam antisipasi berbagai tindak kejahatan, terlebih di sektor perbankan yang saat ini semakin dibutuhkan.

    Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo mengimbau para nasabah untuk berhati-hati terhadap segala modus penipuan yang mengatasnamakan BRI. Ia pun memberi sejumlah tips agar nasabah tetap dapat bertransaksi secara cepat, aman, dan nyaman.

    Untuk pengguna internet banking atau m-banking dianjurkan selalu menjaga kerahasiaan username dan password, serta menggantinya secara berkala. Hal yang sama berlaku untuk mToken BRI.

    “Dalam melakukan komunikasi terhadap nasabah, BRI tidak pernah meminta PIN ataupun mToken kepada nasabahnya,” kata Indra dengan tegas.

  • Bank

    BI Bakal Edarkan Uang Digital

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa bank sentral akan menerbitkan mata uang digital. Saat ini, perumusan bank sentral mata uang digital masih dilakukan.

    Pernyataan itu dilontarkan Perry untuk menanggapi pertanyaan Pendiri CT Corp Chairul Tanjung terkait uang kripto dalam CNBC Economic Outlook 2021, Kamis (25/2).

    “Kami sedang rumuskan yang nanti kemudian BI akan terbitkan central bank digital currency,” ujar Perry.

    Perry mengungkapkan uang digital itu nantinya akan diedarkan bersama bank dan fintech secara wholesale maupun retail.

  • Bank

    Ini peluang dan tantangan perbankan syariah pasca merger menurut OJK

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

    Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK menjelaskan, Indonesia memiliki populasi 87% atau setara 230 juta penduduk, penduduk Indonesia terdiri dari 56,7% penduduk perkotaan dan 43,3% tinggal di pedesaan, pertumbuhan ekonomi Syariah yang tinggi dimana tahun 2019, dan pertumbuhan ekonomi Syariah tercatat sebesar 5,72% (PDB nasional saat itu yang 5,02%).

    Selain itu, semakin meningkatnya industri halal Indonesia dimana pada tahun 2020, nilai perdagangan industri halal Indonesia telah mencapai US$ 3 miliar dengan tren yang meningkat.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image