Bank

Informasi Seputar Bank

  • Bank

    Waspada Skimming, BRI Bagikan Tips Aman Transaksi Perbankan

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Kondisi pandemi yang tak menentu seharusnya diikuti oleh kewaspadaan tinggi dalam antisipasi berbagai tindak kejahatan, terlebih di sektor perbankan yang saat ini semakin dibutuhkan.

    Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo mengimbau para nasabah untuk berhati-hati terhadap segala modus penipuan yang mengatasnamakan BRI. Ia pun memberi sejumlah tips agar nasabah tetap dapat bertransaksi secara cepat, aman, dan nyaman.

    Untuk pengguna internet banking atau m-banking dianjurkan selalu menjaga kerahasiaan username dan password, serta menggantinya secara berkala. Hal yang sama berlaku untuk mToken BRI.

    “Dalam melakukan komunikasi terhadap nasabah, BRI tidak pernah meminta PIN ataupun mToken kepada nasabahnya,” kata Indra dengan tegas.

  • Bank

    BI Bakal Edarkan Uang Digital

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa bank sentral akan menerbitkan mata uang digital. Saat ini, perumusan bank sentral mata uang digital masih dilakukan.

    Pernyataan itu dilontarkan Perry untuk menanggapi pertanyaan Pendiri CT Corp Chairul Tanjung terkait uang kripto dalam CNBC Economic Outlook 2021, Kamis (25/2).

    “Kami sedang rumuskan yang nanti kemudian BI akan terbitkan central bank digital currency,” ujar Perry.

    Perry mengungkapkan uang digital itu nantinya akan diedarkan bersama bank dan fintech secara wholesale maupun retail.

  • Bank

    Ini peluang dan tantangan perbankan syariah pasca merger menurut OJK

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

    Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK menjelaskan, Indonesia memiliki populasi 87% atau setara 230 juta penduduk, penduduk Indonesia terdiri dari 56,7% penduduk perkotaan dan 43,3% tinggal di pedesaan, pertumbuhan ekonomi Syariah yang tinggi dimana tahun 2019, dan pertumbuhan ekonomi Syariah tercatat sebesar 5,72% (PDB nasional saat itu yang 5,02%).

    Selain itu, semakin meningkatnya industri halal Indonesia dimana pada tahun 2020, nilai perdagangan industri halal Indonesia telah mencapai US$ 3 miliar dengan tren yang meningkat.

  • Bank,  Ekonomi Syariah

    Ini strategi Bank Syariah Indonesia mengejar Malaysia, masuk 10 bank besar di global

    KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Meski tertinggal dengan Malaysia, Menteri Badan Usaha Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) akan berupaya keras mengejar target masuk 10 besar bank syariah dunia di tahun 2025.

    Ini artinya, bank syariah hasil penggabungan usaha bank syariah milik pemerintah yakni BNI Syariah, BRI Syariah serta Bank Mandiri Syariah hanya punya waktu 4 tahun untuk mengejar target tersebut. 

    Saat ini, bank syariah terbesar dunia adalah Al Rajhi Bank (Arab Saudi) dengan aset Rp 1.370 triliun. Di posisi kedua Dubai Islamic Bank dengan aset Rp 847 triliun, Ketiga Kuawai Finance dengan aset Rp 819 triliun, keempat Maybank Islamic dengan aset Rp 762 triliun.

    Urutan kelima adalah  Qatar Islamic Bank (Qatar) dengan aset Rp593 triliun. Lalu, keenam, Abu Dhabi Islamic Bank (UEA) dengan aset Rp 480 triliun.

  • Bank,  UKM

    BI targetkan 12 juta UMKM terhubung dengan QRIS

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) telah melakukan digitalisasi sistem pembayaran untuk mendigitalkan UMKM, termasuk memudahkan cara pembayaran dengan memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, ke depan pihaknya mengajak perbankan untuk meningkatkan merchant yang tersambung QRIS hingga 12 juta atau dua kali lipat dari capaian di tahun 2020.

    “Tahun lalu kita sudah menyambungkan 5,8 juta merchant secara nasional dan hampir semuanya UMKM,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Senin (11/1) via video conference.

  • Bank

    BI proyeksikan inflasi Desember 2020 sebesar 0,36% secara bulanan

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia memprediksi akan terjadi inflasi pada Desember 2020. Berdasarkan survei pemantaian harga pada  minggu ketiga Desember 2020, Bank Indonesia memproyeksikan inflasi Desember sebesar 0,36% secara bulanan (mom). 

    “Dengan perkembangan tersebut maka perkiraan inflasi tahun 2020 sebesar 1,60% yoy,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Jumat (18/12). 

    Erwin mengatakan penyumbang utama inflasi yakni berasal dari cabai merah sebesar 0,08% mom, telur ayam ras sebesar 0,06% mom, cabai rawit sebesar 0,04% mom, tomat sebesar 0,03% mom, daging ayam ras sebesar 0,02% mom, minyak goreng, jeruk, wortel, serta tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01% mom. 

  • Bank

    Tip Menabung Aman Anti Kebobolan di Bank

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Kasus pembobolan dana nasabah di bank kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah atlet e-Sport dengan uang tabungan senilai Rp20 miliar. Meski belum jelas bagaimana modus pembobolan terjadi, namun kasus ini diduga karena kelalaian pemilik rekening.

    Sehingga, kewaspadaan dalam menjaga tabungan di bank penting dilakukan dan tak semata hanya mengandalkan bank meski sistem keamanannya sudah canggih.

    Berikut tips menyimpan uang di bank agar tidak kebobolan.

  • Bank

    Optimalkan Dana PEN, Bank Mandiri Fokus Garap Sektor Pendukung Padat Karya dan Ketahanan Pangan

    Bisnis.com, BANTEN – Bank Mandiri berkomitmen untuk mengoptimalkan dana penempatan pemerintah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari dampak pandemi covid-19. Untuk itu, Bank Mandiri telah menyiapkan rencana penyaluran kredit (pipeline) secara sektoral dengan fokus pada usaha-usaha yang mendukung penyerapan tenaga kerja dan ketahanan pangan.

    Berdasarkan PMK 70/2020, pemerintah menempatkan uang negara di bank-bank Himbara untuk disalurkan sebagai kredit produktif, khususnya kepada segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dengan target penyaluran hingga tiga kali lipat. Adapun penempatan dana tersebut di Bank Mandiri adalah sebesar Rp10 triliun, dengan rencana alokasi penyaluran sebesar Rp20 triliun untuk segmen UMKM dan Rp10 triliun pada segmen wholesale.

  • Bank

    OJK: Beleid peningkatan modal bank segera terbit

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah situasi yang tak kondusif akibat penyebaran virus corona, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong terbitnya ketentuan soal peningkatan modal minimum bagi perbankan.

    Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 1 OJK Teguh Supangkat mengatakan, beleid ini akan segera terbit dalam waktu dekat. Sayang ia enggan merincinya.

    Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot bilang saat ini rancangan beleid sudah berada di Kementerian Hukum dan HAM. “Saat ini masih proses harmonisasi di Kemenkumham,” katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (18/3).

    Asal tahu saja, dalam ketentuan baru ini, OJK bakal menetapkan modal minimum bank umum minimum Rp 1 triliun. Secara bertahap batas minimum ini bakal ditingkatkan menjadi Rp 2 triliun pada 2021, dan Rp 3 triliun pada 2022.

  • Bank

    Makin canggih, bank besar dan syariah kini sudah bisa buka rekening secara digital

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tren teknologi dan digital yang semakin marak membuat industri perbankan semakin gencar mengembangkan produk berbasis teknologi. Salah satunya yakni pembukaan rekening secara digital maupun daring. Selain untuk menjaga efisiensi, cara ini juga terbukti ampuh dalam upaya menjaring nasabah baru, khususnya dari segmen milenial.

    PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang punya pendekatan berbeda dengan bank pada umumnya yang memberikan layanan pembukaan rekening secara daring. Pemimpin Divisi Pengelola Jaringan BNI, Anang Fauzi menyebut pihaknya menyediakan layanan pembukaan rekening melalui mesin BNI Self Service Opening Account (Sonic).

    Sejak dirilis April 2019, bank berlogo 46 ini telah memiliki 33 mesin per akhir Januari 2020 yang tersebar di beberapa cabang BNI. 
    Menurut Anang, lewat pemanfaatan mesin tersebut pihaknya sudah berhasil menjaring sebanyak 14.500 nasabah baru per Januari 2020. Jumlah tersebut meningkat cukup deras dari akhir Desember 2019 lalu yang sebesar 13.190 rekening.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image