Artikel

Kumpulan Artikel, Makalah Seputar Dunia Akuntansi

  • Artikel

    RESUME AKUNTANSI FORENSIK & AUDIT INVESTIGATIF THEODORUS M. TUANAKOTTA (Edisi 2), Bag Pertama

    Pengantar Akuntansi Forensik

    Akuntansi Forensik adalah berbagai teknik akuntansi serta investigasi yang dipakai guna menemukan kecurangan dalam keuangan. Akuntansi forensik memakai keterampilan akuntansi, audit, serta investigasi dalam memeriksa keuangan individu ataupun bisnis. 

    Akuntansi Forensik dahulu digunakan untuk keperluan pembagian warisan atau pengungkapan motive pembunuhan. Bermula dari penerapan akuntansi dalam persoalan hukum, maka istilah yang dipakai adalah akuntansi (dan bukan audit) forensik. Perkembangan sampai dengan saat ini pun kadar akuntansi masih kelihatan. Misalnya dalam perhitungan ganti rugi dalam pengertian sengketa maupun kerugian akibat kasus korupsi atau secara sederhana akuntansi forensik menangani fraud khususnya dalam pengertian corruption dan misappropriation of asset.

    Akuntansi forensik dapat diartikan penggunaan ilmu akuntansi untuk kepentingan hukum. Artinya, akuntansi yang dapat bertahan dalam kancah perseteruan selama proses pengadilan, atau dalam proses peninjauan judicial atau administratif.

  • Artikel

    ULASAN PERNYATAAN STANDARD AKUNTANSI KEUANGAN NO. 109(PSAK 109)

    Oleh :Tri Prasojo, Akt.
    Manager Operasional Kantor Jasa Akuntan ‘Andita Gunawan’ Tegal.

    Kita lanjutkan lagi ulasan tentang Akuntansi Zakat dan Wakaf. Pada tulisan yang lalu saya telah menjelaskan peranan zakat bagi umat islam yang mempunyai nilai yang sangat strategis untuk pembangunan kemaslahatan umat. Ada dua lembaga yang mengurus pengumpulan/menerima dan menyalurkan zakat yaitu Baznas dari pemerintah non struktural, dan dari prakarsa masyarakat yang mempunyai aktivitas dakwah, Pendidikan sosial dan kemaslahatan masyarakat yang di debut Lembaga Amil Zakat (LAZ). Kedua lembaga Baznas dan Laz disebut AMIL, merupakan organisasi pengelola zakat yang pembentukanya dimaksudkan mengumpulkan dan menyalurkan zakat dan infak/sedekah.

    Harus dibedakan dengan sebuah organisasi yang aktivitas utamanya bukan mengelola Zakat, akan tetapi ada unit kerja yang mengelola zakat. Misalkan sebuah Bank Syari’ah, ada unit yang mengelola zakat hal ini bukan disebut organisasi amil, karena tujuan utamanya bukan mengelola zakat, tujuan utamanya bank Syari’ah adalah bisnis perbankan ber basis Syari’ah. Mengapa hal ini penulis jelaskan demikian?. Fokus penulis yang akan di ulas adalah organisasi amil, karena metode pencatatan PSAK 109 hanya untuk organisasi amil. Sedangkan entitas Syari’ah yang tujuan utamanya bukan untuk menerima dan mengelola zakat dan infak/sedekah laporan keuanganya mengacu ke PSAK 101.

  • Artikel

    Sekapur Sirih Akuntansi Lembaga Zakat dan Wakaf

    Oleh : Tri Prasojo, Akt.
    Manager Operational Kantor Jasa Akuntan ‘Andita Gunawan’ Tegal.

    Zakat merupakan instrument yang sangat penting dan strategis dalam Islam. Zakat adalah RUKUN ISLAM ke tiga (Rukun Islam itu ada 5 yaitu, mengucapkan syahadat, mengerjakan salat, mengeluarkan zakat, mengerjakan puasa di bulan Ramadan, dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu).

    Untuk memasuki pintu gerbang pertama seseorang menganut ajaran islam, maka wajib mengucapkan dua kalimat syahadat, persaksian yang disebut dengan Syahadatain, yaitu: Ayshadu An-la ilaha illallah yang artinya saya bersaksi tiada tuhan selain Allah, Wa Ayshadu Anna Muhammada Rasulullah yang artinya dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Barulah mengerjakan Shalat, mengeluarkan zakat, puasa di bulan ramadhan, berhaji bagi yang mampu. RUKUN ISLAM status nya perintah WAJIB.

  • Artikel

    Aset Keuangan Syariah Tembus Rp1.836 T per Februari 2021

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mencatat total aset keuangan syariah Indonesia mencapai Rp1.836 triliun per Februari 2021. Angka tersebut meningkat dari posisi Desember 2020 yang sebesar Rp1.803 triliun.

    Meski demikian, market share keuangan syariah masih di angka 9,96 persen. Menurut Wimboh hal tersebut menunjukkan masih rendahnya penetrasi industri jasa keuangan syariah dibandingkan konvensional.

    “Jangan kita berbangga. Perlu lompatan yang dituangkan dalam roadmap. Untuk itu dalam strategi kita sangat clear bahwa road map akan mendorong lembaganya harus bisa berkompetisi,” ucap Wimboh dalam Sarasehan Industri Jasa Keuangan, Jumat (23/4).

    Wimboh menuturkan OJK juga telah merumuskan sejumlah strategi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah agar dapat bersaing dengan konvensional.

  • Artikel

    Mengukur Ancaman Ekonomi dari ‘Lockdown’ Virus Corona

    Jakarta, CNN Indonesia — Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia terus meluas. 

    Saat ini, setidaknya sudah ada 117 kasus positif di Tanah Air dengan delapan orang sembuh dan lima orang meninggal.

    Teranyar, virus sudah sampai ke kalangan pejabat negara. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif virus corona.

    Tak ingin kasus positif terus bertambah, pemerintah daerah hingga pusat pun mulai menerapkan kebijakan beraktivitas dan bekerja di rumah. Kebijakan mulai dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    “Dengan kondisi ini, saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” ucap Jokowi, akhir pekan lalu.

    Aktivitas sekolah hingga acara keagamaan banyak yang mulai dilakukan di rumah. Masyarakat mulai menjaga jarak dengan sesama hingga menjauhi pusat keramaian (self distancing).

  • Artikel

    Memaknai Utang untuk Kesejahteraan

    KONTAN.CO.ID – Kalau kita menengok ke belakang sejenak, masih terngiang dalam ingatan, sepanjang 2018 hingga menjelang pemilu dan pilpres, isu utang terus menggelinding bagai bola salju. Sebagian masyarakat berpandangan, utang kita tetap aman dan terkendali. Sementara sebagian lainnya menilai kondisi utang membahayakan. Fenomena itu tentunya tidak ada yang salah sepanjang dilengkapi argumen, bukan dilatarbelakangi sentimen.Tentunya, kita tidak bisa memaksakan satu pandangan bisa diterima satu sama lain karena terkadang masing-masing mempunyai perspektif yang berbeda. Untuk itu, kita perlu menarik polemik utang dalam sebuah diskusi dengan mengedepankan prinsip rasionalitas, objektifitas ,dan pendekatan yang holistik.

  • Artikel

    ASET TETAP (Bagian Kedua)

    Harga Pembelian

    Harga pembelian adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar dari imbalan lain yang diserahkan untuk memperoleh suatu aset tetap pada saat perolehan atau konstruksi. Dengan demikian, harga pembelian adalah jumlah yang dibayarkan untuk mendapatkan aset tetap, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan­potongan lain.

    Pada pembelian aset tetap secara tunai, mudah untuk menentukan harga pembelian. Namun jika pembayaran kasnya ditangguhkan, maka harga perolehan adalah harga tunai aset pada tanggal pembelian. Perbedaan antara nilai tunai dan pembayaran diakui sebagai beban bunga pada saat pembayaran dilakukan, kecuali biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi jika memenuhi pengaturan dan persyaratan dalam PSAK 26 Biaya Pinjaman.

  • Artikel

    ASET TETAP (Bagian Pertama)

    Tujuan Pembelajaran

    1. Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan dapat:
    2. Memahami sifat dan karakteristik aset tetap;
    3. Memahami pengakuan dan pengukuran aset tetap pada saat perolehan;
    4. Memahami pengukuran aset tetap setelah perolehan;
    5. Memahami sifat dan cara perhitungan penyusutan;
    6. Memahami model biaya dan model revaluasi;
    7. Mengaplikasikan model revaluasi jika terjadi kenaikan atau penurunan nilai wajar aset tetap;
    8. Menghitung penyusutan untuk aset tetap yang diukur dengan menggunakan metode revaluasi;
    9. Memahami akuntansi untuk penurunan nilai;
    10. Memahami akuntansi untuk penghentian pengakuan aset tetap; dan
    11. Mengimplementasikan pengungkapan yang tepat untuk aset tetap.

    Rujukan:

    • PSAK 16 (2014) Aset Tetap
    • PSAK 13 (2014) Properti Investasi
    • PSAK 26 (2014) Biaya Pinjaman
    • PSAK 48 (2014) Penurunan Nilai Aset
    • PSAK 58 (2014) Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan
    • PSAK 61 (2014) Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah
    • ISAK 25 (2011) Hak Atas Tanah
    • ISAK 27 (2014) Pengalihan Aset dari Pelanggan
    • Peraturan Bapepam dan LKNo.  VIIIG.7 Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik

    Aset tetap, atau dulu dikenal sebagai Aktiva Tetap, merupakan salah satu aset utama entitas, terutama yang bergerak dalam bidang manufaktur, utilitas, pertambangan dan mineral dan beberapa industri lainnya. Akuntansi tentang aset tetap diatur dalam PSAK 16 yang merupakan konvergensi dari IAS 16 Property Plant and Equipment. PSAK 16 telah direvisi sejak tahun 2007 dan mulai berlaku efektif bagi entitas untuk periode pelaporan dimulai 1 Januari 2008. Selanjutnya pada tahun 2011 dan 2014, DSAK-IAI melakukan revisi terbatas atas PSAK 16 untuk disesuaikan dengan IAS 16 yang juga mengalami beberapa penyesuaian sejalan dengan perubahan pada IAS lainnya.

  • Artikel

    PERSEDIAAN

    Tujuan Pembelajaran

    Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan dapat:

    1. Menjelaskan definisi dari persediaan
    2. Memahami permasalahan pokok akuntansi persediaan
    3. Membedakan antara metode pencatatan periodek dan perpetual
    4. Memahami dampak kesalahan akuntansi persediaan atas laporan keuangan
    5. Memahami biaya-biaya yang termasuk dalam komponen biaya perolehan persediaan
    6. Menjelaskan dan membandingkan asumsi arus biaya
    7. Memahami nilai realisasi bersih (NRB)/net realizable value (NRV) dan mengaplikasikan aturan yang terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih
    8. Memahami metode estimasi persediaan
    9. Membuat penyajian dan pengungkapan persediaan, dan
    10. Memahami perbedaan antara PSAK dan IFRS mengenai Persediaan

    Rujukan

    IAS 2 Inventory

    PSAK 14 (2014) Persediaan

    PSAK 26 (2014) Biaya Pinjaman

    Pendahuluan

    Dalam era globalisasi dan sangat pesatnya perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi, tampaknya ruang gerak dan waktu yang tersedia bagi

    dunia usaha menjadi semakin leluasa, tapi sebenarnya persaingan menjadi semakin ketat. Konsumen ditawarkan terlalu banyak pilihan barang dan jasa kebutuhan, dan juga berbagai barang dan jasa yang sebenarnya tak diperlukan dalam beragam jenis, tipe, corak, ukuran, kapasitas, kualitas, da nharga. Baik untuk kebutuhan sandang, pangan, pemmahan, transportasi, komunikasi, jasa perjalanan, pelayanan kesehatan, sampai ke dunia pendidikan dan kerohanian. Semua barang yang diperdagangkan atau digunakan dalam proses produksi atau pelayanan jasa adalah persediaan. Sumber daya (bahan, tenaga, pengetahuan, ruang, dana) semakin langka dan mahal. Sedangkan perkembangan teknologi dan selera konsumen yang sangat pesat menyebabkan barang cepat menjadi usang. Persaingan didunia usaha menjadi semakin tajam. Mulai dari pasar barang konfeksi, sepatu, handphone, personal computer, sampai keindustri otomotif.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image