Finansial

BI Catat Aliran Modal Asing Masuk Rp5,1 T dalam Sepekan

Jakarta, CNN Indonesia — 

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing tercatat beli bersih (net buy) sebesar Rp5,1 triliun dalam sepekan. Hal ini berdasarkan data transaksi 26 April-29 April 2021.

Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan aliran modal asing tercatat net buy di pasar surat berharga negara (SBN) sebesar Rp5,86 triliun. Namun, asing tercatat jual bersih (net sell) sebesar Rp760 miliar di pasar saham.

“Berdasarkan data transaksi 26 April – 29 April 2021, non residen di pasar keuangan domestik beli neto Rp5,10 triliun,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (1/5).

Sejak awal tahun, aliran modal asing tercatat net sell sebesar Rp2,85 triliun dari awal tahun hingga 8 April 2021.

Hal ini membuat tingkat premi risiko Credit Default Swaps (CDS) Indonesia lima tahun turun dari 77,39 basis poin (bps) per 23 April menjadi 76,00 bps di 29 April.

Sementara itu, tingkat imbal hasil (yield) SBN bertenor 10 tahun stabil di posisi 6,46 persen. Namun, yield surat utang AS US Treasury 10 tahun naik ke level 1,6 persen.

Sebelumnya, BI mencatat asing net sell sebesar Rp3,88 triliun pada 19 April-22 April. Terjadi aliran modal asing masuk ke instrumen SBN sebesar Rp4,68 triliun, namun terjadi aliran modal keluar sebesar Rp800 miliar di pasar saham.

Data Inflasi

Sementara itu, berdasarkan Survei Pemantauan Harga BI pada pekan terakhir April diperkirakan terjadi inflasi sebesar 0,18 persen secara bulanan (mtm). Sedangkan, proyeksi inflasi April 2021 secara tahun berjalan sebesar 0,63 persen (ytd) dan secara tahunan sebesar 1,47 persen (yoy).

Erwin mengatakan penyumbang utama inflasi April 2021 pekan ini yaitu komoditas daging ayam ras, jeruk, minyak goreng, daging sapi, dan emas perhiasan.

Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain cabai rawit, bawang merah, kangkung, bayam, beras, dan tomat.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu,” katanya.(ulf/chs)

Sumber: Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image