• Ekonomi Syariah

    Tingkatkan Edukasi, Bank Indonesia Gelar Festival Ekonomi Syariah

    SEMARANG, KOMPAS.com – Bank Indonesia kembali menggelar Festival Ekonomi Syariah (FESyar) untuk kawasan Pulau Jawa. FESyar yang baru digelar yang kedua kalinya ini akan dilaksanakan di Kota Semarang pada 2-4 Mei 2018. FESyar digelar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli pada ekonomi syariah. Pengembangan ekonomi syariah diharap tidak berhenti di satu kota tertentu, namun di semua wilayah sehingga jadi tumpuan ekonomi nasional. “Jadi, kita coba angkat kembali agar masyarakat makin peduli dan ada alternatif pembiayaan, tidak sekedar perbankan syariah atau konvensional, tapi ada alternatif lain,” ujar Kepala Bank Indoensia Perwakilan Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo, di Semarang, Senin (30/4/2018). Ponco menerangkan, ekonomi syariah saat ini terus berkembang tidak hanya identik dengan perbankan syariah. Konsep ekonomi syariah terus meluas ke berbagai model pembiayaan.

  • Makro

    Rupiah giliran menunggu aksi pemerintah

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) diperkirakan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis point (bps) ke level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) tambahan atau insidentil pada Rabu (30/5). Kenaikan ini menjadi yang kedua setelah sebelumnya BI juga menaikkan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 bps.

    Namun kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan BI untuk stabilisasi pasar keuangan, tidak akan menjadi obat kuat jangka panjang jika tidak didukung oleh kebijakan fiskal pemerintah.

    Kini pelaku pasar menunggu langkah lanjutan pemerintah. Pasalnya, akar masalah ekonomi Indonesia adalah ketergantungan dana asing, serta neraca pembayaran Indonesia (NPI) yang tak sehat akibat pembengkakan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

  • Makro

    Menyimak Strategi Pemerintah Hadapi Tantangan Ekonomi Global

    JAKARTA, KOMPAS.com—Berbagai dinamika global yang dipengaruhi oleh kondisi di Amerika Serikat menyebabkan gejolak tersendiri terhadap perekonomian negara lain, baik negara maju maupun negara berkembang. Indonesia, sebagai salah satu yang terkena dampaknya, disebut memerlukan amunisi alias strategi berupa bauran kebijakan untuk menghadapi tekanan eksternal. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, serta Kementerian BUMN telah berkoordinasi dan membuat kesepakatan berupa arah kebijakan bersama.

    Fokus utama bauran kebijakan tersebut adalah memprioritaskan stabilisasi kondisi ekonomi jangka pendek dengan tetap mendorong pertumbuhan jangka menengah dan panjang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution melalui konferensi pers di Kementerian Keuangan pada Senin (28/5/2018) pertama-tama menyampaikan, Indonesia sudah memiliki ketahanan menghadapi tekanan eksternal melalui kondisi ekonomi yang baik. Indikator makroekonomi per kuartal I/2018, ujar Darmin, mendukung pernyataan tersebut, yaitu berupa pertumbuhan ekonomi 5,06 persen, pertumbuhan penerimaan perpajakan 14,9 persen, defisit APBN 0,37 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta keseimbangan primer yang surplus Rp 24,2 triliun.

  • Makro

    Begini Ketentuan Perhitungan Besaran THR untuk Pekerja

    JAKARTA, KOMPAS.com—Ketentuan mengenai tunjangan hari raya ( THR) tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, setiap perusahaan wajib membayarkan tunjangan hari raya (THR) para pekerjanya maksimal satu minggu sebelum hari raya. “Kami meminta seluruh dunia usaha untuk mematuhi ketentuan mengenai pembayaran THR ini sebagaimana yang sudah diputuskan, yaitu paling lambat pembayaran THR dilaksanakan satu minggu sebelum hari H Lebaran,” ujar Hanif di Kantor Kemenaker, Jakarta, Senin (28/5/2018). Selain soal batas akhir pembayaran THR, peraturan menteri tersebut mengatur pula sejumlah rincian, salah satunya soal besaran THR.

  • Berita

    Acara Bazar IKASMA Tegal 27 Mei 2018

    Pelaksanaan Bazar Sembako Murah untuk kaum dhuafa dan yatim piatu dilaksanakan pada Ahad, 27 Mei 2018 depan Mesjid Agung Tegal oleh Ikasma SMA N 1 Kota Tegal. Acara ini dalam rangka memberikan motivasi dan perhatian kepada kaum dhuafa dan yatim piatu di bulan Ramadhan 1439 H. Alhamdulillah berjalan lancar dan sukses dibuka oleh Bapak Masfui DPRD Jawa Tengah.

  • Berita

    Server Down, Situs Bukalapak Tak Bisa Diakses

    TEMPO.CO, Jakarta – Server e-commerce Bukalapak sedang mengalami down pada hari ini, Senin, 25 Mei 2018. Tampilan situs Bukalapak.com hanya berwarna merah muda dengan tulisan “server maintenance dan mohon maaf server sedang dalam perbaikan”.

    Corporate Communications Manager Bukalapak Evi Andarini menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen terkait hal ini. “Untuk para konsumen, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya ketika dihubungi Tempo, Senin, 28 Mei 2018.

    Evi menjelaskan, akibat perbaikan server itu maka situs Bukalapak tidak dapat diakses. “Saat ini tim kami sedang bekerja keras untuk penanganan hal ini. Mohon menunggu dan silakan kamu melakukan percobaan secara berkala,” katanya.

  • OJK

    Perusahaan Pergadaian Terdaftar dan Berizin OJK per Mei 2018

    Link : PDF 1, PDF 2, PDF 3, PDF 4, PDF 5, PDF 6

    Pengawasan terhadap usaha pergadaian sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pergadaian bertujuan untuk menciptakan usaha pergadaian yang sehat, memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha pergadaian, dan perlindungan kepada konsumen.

    Sesuai peraturan tersebut, OJK mengimbau para pelaku usaha gadai untuk segera mendaftarkan usahanya sebelum 29 Juli 2018. Sebab, usaha pergadaian yang tidak terdaftar atau belum memiliki izin usaha akan dilakukan tindakan penertiban oleh otoritas penegak hukum.

    Perusahaan Pergadaian yang diatur dan diawasi oleh OJK adalah perusahaan pergadaian pemerintah, yakni PT Pegadaian (Persero), serta perusahaan pergadaian swasta. Hingga Mei 2018, Otoritas Jasa Keuangan telah memberikan izin usaha kepada 24 perusahaan pergadaian swasta.

    Berikut daftar lengkap perusahaan pergadaian yang terdaftar dan berizin OJK, serta tata cara pendaftaran perusahaan pergadaian.

    Informasi selengkapnya, silakan unduh file pdf terlampir.

    Source : Klik Disini

  • Ekonomi Syariah

    Ekonomi Syariah Perlu Didalangi Tren Digital

    Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –
    Berdasarkan publikasi Global Islamic Finance Report tahun 2016, Indonesia menempati posisi ke-9 sebagai negara yang memiliki aset keuangan syariah terbesar di dunia. Posisi pertama dipimpin oleh Arab Saudi, Iran, dan peringkat ketiga diisi Malaysia.

    Pemerhati ekonomi syariah, Dima Djani, menuturkan, jika dilihat dari jumlah populasi muslim yang signifikan, angka di atas bukanlah prestasi yang cukup membanggakan bagi Indonesia. Di sinilah kemudian pentingnya memupuk minat masyarakat lewat edukasi sistematis dan pendekatan yang sesuai dengan tren digital. Keberadaan perusahaan fintech penting untuk mendorong kinerja industri keuangan syariah di Indonesia.

    “Industri jasa keuangan syariah Indonesia jika dikombinasikan dengan teknologi dapat menjaring minat masyarakat untuk mengenal dan menggunakan jasa keuangan syariah, mulai dari produk perbankan hingga investasi berbasis syariah lewat platform digital,” urai Dima dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (22/5/2018).

  • Makro

    Tekanan eksternal masih melemahkan rupiah

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sentimen eksternal, terutama dari Amerika Serikat (AS), membuat mata uang Garuda sulit pulih dengan cepat. Akhir pekan lalu, kurs spot rupiah melemah 0,70% ke posisi Rp 13.157 per dollar AS.

    Kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) juga terkikis 0,23% menjadi Rp 14.107 per dollar AS. Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, kenaikan suku bunga BI pekan lalu belum berhasil mengangkat rupiah karena tekanan hebat dari eksternal.

    Secara global, indeks dollar AS juga masih terus menguat. Selain itu, yield obligasi pemerintah AS terus melambung hingga menembus 3,1%. “Faktor ini membatasi potensi penguatan rupiah,” kata dia, Jumat (18/5).

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image