• Berita

    Komoditas Emas Akan Jadi Primadona

    Bisnis.com, JAKARTA – Komoditas emas diyakini akan menjadi produk derivatif primadona pada tahun ini, di tengah ketidakpastian global yang belum mereda hingga sekarang dan tahun politik 2019.

    Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka Teddy Prasetya mengatakan, di RFB, emas masuk salah satu produk yang diminati untuk transaksi bilateral. Pada 2019 emas masih akan menjadi andalan perseroan untuk meningkatkan volume transaksi bilateral maupun multilateral.

    Menurutnya total volume target tahun ini diharapkan dapat menembus angka 1,5 juta lot yang terdiri atas 1,1 juta lot untuk volume transaksi bilateral, dan 400.000 volume transaksi multilateral.

  • Finansial

    BI Segera Rilis Aturan Rekening Khusus Simpanan DHE

    Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) segera merilis aturan terkait rekening khusus simpanan (RKS) devisa hasil ekspor (DHE) bagi eksportir. Saat ini, bank sentral sudah berkoordinasi dengan pemerintah dan perbankan.

    Beleid ini merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2019 tentang DHE dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 10 Januari 2019.

    Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan beleid akan berbentuk Peraturan Bank Indonesia (PBI). Namun, ia enggan menyebut secara rinci waktu rilis aturan mengenai rekening khusus simpanan tersebut, karena masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah.

  • Makro

    BI Catat Aliran Modal Asing Bulan Ini Tembus Rp19 Trilun

    Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing (capital inflow) ke Indonesia sejak awal tahun hingga Kamis (24/1) mencapai Rp19,2 triliun. Mayoritas dana masuk melalui pasar saham sebesar Rp12,07 triliun.

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan sisa aliran dana asing ditanamkan di Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi korporasi. Ia mengklaim realisasi ini ditopang oleh kepercayaan investor asing terhadap ekonomi dalam negeri.

    “Percaya terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi Indonesia, baik yang ditempuh pemerintah, BI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar Perry, Jumat (25/1).

  • Berita

    Putar Otak Atasi Defisit BPJS Kesehatan Tanpa Urun Biaya

    Jakarta, CNN Indonesia — Persoalan defisit anggaran masih membelit Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyatakan defisit anggaran BPJS Kesehatan dapat mencapai Rp10,98 triliun pada akhir tahun lalu.

    Penyakit tersebut membuat pemerintah dan manajemen BPJS Kesehatan memutar otak. Maklum, kalau terus dibiarkan, penyakit defisit keuangan dikhawatirkan akan mengganggu layanan kesehatan bagi masyarakat.

    Pemerintah sebenarnya sudah mengeluarkan banyak kebijakan, seperti memberikan suntikan modal hingga menggunakan pajak rokok dan memanfaatkan dana cukai hasil tembakau agar masalah defisit BPJS bisa diatasi.

    Terbaru, pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya dalam Program Jaminan Kesehatan berencana memberlakukan kebijakan urun biaya kepada masyarakat dalam membayar tagihan rumah sakit. Kebijakan ini diberlakukan terhadap jenis pelayanan kesehatan yang dapat menimbulkan penyalahgunaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-Kartu Indonesia Sehat (KIS).

  • Makro

    Menengok jurus jangka pendek pemerintah untuk dongkrak kinerja ekspor

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tahun ini, salah satu prioritas pemerintah dalam rangka memperbaiki neraca perdagangan dan mengurangi defisit transaksi berjalan ialah dengan menggenjot ekspor. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyusun strategi jangka pendek, menengah, dan panjang untuk memastikan perbaikan kinerja ekspor.

    Sepanjang 2018, neraca perdagangan Indonesia mencetak rekor defisit terdalam senilai US$ 8,57 miliar. Bagaimana tidak, secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januariā€“Desember 2018 mencapai US$ 180,06 miliar atau meningkat 6,65% secara tahunan (yoy). Namun, di saat yang sama, laju pertumbuhan impor melesat lebih tinggi hingga 20,15% yoy dengan nilai mencapai US$ 188,63 miliar.

  • Pajak

    Pemerintah Siapkan Aturan Kelonggaran Pajak untuk Devisa Hasil Ekspor

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menyiapkan beleid turunan dalam Peraturan Menteri Keuangan untuk mengatur insentif pelaksanaan penempatan devisa hasil ekspor Sumber Daya Alam.

    Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan aturan turunan tersebut rencananya segera terbit dalam sepekan ke depan.

    “Ada beberapa pelonggaran lagi di dalamnya. Misal, depositonya diperpanjang atau berpindah dari satu bank ke bank lain selama masih berada di dalam negeri boleh mendapat fasilitas yang sama,” ujarnya usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

  • Aktivitas

    MAD BKAD UPK Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal

    BKAD UPK Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal. melaksanakan Musyawarah Amanat Desa (MAD) BKAD UPK sebagai laporan pertanggungjawaban kepada masyarakat dengan dihadiri oleh Masyarakat, Muspika, Kabid Pengembangan Desa Dispermades Kab. Tegal Drs. Agung Nugroho, SE, dan Kantor Jasa Akuntansi Andita Gunawan. Dengan MAD masyarakat dan pihak-pihak terkait akan semakin mengetahui kinerja UPK dan pertanggungjawaban.

    Hasil laporan Prosedur yg disepakati KJA Andita Gunawan dengan UPK Kecamatan Margasari dilaporkan langsung dalam MAD. Sehingga atas pihak independen yang mendampingi, masyarakat tambah percaya dengan lembaga yang mengelolanya.

  • Finansial

    Kenaikan Harga BBM Bukan Jaminan Atasi Defisit


    Bisnis.com, JAKARTA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bukan jalan yang tepat untuk mengatasi defisit neraca perdagangan migas yang kuartal tiga lalu menyumbang pelebaran defisit transasksi berjalan di angka 3,37% dari PDB.

    Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan sensitivitas kenaikan harga BBM terhadap sangat rendah. Bahkan menurutnya hal itu justru membuat kontraksi terhadap ekonomi.

    “Apa yakin BBM naik, import BBM turun? Sensivitas kenaikan harga thd import BBM rendah,” kata Iskandar kepada Bisnis, Minggu (11/11/2018).

    Iskandar menjelaskan, saat ini ekonomi dunia termasuk Indonesia sedang diliputi oleh ketidakpastian global. International monetary fund (IMF) memperoyeksikan pertumbuhan ekonomi global hanya 3,7% atau turun dibandingkan proyeksi awal di angka 3,9%.

    “Dalam ketidapastian tersebut maka kebijakan paling optimal adalah memberdayakan ekonomi dalam negeri dengan mempertahankan daya beli masyarakat dengan tidak menaikkan harga BBM,” jelasnya.

  • Makro

    Cermati Tekornya Neraca Pembayaran dan Transaksi Berjalan

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar keuangan Indonesia ditutup variatif pekan lalu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah, sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) justru melaju kencang.

    Selama seminggu kemarin, IHSG melemah 0,54% secara point-to-point. Penyebabnya adalah koreksi yang sangat dalam pada perdagangan akhir pekan, mencapai 1,72%. Padahal sebelumnya IHSG mampu menguat selama 8 hari beruntun.

    Nasib rupiah lebih baik. Meski anjlok 1% pada perdagangan akhir pekan, tetapi secara mingguan rupiah masih menguat signifikan di hadapan greenback, yaitu 1,81%.

    Pekan lalu adalah memang penuh dengan sentimen positif, terutama di luar negeri, yang membuat IHSG dan rupiah bisa menjalani reli. Pertama, meredanya tensi perang dagang AS dan China. Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat untuk bertemu di sela-sela KTT G20 di Buenos Aires (Argentina) akhir bulan ini. Diharapkan pembicaraan ini bisa melahirkan solusi untuk mengakhiri perang dagang Washington-Beijing.

  • Makro

    Kebijakan Suku Bunga ECB Lemahkan Euro dan Bursa Eropa

    Jakarta, CNN Indonesia — Keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dan mengurangi pembelian obligasi tekan euro.

    Pada sesi perdagangan Senin (18/6) euro melemah 0,22 persen dibanding dolar Amerika, 0,21 persen terhadap dolar Kanada, 0,25 persen terhadap dolar Australia dan 1,67 persen terhadap real Brasil.

    Euro hanya berhasil menguat 0,18 persen dan 0,19 persen terhadap poundsterling Inggris dan Rubel Rusia.

    Sedangkan dengan mata uang Asia, euro melemah 0,12 persen terhadap rupee India, 0,23 persen terhadap baht Thailand, 0,24 persen terhadap dolar Hong Kong, 0,3 persen terhadap dolar Singapura, 0,32 persen terhadap renmimbi China, dan terhadap 0,33 persen dari yen Jepang.

    Terhadap mata uang Asia, euro hanya berhasil menguat 1,28 persen terhadap won Korea Selatan, 0,16 persen terhadap ringgit Malaysia, dan 0,1 persen terhadap peso Filipina.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tunedĀ 
close-image