• Bank

    Ini 20 jenis pecahan uang rupiah yang dicabut dan ditarik Bank Indonesia (BI)

    KONTAN.CO.ID –   JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencabut dan menarik 20 jenis pecahan Uang Rupiah Khusus (URK) Tahun Emisi 1970 – 1990 dari peredaran. Hal tersebut dilakukan terhitung sejak Senin (30/8). 

    Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, hal ini diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) no. 23/12/PBI/2021.  Dengan terbitnya beleid tersebut, maka terhitung sejak hari ini, URK tersebut tidak lagi berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Indonesia. 

    Erwin kemudian memerinci, URK yang dicabut dan ditarik dari peredaran antara lain:

  • Finansial

    Lawan pinjol ilegal dengan menggencarkan literasi keuangan

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Literasi keuangan salah satu faktor penting di era digital. Maka, Visa Indonesia memberikan literasi keuangan untuk perempuan  agar memiliki pemahaman manajemen keuangan yang lebih baik dan meraih kebebasan finansial.


    Setelah sempat terhenti pada tahun 2020 akibat pandemi, program ini diperluas. Tujuannya  dalam rangka memberdayakan pelaku perempuan UMKM  agar usaha mereka  dapat bertahan dan bertumbuh secara jangka panjang.

    “Semakin banyak masyarakat yang mulai menyadari pentingnya manajemen keuangan yang lebih baik, dan perlunya mendorong UMKM agar mampu go digital di era new normal ini,” ujar Presiden Direktur Visa Indonesia, Riko Abdurrahman paparan virtual, Kamis (26/8).

  • Bank

    Bank-bank digital menggelontorkan dana untuk IT dan SDM

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perbankan tengah berlomba mengembangkan segmen digital. Beberapa di antaranya bahkan terjun dan merambah bisnis bank digital. Sebagian bertransformasi seutuhnya menjadi digital, sebagian lainnya dibentuk menjadi anak perusahaan.

    Salah satunya adalah anak perusahaan PT Bank Central Asia (BCA), yaitu PT BCA Digital. Dalam menghadapi persaingan di era digitalisasi perbankan, BCA Digital menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terdiri dari mix-generations employees dengan beragam latar belakang industri, dan pengalaman di sepanjang karir mereka.

  • UKM

    Mengenal jejaring bisnis GoTo Finansial dalam memperkuat UMKM

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. GoTo terus memperkuat fundamental bisnisnya. Grup teknologi terbesar di Indonesia ini sedang giat mempercepat akselerasi layanan bisnis GoTo Finansial. Salah satu pilar bisnis GoTo selain Gojek dan Tokopedia itu fokus memberikan layanan keuangan dan solusi digital.

    Head of Merchant Platform Business GoTo Financial Novi Tandjung mengatakan, di dalam ekosistem GoTo Finansial ada tiga lini bisnis utama, yaitu  pembayaran non-tunai, contohnya GoPay dan payment gateway Midtrans; jaringan Point of Sales terdepan Moka dan Gobiz serta dukungan administrasi operasional dengan produk Selly dan Gobiz.

    Selama pandemi, transaksi mitra usaha di dalam lini bisnis GoTo Finansial yang bergabung dengan Midtrans, Selly, Moka, dan GoStore terus menunjukkan tren kenaikan. Sepanjang 2020, jumlah mitra usaha GoTo Financial meningkat hingga tiga kali lipat jika dibandingkan sebelum pandemi. Total transaksi juga meningkat hingga hampir enam kali lipat.

  • OJK,  UKM

    OJK dan BI berikan dukungan literasi keuangan bagi kaum perempuan dan UMKM

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pandemi memberikan dampak hingga ke multidimensi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan jika mengukur dari indeks pembangunan manusia, pandemi berdampak pada sisi kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.

    “Khususnya dari segi perempuan. Dalam skala global, ada survei yang mengatakan bahwa jika pandemi ini tidak dimitigasi dengan baik, bisa meluluhlantakkan perjuangan untuk mengatasi kesetaraan gender selama 25 tahun,” ujar Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kristrianti Puji Rahayu pada paparan virtual, Kamis (26/8).

    Dari sisi ekonomi, Puji menyatakan bahwa perempuan memegang peranan penting tetapi juga sangat tertentang terhadap pandemi Covid-19.

  • Pajak

    Hingga pertengahan Agustus 2021 realisasi insentif pajak mencapai Rp 51,97 triliun

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi insentif pajak sudah mencapai sebesar Rp 51,97 triliun hingga pertengahan Agustus 2021.

    “Insentif pajak ini masih kami berikan untuk mendorong sektor-sektor usaha untuk pulih kembali serta memiliki kekuatan,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA secara virtual, Rabu (25/8).

    Sri Mulyani memerinci, realisasi insentif pajak tersebut terdiri dari insentif dunia usaha yang tertuang dalam dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 9, yang mencapai Rp 50,24 triliun, insentif PMK Nomor 21 sebesar Rp 304,6 miliar, dan insentif PMK Nomor 31 sebesar Rp 1,43 triliun.

  • Pajak

    Kemenkeu perkirakan setoran pajak bakal tekor Rp 87,1 triliun dari target

    KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan pemerintah mulai awal Juli lalu, juga menekan kantong negara. Realisasi penerimaan pajak tahun ini, diperkirakan meleset dari target. Bahkan, selisih antara realisasi dengan target alias shortfall penerimaan pajak makin melebar.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, setoran pajak bakal tekor Rp 87,1 triliun dari target akhir tahun. Proyeksi ini melebar dari angka yang disampaikan Sri Mulyani pada Juli lalu sebesar Rp 53,3 triliun.

    Artinya, penerimaan pajak tahun 2021 diperkirakan hanya mampu mencapai Rp 1.142,5 triliun. Jumlah ini setara 92,9% dari target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar Rp 1.229,6 triliun.

  • Bank

    OJK tak akan beri label khusus bagi bank yang beroperasi sebagai bank digital

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan tidak akan memberi label khusus sebagai bank digital bagi perbankan yang menjalankan operasionalnya sebagai bank digital. 

    Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, pihaknya tidak mendikotomikan bank yang bertransformasi digital atau bank ingin didirikan digital sejak awal. 

    “Jadi OJK tidak akan memberi label khusus bagi bank sebagai bank digital. Biarkanlah masyarakat yang mencari sendiri bank mana yang beroperasi secara digital itu yang akan mereka gunakan,” kata Heru. 

    Seperti diketahui, saat ini ada sejumlah bank di Tanah Air yang sudah mengaku sebagai bank digital. Diantaranya Bank Jago, Bank MNC, Bank Aladin, Bank Line, BCA digital dan lain-lain. 

  • Bank

    POJK soal produk bank akan percepat transformasi digital perbankan

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perbankan di Tanah Air kini telah memiliki ruang untuk bisa menciptakan produk dan layanan yang lebih inovatif melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis aturan produk bank umum yang tertuang dalam POJK Nomor13/POJK.03/2021 tentang Penyelenggaraan Produk Bank Umum.

    Aturan ini menitikberatkan pada penguatan dalam perizinan dan penyelenggaraan produk bank dari semula menggunakan pendekatan modal inti menjadi pendekatan berbasis risiko.  Percepatan perizinan diberikan untuk membuka ruang inovasi dalam pemanfaatan teknologi informasi sehingga bank tetap dapat memiliki daya saing yang tinggi, namun tentunya dengan tetap memperhatikan aspek prudensial. 

  • Bank

    Berikut payung regulasi dari OJK terkait pengaturan transformasi digital perbankan

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perbankan tengah mendorong pengembangan digitalnya, terutama di masa pandemi Covid-19 yang mengubah pola perilaku masyarakat menjadi ke arah digital. Dalam hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan payung regulasi guna meng-cover pengaturan transformasi digital perbankan.

    Salah satunya yang terbaru adalah POJK No. 12/POJK.03/2021 Tentang Bank Umum, dan POJK No.13/POJK.03/2021 Tentang Penyelengaraan Produk Bank Umum. POJK mengenai bank umum ini merupakan akomodasi dari OJK terhadap perkembangan bank digital.

    “Pada dasarnya, POJK ini mempertegas pengertian bank digital, yaitu bank yang saat ini melakukan digitalisasi produk dan layanan ataupun mendirikan layanan bank baru yang langsung digital banking. Selanjutnya mengenai POJK tentang penyelenggaraan produk bank umum, di dalamnya merupakan kebijakan mengenai produk bank umum termasuk klasifikasi produk yang menjadi produk bank dasar dan juga produk bank lanjutan,” urai Direktur Penelitian Bank Umum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mohamad Miftah, dalam konferensi virtual pada Jumat (20/8).

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image