• Finansial

    Sikapi Pinjol Ilegal, OJK Bakal Terbitkan Aturan Baru

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menerbitkan aturan baru merespons keresahan masyarakat atas maraknya fintech lending atau pinjaman online (pinjol) ilegal.

    Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Riswinandi menjelaskan, regulasi tersebut merupakan pembaharuan dari POJK 77/2016 mengenai Fintech P2P Lending.

    Dia mengatakan, ada sejumlah hal yang menjadi perhatian OJK, terutama yang terkait permodalan, governance, manajemen risiko, perizinan, dan kelembagaan. Tak sampai di sana, literasi juga ikut diperkuat guna memberi pemahaman kepada masyarakat, sekaligus menghindari kerugian yang disebabkan pinjol ilegal.

  • Makro

    Ekonom: Target Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Sulit Tercapai

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Sejumlah ekonom sepakat target pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 yang ditetapkan pemerintah sulit tercapai. Sebelumnya, pemerintah mematok target laju ekonomi April-Juni 2021 di kisaran 7,1 persen-8,3 persen.

    Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan menuturkan lonjakan kasus covid-19 akan menghambat pencapaian target pertumbuhan ekonomi.

    “Target pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 diperkirakan sulit tercapai akibat lonjakan kasus positif covid-19,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (29/6).

    Lonjakan kasus covid-19 membuat pemerintah memperketat implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. Pingkan menuturkan kebijakan tersebut turut berdampak pada sejumlah sektor, salah satunya sektor ritel.

  • Finansial

    Meneropong Masa Depan Uang Kripto

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Investasi cryptocurrency atau uang kripto kini semakin digemari banyak kalangan di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Meski pengembangan teknologi yang mewadahi aset kripto atau blockchain telah berjalan selama puluhan tahun, namun koin kripto pertama dunia baru diperkenalkan pada 2009 yakni bitcoin.

    Setelah lebih dari satu dekade, kini ada ratusan bahkan ribuan jenis uang kripto. Walaupun tak bisa dipungkiri pesona bitcoin tetap nomor satu. Hal ini terlihat dari kapitalisasi pasar bitcoin sebesar US$591 miliar per 26 Juni 2021.

    Jumlah ini bahkan jauh di atas ethereum, uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua yakni sebesar US$208 miliar. Walau berbagai negara masih ‘belum yakin’ dengan kehadiran uang kripto, nampaknya pesona investasi uang tak berwujud fisik ini tak terbantahkan.

  • Bank

    Mata Uang Digital Tak Masuk Pengembangan Pasar BI 2025

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Bank Indonesia (BI) mengatakan mata uang digital bank sentral (central bank digital currency/ CBDC) belum masuk dalam Blueprint Pengembangan Pasar Uang (BPPU) 2025. Hal ini karena bank sentral masih mengkaji penerbitan CDBC.

    Blue print pasar uang ini adalah infrastruktur (pasar keuangan), masih dangkal, butuh pendalaman. CDBC ada di area yang berbeda,” ucap Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam diskusi virtual bersama media, Jumat (25/6).

    Menurut Erwin, CDBC merupakan inisiatif baru yang berkembang di global. Makanya, bank sentral masih harus melihatnya lebih detail.

    “Saat ini CDBC belum jadi bagian di dalam working group blue print pengembangan pasar uang dan sistem pembayaran,” jelas Erwin.

  • Makro

    Memahami Risiko Terburuk dari Tumpukan Utang RI

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) diramal mewariskan utang lebih dari Rp10 ribu triliun atau Rp10 kuadriliun di akhir kepemimpinannya. Proyeksi itu berangkat dari posisi utang yang ditanggung negara saat ini yang mencapai Rp8.670,66 triliun, terdiri dari utang pemerintah Rp6.527 triliun per akhir April 2020 dan utang BUMN yang mencapai Rp2.24,37 triliun per kuartal IV 2020.

    “Warisan utang Presiden Jokowi kepada presiden berikutnya bisa lebih dari Rp10 ribu triliun,” ujar Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J Rachbin dalam riset resmi.

    Menanggapi proyeksi tersebut, sejumlah ekonom sepakat bahwa utang Indonesia masuk kategori gawat alias lampu kuning. Untuk itu, pemerintah perlu sangat berhati-hati dalam pengelolaan utang lantaran risiko tumpukan utang mengintai RI.

    Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dzulfian Syafrian menuturkan skema terburuk dampak tumpukan utang adalah negara bangkrut apabila pemerintah gagal membayar utang tersebut.

  • Pajak

    Terkuak! Pemberian Rp 1,69 triliun insentif perpajakan tidak wajar

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melaporkan, terdapat Rp 1,69 triliun penyaluran insentif perpajakan belum dapat diyakini kewajarannya dan belum sesuai dengan ketentuan. Dana tersebut merupakan insentif yang diberikan pemerintah kepada wajib pajak (WP) dalam rangka penanggulangan pandemi virus corona.

    Adapun tahun lalu, realisasi insentif perpajakan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 sebesar Rp 56,12 triliun atau telah terserap 46,53% dari total pagu sejumlah Rp 120,61 triliun. Artinya, dugaan BPK atas kejanggalan penyaluran tersebut setara dengan 3,01% dari realisasi insentif perpajakan tahun lalu.

    Lebih lanjut, BPK RI dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2020 memerinci, setidaknya ada lima anomali penyaluran insentif perpajakan.

  • Makro

    BPK: Utang RI Melampaui Batas IMF

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mewanti-wanti pemerintah terkait peningkatan utang selama masa pandemi covid-19. Pasalnya, kerentanan utang Indonesia pada 2020 telah melampaui batas yang direkomendasikan Dana Moneter Internasional (IMF) dan/atau International Debt Relief (IDR).

    Hasil pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) 2020 menunjukkan rasio debt service terhadap penerimaan telah mencapai 46,77persen. 

    “Melampaui rekomendasi IMF sebesar 25-35 persen,” tulis BPK dalam ringkasan eksekutif LHP LKPP 2020 dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (23/6).

    Selain itu, rasio pembayaran bunga terhadap penerimaan telah mencapai 19,06 persen, melampaui rekomendasi IDR sebesar 7-10 persen.

  • Makro

    Berikut faktor yang mempengaruhi perkembangan uang beredar (M2) pada Mei 2021

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Mei 2021. 

    Bank Indonesia (BI) mencatat M2 pada Mei sebesar Rp 6.994,9 triliun atau naik dari posisi bulan April 2021 yang sebesar 6.957,3 triliun. 

    “Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, perkembangan M2 pada Mei 2021 terutama dipengaruhi oleh perlambatan aktiva luar negeri bersih,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam laporannya, Selasa (22/6). 

    Ia merinci, aktiva luar negeri bersih pada Mei 2021 tumbuh 6,4% yoy atau lebih rendah dibandingkan pertumbuhan April 2021 yang mencapai 10,7% yoy. 

  • Artikel

    RESUME AKUNTANSI FORENSIK & AUDIT INVESTIGATIF THEODORUS M. TUANAKOTTA (Edisi 2), Bag Pertama

    Pengantar Akuntansi Forensik

    Akuntansi Forensik adalah berbagai teknik akuntansi serta investigasi yang dipakai guna menemukan kecurangan dalam keuangan. Akuntansi forensik memakai keterampilan akuntansi, audit, serta investigasi dalam memeriksa keuangan individu ataupun bisnis. 

    Akuntansi Forensik dahulu digunakan untuk keperluan pembagian warisan atau pengungkapan motive pembunuhan. Bermula dari penerapan akuntansi dalam persoalan hukum, maka istilah yang dipakai adalah akuntansi (dan bukan audit) forensik. Perkembangan sampai dengan saat ini pun kadar akuntansi masih kelihatan. Misalnya dalam perhitungan ganti rugi dalam pengertian sengketa maupun kerugian akibat kasus korupsi atau secara sederhana akuntansi forensik menangani fraud khususnya dalam pengertian corruption dan misappropriation of asset.

    Akuntansi forensik dapat diartikan penggunaan ilmu akuntansi untuk kepentingan hukum. Artinya, akuntansi yang dapat bertahan dalam kancah perseteruan selama proses pengadilan, atau dalam proses peninjauan judicial atau administratif.

  • Makro

    RI Utang Rp24,6 Triliun dari Bank Dunia Sepekan Terakhir

    Jakarta, CNN Indonesia — 

    Indonesia mengantongi utang sekitar US$1,7 miliar dolar atau setara Rp24,6 triliun (kurs Rp14.489 per dolar AS) dari Bank Dunia dalam sepekan terakhir.

    Utang tersebut digelontorkan bertahap untuk mendukung tiga program pemerintah. Pertama, sebesar US$400 juta untuk mendukung reformasi demi memperdalam, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat ketahanan sektor keuangan pada 11 Juni 2021.

    Kedua, sebesar US$800 juta untuk mendanai reformasi kebijakan investasi dan perdagangan, serta membantu percepatan pemulihan ekonomi pada 16 Juni 2021. Ketiga, US$500 juta untuk program penanganan pandemi covid-19, termasuk penguatan sistem kesehatan dan program vaksinasi gratis dari pemerintah pada 19 Juni lalu.

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image