• Berita

    Sepanjang 2021, realisasi insentif BPUM sudah capai Rp 11,76 triliun

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sampai dengan 23 Juli 2021 sebesar Rp 11,76 triliun. Dana tersebut telah disalurkan kepada 9,8 juta penerima.

    Secara berurutan, pemberian uang tunai sebesar Rp 1,2 juta per usaha mikro tersebut telah diterima paling banyak oleh pedagang eceran, penyediaan makanan dan minuman, industri makanan dan minuman, serta pertanian, kehutanan, peternakan, dan perikanan.

    Kemudian, industri tekstil, pakaian jadi, dan kulit, reparasi telepon seluler dan jual pulsa, reparasi atau perawatan mobil dan sepeda motor, jasa binatu, salon dan pangkas rambut, dan usaha kecil lainnya.

    “Kalau kami lihat mereka yang mendapatkan mayoritas adalah pedagang eceran penjual makanan dan minuman, penjual roti, penjual kue basah, warung makanan, dan para pedagang keliling, keripik peyek, dan sejenisnya. Dan sekarang kita akan menambah target empat juta pesertanya,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati belum lama ini.

  • UKM

    Pemerintah kucurkan Rp 15,3 triliun untuk banpres produktif usaha mikro

    KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Presiden Joko Widodo menyatakan, pemerintah akan memberikan Bantuan Presiden (banpres) Produktif usaha mikro tahun 2021.

    “Untuk tahun 2021 yang akan dibagikan untuk Banpres produktif ini adalah Rp 15,3 triliun yang dibagikan kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil yang ada di seluruh tanah air dan mulai dibagikan pada hari ini. Kita berharap ini bisa membantu mendorong ekonomi kita semuanya,” ujar Jokowi dipantau dari Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (30/7).

    Jokowi mengimbau semua pelaku usaha mikro untuk tetap menjalankan usahanya dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan yang berlaku. Ia mengakui, bahwa saat ini semua usaha mengalami kondisi yang sulit. Mulai dari usaha mikro, kecil, menengah dan besar. Kesulitan ini juga dialami oleh seluruh dunia dampak dari pandemi Covid-19.

  • Berita

    Inilah daftar kabupaten/kota zona merah corona di Indonesia per 25 Juli 2021

    KONTAN.CO.ID – Jakarta. Jumlah zona merah corona di Indonesia pada pekan keempat Juli 2021 masih meningkat. Peningkatan zona merah corona terjadi karena jumlah penambahan kasus positif Covid-19 terus meningkat pesat setiap hari.

    Melansir data Satgas Covid-19, hingga Rabu (28/7) ada tambahan 47.791 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia. Sehingga total menjadi 3.287.727 kasus positif Corona.

    Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus positif Covid-19 bertambah 43.856 orang sehingga menjadi sebanyak 2.640.676 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia bertambah 1.824 orang menjadi sebanyak 88.659 orang.

    Saat ini ada total 558.392 kasus aktif Covid-19 di Indonesia. Jumlah ini bertambah 2.111 dari sehari sebelumnya. 

  • Finansial

    Waspada! 11 Perbedaan pinjol legal dengan ilegal

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Beberapa waktu belakangan, penawaran pinjaman dana melalui platform digital semakin marak. Kondisi ini membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengambil tindakan tegas dan melakukan edukasi kepada masyarakat. 

    Catatan Kontan menunjukkan, Satgas Waspada Investasi (SWI), sejak 2018 hingga tahun ini, OJK telah menutup 3.365 fintech peer to peer lending yang beroperasi secara ilegal. 

    Melalui akun Instagram resminya @ojkindonesia, OJK kembali mengingatkan masyarakat tentang perbedaan pinjaman online ilegal dan pinjaman online legal. 

    “Sebelum menggunakan layanan fintech pastikan legalitasnya terlebih dahulu ya. Jangan tertipu dengan yang abal-abal dan ilegal,” jelas akun Instagram OJK, Selasa (27/7/2021).

  • Makro

    Rasio meningkat, pembiayaan utang capai Rp 443 triliun di semester I 2021

    KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi rasio utang pemerintah mencapai 41,35% terhadap produk domestik bruto (PDB) sampai dengan akhir Juni 2021. Pencapaian tersebut sejalan dengan penerbitan utang pemerintah yang dibutuhkan untuk penanganan pandemi virus corona.

    Adapun keseluruhan utang pemerintah sampai dengan 30 Juni 2021 mencapai Rp 6.554,56 triliun dengan komposisi surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 5.711,79 triliun dan pinjaman dalam serta luar negeri sebesar Rp 842,76 triliun. 

    “Pemerintah telah melakukan beberapa strategi dalam hal pengelolaan portofolio dan menekan biaya utang untuk menjaga kesinambungan fiskal, antara lain melalui konversi pinjaman dan sinergi dukungan pembiayaan dengan Bank Indonesia,” sebagaimana dikutip dalam laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) edisi Juli 2021. 

  • Berita

    Bantuan kuota internet diperpanjang, Kemendikbudristek siapkan data penerima

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah memperpanjang tujuh jenis perlindungan sosial dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021. Salah satunya ialah subsidi kuota internet yang diperpanjang hingga Desember 2021.

    Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikbudristek Hasan Chabibie menuturkan, pihaknya tengah melakukan pembahasan dengan pihak terkait mengenai perpanjangan subsidi kuota internet.

    Disinggung mengenai berapa sasaran penerima subsidi kuota internet hingga Desember nanti, Hasan menyebut kini masih dalam proses. Mengingat terjadi perubahan data peserta didik yang cukup masif pada awal tahun ajaran baru 2021/2022.

  • Pajak

    Restitusi pajak melonjak, indikasi korporasi banyak merugi

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pengembalian atau restitusi pajak terpantau melonjak di paruh pertama tahun ini. Otoritas pajak terpaksa memberikan hak para wajib pajak hingga ratusan triliun rupiah, sebab perekonomian tahun lalu nyatanya membuat pukulan bagi dunia usaha.

    Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dihimpun Kontan.co.id menunjukkan, realisasi restitusi pajak sepanjang semester I-2021 sebesar Rp 110,79 triliun. Angka tersebut tumbuh 15,87% dibandingkan realisasi pengembalian pajak pada semester I-2020 sebesar Rp 93,21 triliun.

    Bila dilihat dari jenis pajaknya, realisasi restitusi pajak Januari-Juni 2021 didominasi oleh restitusi pajak pertambahan nilai dalam negeri  (PPN DN) sebesar Rp 74,1 triliun, tumbuh 8,65% year on year (yoy). Kemudian, restitusi pajak penghasilan (PPh) Pasal 25/29 Badan sebesar Rp 31,3 triliun, melonjak 31,28% yoy. Sisanya berasal dari jenis pajak lainnya.

  • Makro

    Kinerja ekonomi melambat, lampu merah bagi beban bunga utang Indonesia

    KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) mempertahankan peringkat utang atau sovereign credit rating Indonesia pada outlook negatif. 

    Seperti yang kita ketahui, S&P pada 17 April 2020 mempertahankan peringkat utang Indonesia pada BBB dan merevisi outlook dari stabil menjadi negatif. Kemudian, pada 22 April 2021, S&P mempertahankan outlook negatif, dan kini lembaga tersebut tetap mempertahankannya.

    Economist Asia-Pacific S&P Global Ratings Vishrut Rana menjelaskan, hal ini tak lepas dari peningkatan kasus Covid-19 yang menekan kinerja perekonomian. 

    S&P sendiri memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini hanya sebesar 3,4%, atau lebih rendah dari prediksi sebelumnya yang sebesar 4,5%. 

  • Berita

    Pemerintah minta percepatan penyaluran bansos saat PPKM level 4

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah meminta percepatan penyaluran bantuan sosial saat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

    Hal itu tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021 tentang PPKM level 4 di Jawa dan Bali. Instruksi tersebut disampaikan kepada gubernur, bupati, dan wali kota di wilayah Jawa dan Bali. “Mempercepat proses penyaluran bantuan sosial serta jaring pengaman sosial yang bersumber dari APBD.” Demikian beleid yang berlaku 21-25 Juli 2021 itu menyebut.

    Beleid itu juga mengatur penambahan anggaran bagi daerah untuk penanganan pandemi Covid-19. Pemerintah daerah dapat melakukan rasionalisasi dan/atau realokasi anggaran dari program/kegiatan yang kurang prioritas pada anggaran anggaran bantuan sosial serta jaring pengaman sosial.

  • Berita

    Cek e-form BRI! Pemerintah anggarkan Rp 1,2 juta untuk 3 juta penerima BPUM

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah sudah mengalokasikan dana sekitar Rp 3,6 triliun pada kuartal III 2021 untuk penyaluran bantuan usaha mikro alias BPUM. Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

    Bendahara Negara ini mengungkapkan, anggaran bisa menyerap 3 juta peserta baru dengan target pencairan bantuan Rp 1,2 juta per peserta cair pada Juli-September 2021. 

    “Saat ini bulan Juli-September kami minta kepada Kemenkop UKM masih ada anggaran Rp 3,6 triliun yang bisa diberikan kepada 3 juta peserta baru. Kita harap datanya lebih baik dan targetnya lebih,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Sabtu (17/7/2021). 

    Wanita yang akrab disapa Ani ini berharap BPUM bisa cair saat masa PPKM darurat untuk membantu warga meningkatkan modal usaha saat situasi tengah sulit-sulitnya. 

Kunjungi Kami www.kjaanditagunawan.com
Stay tuned 
close-image